
Keesokan harinya..
Terlihat seorang pria yang tampak sedang beres' untuk pergi kekampus, sampai sempat'nya dia berkaca dicermin dan berbicara" ehemm....ternyata aku memang tampan dan ku pastikan cepat atau lambat aku pasti akan dapatkan hatinya...toh bentar lagi dia akan jadi milik ku. Hhaa..haha" ujar pria tersebut yang tertawa terbahak- bahak sambil bercermin.
Yah pria yang seperti orang gila berbicara sendiri dan tertawa itu adalah jiyun yang sangat percaya diri klo dia bisa dapatkan hati reyna.
sedangkan disuatu tempat tepatnya disebuah mansion mewah terlihat seorang gadis cantik dan dua pria yang satunya agak tua sedangkan satunya lagi masih muda.
Yah mereka adalah keluarga rehand yang dimana terdiri dari tiga orang saja yaitu reyna , andre dan ayahnya bernama Rehand.
Mereka bertiga sedang duduk dimeja makan, saat makan tak ada yang bersuara yang ada hanya ada suara sendok yang bertemu piring yang suaranya hampir sma seperti alunan musik,karena itu sudah kebiasaan mereka.
Selesai mereka masih makan tiba' saja datang seorang pria yang membunyikan bell.
Ting-tong....
__ADS_1
"Bi tolong bukain pintu"ujar rehand kepada salah satu maidnya dan dijawab oleh bibinya"iya tuan" maid itu pun langsung bergegas membuka pintu.
"Hallo bi" ujar pria yang membunyikan bell tadi. " iya tuan, silahkan masuk" ujar maid itu kepada pria tdi yang tdk lain adalah jiyun, maid tadi tau siapa jiyun makanya dia langsung menyuruh masuk.
Dimeja makan, " pagi om, ka" ujar jiyun kepada rehand dan andre. " pagi jga nak, kamu mau jemput reyna ya?" ujar rehand menjawab+ bertanya. Sedangkan andre dia hanya mengangguk-anggukkan kepalanya saja.
" hai na, berangkat bareng ya?" ujar jiyun kepada reyna dan dijawab reyna dengan anggukan kepala karena dia malas banget banyak bicara apalgi dengan jiyun.
Jiyun tak risih dengan kelakuan reyna karna dia yakin akan dptkan hatinya reyna.
...----------------...
...----------------...
Didalam mobil, jiyun mengambil inisiatif berbicara duluan " na...bentar lagi kita akan bertunangan, jadi kapan mau cari cicin buat kita nikah nanti" tanya jiyun kepada reyna.
__ADS_1
reyna yang mendengar itu pun menoleh kan pandangannya kearah jiyun yang awalnya dia arahkan keluar jendela.
Dia benar' heran dengan jiyun, dia juga tak menyangka klo jiyun akan berbicara seperti itu karena dia tak merasa klo jiyun benar' suka dengannya.
" iya aku tau bentar lagi kita akan bertunangan, tapi soal cari cincin kamu aja aku males" jawab reyna kepada jiyun.
mendengar jawaban reyna jiyun pun menghembuskan nafas kasar, dan dia membuka suara lagi" reyna...bagaimana pun kita bentar lagi kita akan menjadi suami istri jadi gk mungkin aku cari sendiri" ujar jiyun kepada reyna sambil menahan amarahnya kepada reyna yang keras kepala. Jiyun memang bukan orang yang suka perkataannya dibantah tapi karena reyna adalah org yg dia suka jadi dia masih ada sedikit toleransi, tapi lama kelamaan jiyun pun tak tahan dengan sikap reyna seperti itu apa lagi pas reyna berbicara dengan suara judesnya.
" sudah ku bilang kamu aja ya kamu aja" ujarnya kepada jiyun.
Mendengar jawaban reyna yang membuat kesabarannya habis dan jiyun langsung memberhentikan mobilnya sampai' membuat kaget dan membulatkan matanya saat jiyun tiba' berhenti seperti itu. ditatapnya dengan tajam mata reyna oleh jiyun dan dia berbicara" stop reyna, jangan membantah lagi, kamu dengar apa kata ku" jawab jiyun dengan suara yang agak membentak.
Reyna tak menyangka klo jiyun membentaknya dan jiyun juga tampak menyeramkan dimata reyna disaat jiyun marah, membuat reyna takut dan tertunduk.
Melihat itu jiyun berbicara lagi" dengar kata ku, besok kita cari cincin" ujar jiyun kepada reyna dan reyna hanya mengangguk-anggukkan kepalanya pertanda mengerti.
__ADS_1
setelah jiyun tau jawban reyna dia pun menyalakan mobilnya kembali.
Udah dulu ygy...papay😉🖑