Dicintai Oleh Seorang Idol

Dicintai Oleh Seorang Idol
Sasha Pulang Ke Rumah Hyun


__ADS_3

"Ya udah kakak mau pergi dulu ya, kakak buru-buru" Radit berjalan cepat meninggalkan Sasha.


"Baru mau didatengin malah udah pergi" gerutu Hyun.


Hyun berjalan ke arah Sasha.


"Udah?" Hyun memasang muka kesal.


"Udah, ayo pulang" ajak Sasha.


"Iya" jawab Hyun.


Mereka pun keluar dari rumah sakit dan langsung menuju ke parkiran tempat mobil Hyun berada.


Dalam perjalanan mereka berdua hanya diam.


Akhirnya mereka sampai di kost-an Sasha.


Sasha pun segera turun setelah berterimakasih pada Hyun. Ia pergi menuju kost-annya.


"Loh kok kuncinya nggak ada si?" Sasha mencari-cari kunci kost-an nya.


"Kenapa?" tanya Hyun yang tiba-tiba berada di belakangnya.


"Kunciku hilang" Sasha masih mencari-cari kunci nya.


"Ya sudah ikut aku saja" tawar Hyun.


"Kemana?" tanya Sasha.


"Kunci kost-mu tidak ada kan, lalu apa kau ingin tidur di luar. Lagipula bukankah katamu ibu kost sedang pergi" Hyun ingat bahwa Sasha pernah mengatakan bahwa ibu kostnya sedang pergi


"Iya juga, nanti masa aku tidur diluar. Lagian Rara juga belum pulang. Kemana juga si kunci itu, nyusahin orang aja" gerutu Sasha dalam hati.

__ADS_1


"Tapi kan kita nggak boleh tinggal cuma berdua" kata Sasha, ia tak mau ada kesalahpahaman nantinya.


"Aku tinggal bersama beberapa Asisten Rumah Tangga, tenang saja" jelas Hyun.


"Ya sudahlah, aku ikut kamu aja" Sasha tak punya pilihan lain.


"Ya sudah ayo" ajak Hyun.


Mereka pun kembali ke mobil Hyun.


"Pakai sabuk pengamannya" kata Hyun pada Sasha.


"Eh iya" jawab Sasha.


Entah mengapa Sasha merasa gugup atau takut author juga nggak tau.


Karena gugup Sasha gagal memasang sabuk pengamannya hingga beberapa kali.


Ceklek...


Sabuk pengaman Sasha sudah terpasang. Hyun lalu memasangkan sabuk pengaman untuk dirinya.


Akhirnya mobil yang mereka tumpangi membelah jalanan yang padat akan pengendara mobil dan motor.


Setelah beberapa saat menunggu, mereka tak kunjung sampai di tempat tujuan. Sasha yang kelelahan malah tertidur pulas di mobil Hyun.


"Imutnya kalau sedang tidur" batin Hyun.


Akhirnya mobil Hyun memasuki halaman rumahnya. Mesin mobil pun dimatikan saat mereka sudah sampai.


"Gimana ini, dia masih tidur. Nanti kalau aku gendong, dia mikir macam-macam lagi" batin Hyun.


Akhirnya setelah berdebat dengan pikirannya Hyun memilih berusaha membangun kan Sasha.

__ADS_1


"Sa" panggil Hyun.


"Eh iya" Sasha terbangun.


"Udah sampe" kata Hyun.


"Oh iya" Sasha turun dari mobil Hyun.


"Ikuti aku" kata Hyun.


Sasha hanya menganggukkan kepalanya.


Mereka berdua pun masuk ke dalam rumah yang cukup besar dan cukup mewah tersebut.


"Nanti kau tidurlah di kamar tamu, ada disana" Hyun menunjuk kamar yang dimaksud.


Sasha pun mengangguk.


"Oh iya kamu nggak bawa baju ya? nanti biar bibi yang siapin" kata Hyun.


"Eh nggak usah, nanti aku beli sendiri aja" Sasha merasa tidak enak hati.


"Sudahlah anggap ini rumah saudaramu sendiri" kata Hyun menenangkan.


"Ehmmm iya udah" jawab Sasha.


"Ya udah kalau mau ke kamar silahkan atau mau lihat-lihat dulu juga silahkan" kata Hyun.


"Aku mau ke atas dulu" lanjut Hyun lalu pergi menuju lantai atas setelah mendapat anggukan dari Sasha.


Sasha pun akhirnya memilih langsung masuk ke kamar tamu yang telah ditunjuk Hyun tadi.


"Kenapa dia mudah banget ya ngajak aku buat nginep di rumahnya? Aku juga kenapa lagi tadi mau, kalau dia macam-macam gimana nih" pikiran Sasha malah jadi tak karuan.

__ADS_1


__ADS_2