
Masih ditempat yang sama terlihat dua anak muda yang sedang duduk sambil ngobrol di sebuah kafe.
Terliha suasanya disana canggung...
Reyna pov..
Saat aku sampai disebuah kafe tujuanku, aku langsung turun dari mobil dan memasuki kafe tersebut. Setelah aku memasuki kafe itu aku pun bertanya kepada refsionis(maaf klo ada salah' katanya) " permisi mbak, meja nomor 23 dimana ya" tanya ku kepada oran itu yang langsung diberitahukannya dan langsung menuju tempat ku janjian.
Disaat aku sampai ditempat duduk aku dri kejauhan meliht seorang pemuda yang tengah duduk dimeja 23 itu, langsung saja aku ikut duduk. Sesampainya aku disitu pemuda itu hanya diam, karena aku merasa kurang enak dengan situasi ini aku pun memulai pembicaraan.
disaat aku mulai pembicaraan dan bertanya kepadanya tentang apakah dia jiyun yg akan menjadi tunanganku, dan dia pun menjawab sesuai klo dia memang jiyun sambil melepaskah maskernya yang disaat itu membuat ku terdiam dan tak luput dri rasa terkejutku, karena seingat ku dia cwo tdi pgi dikampus yang super dingin itu dan yang paling membuatku terkejut klo apa yang tdi pagi aku omongin ternyata kenyataan (klo mau tau baca diakhir' bab 6)
Sekarang....
__ADS_1
Setelah itu jiyun pun berbicara lagi saat melihat reyna yang dari tdi hanya terdiam disaat dia menjawab" hallo...dek knp kamu melamun" tanyanya kepada reyna sambil bebrapa kali memanggil reyna dan melambaikan tangannya kemuka reyna.
sontak reyna pun tersadar dari lamunannya dan langsung menjawab" eh gpp kok" kata reyna kepada cwo yg didepannya itu.
...----------------...
...----------------...
Setelah berjam-jam mereka dikafe itu kini jam telah memutuskan untuk pulang, saat mereka duduk bersama jiyun masih tetap dengan datar menatap reyna dan masih dengan sikap dinginnya. Sampai mereka pun pulang kerumah masing-masing.
Kini reyna telah sampai kerumahnya dan dia langsung menuju kamarnya. Sesampainya dia dikamarnya dia pun langsung membersihkan diri setelah selesai langsung merebahkan dirinya keranjang dan tertidur dengan lelapnya yg ditemani malam yang dingin.
Sedangkan disebuah ruangan yang luas dan terlihat sekali bahwa kamar itu sangat lah rapi dan teratur. Didalamnya ada seorang pemuda yang sedang sibuk dengan pekerjaannya yg tertunda karena acara temuannya tdi.
__ADS_1
Pemuda yang begitu tampan dan menawan yang sedang mengerjakan urusannya pekerjaannya, dia memang begitu muda namun terlihat seperti orang yang sangat sibuk ya karena dia seorang boss besar di perusahaan yang dia kelola sendiri tampa bantuan org tuanya.
Ya siapa lagi klo bukan jiyun, dia adalah anak pertama dari seorang koglomerat termuka dinegaranya. Namun, biarpun org tuanya org kaya tapi dia sma sekali tak mau memakai nama org tuanya agar dia dipandang.
Jiyun adalah anak yg mandiri dia tak pernah berfikir untuk menyusahkan orang tuanya.dia juga merupakan boss disebuah perusahaan yg lumayan termuka dinegaranya.
...----------------...
Kini masih terlihat seorang pemuda yang masih asiknya dalam komputernya sambil mengerjakan sesuatu.setelah beberapq jam berlalu dia pun selesai dengan pekerjaannya dan memutuskan untuk tidur sebelum tidur dia teringat tentang pertemuan pertamanya dengan gadis yg nantinya akan menjadi istrinya itu.
Dalam hatinya" aku tak menyangka cwe yang tdi aku temui adalah gadis yg tdi dikampus yg menabrakku, dan klo diliat-liat ternyata dia cukup cantik. Aiiss..apa-apaan ini knp aku jadi berfikir seperti itu, sudah lah mending aku tidur"
Dan jiyun pun perlahan-lahan menutup matanya dan dia pun benar-benar tertidur yang juga hanya ditemani oleh kegelapan malam.
__ADS_1
Udah dulu ygy...papay😊😎🖑