
berjam-jam pun berlalu...
Pelajaranpun telah selesai,dosen langsung keluar ruangan dan disusul dengan mahasiswa yang ada diruangan.
Namun, ada tiga orang yang masih berada didalam ruangan tersebut, yah mereka adalah JRR singkatan dari mahasiswa kepada mereka J(jiyun), R (rizal), R( razel).
Kini terlihat ketiga org tersebut sedang mengobrol dengan seriusnya.
"Ji...elu knp? Dari tdi kok diem aja lu" tanya rizal kepada jiyun. Lalu disahut oleh jiyu " gak kok, cuman keknya gue bakal lebih duluan bahagia dari pada kalian" sahutnya kepada rizal. sedangkan razel dia hanya diam mendengarkan percakapan diantara keduanya.
"lebih duluan bahagia dari pada kami,
maksud lu apa ji ? " tanya rizal kepada jiyun.
kalian mau tau? Tanya jiyun kepada sahabatnya itu, razel pun ikut penasaran dengan omongan kedua sahabatnya itu dan dia langsung bersuara sebelum rizal menjawab.
iyah lah ji, aku sama rizal mau tau jawabnya lantang kepada sahabatnya itu. Sedangkan rizal dia kesal sekali dengan sikap temannya satu ini karena selalu saja suka nyerocos duluan.
Ehemm... Jadi gini............
...****************...
...****************...
...****************...
__ADS_1
...****************...
...****************...
...****************...
Bebrapa menit pun telah berlalu, jiyun akhirnya selesai menjelaskan kepda kedua sahabatnya itu.
Eh seriusan lu ji, jaman gini dijodoh-jodohin tanya razel kepada jiyun sambil menahan tawanya karena menurutnya lucu sekali.
razel yg tak bisa lgi menahan tawa akhirnya pun dia tertawa, begitu juga dengan rizal mereka tertawa bersama saat mendengar cerita dari jiyun.
Jiyun yg melihat kedua sahabatnya itu mengetawai ceritanya pun geram dan langsung.
Buukk
Dia pukul perut kedua temannya itu yang membuatnya geram. Sedangkan mereka berdua yng awalnya ketawa jadi terhenti dan malah meringis kesakitan gara' pukulan dari jiyun dan bersuara.
Wooy jiyun...bisa gk sih jngan asal pukul wooy, iya nih jiyun gk tau apa kita kesakitan jawab keduanya yang kini terlihat diwajah mereka sedang kesel dengan jiyun, sedangkan jiyun.
Makanya klo aku lagi cerita tu jangan diketawain katanya kepada kedua sahabatnya itu dengan tatapan tajam.
"Waduh serem bener muka tu anak" kata rizal didalam hati, sedangkan razel"mampus gue bikin anak galak ini marah". Dan mereka berdua saling berhadapan, seperti sedangan teleparti sambil mengangguk-anggukkan kepala pertanda paham.
...Jiyun yg melihat kedua sahabatnya ini aneh, dia pun segera berdiri dari kursinya dan langsung keluar dari ruangan itu. Sedangkan kedua sahabatnya itu langsung bergegas mengejar jiyun....
__ADS_1
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Beberapa menitpun mereka telah sampai dikantin.
Mereka langsung bergegas menuju bangku tempat duduk pavoritnya, dan langsung memesan makanan.
beberapa menit pun berlalu akhirnya makanan yang ditunggu-tunggu oleh ketiga org itu pun datang. Dan ketika Jiyun yang ingin menyuap makanan itu jadi terhenti gara' salah satu sahabatnya itu bertanya
Eh ji ...yang mana sih calon mini lo tu? Tanya rizal kepada jiyun. Dan tiba' saja ada tiga cewe yang duduk diseberang kanan dan sontak saja jiyun menunjuk salah satu dari cewe yang sedang duduk itu.
Kedua sahabatnya pun langsung mengarahkan matanya ke arah yang ditunjuk oleh jiyun dan betapa terkejutnya mereka orang yang ditunjuk oleh jiyun ternyata sangatlah cantik.
Mereka berdua pun terngaga melihat gadis tersebut. Namun, itu tak berselang lama ketika jiyun mengeluarkan ucapannya.
"Dia lah orang yang dijodohkan oleh ayah ku" kata jiyun kepada keduanya. Sontak saja mereka kaget pas mendengar ucapan jiyun yang menghentikan hayalan mereka saat sedang menghayalkan sesosok gadis yang ditunjuk oleh jiyun tdi.
Dan salah satu dari keduanya langsung menjawab"kamu serius ji, kok cantik banget" katanya pada jiyun.
"Ehemm iya dia memang cantik" jawabnya dengan muka yang masih datar kepada keduanya.
"beruntung banget dong elu ji, tapi kok knp muka mu datar banget sih" kata razel kepada jiyun karena kesel melihat muka jiyun yg masih datar padahal dia dijodohkan dengan spek bidadari.
__ADS_1
" emang muka kek ngini kok" jawabnya datar kepada sahabatnya itu, dan akhirnya kedua sahabatnya hanya bisa menghembuskan napas dengan kasar karena sikap sahabatnya ini dari dulu gak pernah berubah.
Sampai sini dulu ygy... papay😊🖑