
Kini terlihat seorang gadis yang tengah merebahkan dirinya disebuah ranjang yang empuk dan sambil menanggis memeluk guling.
Terlihat dari wajahnya yang tak berdaya dan terlihat juga dari wajahnya tak terima dengan apa yang dikatakan ayahnya tadi, namun dia tak bisa berbuat apa' karena dia tau klo ayahnya telah memutuskan sesuatu maka tak bisa di ubah lagi.
gadis tersebut terisak-isak dengan tanggis nya sambil bersuara lirih" kenapa, kenapa, kenapa harus secepat ini" ujuarnya yang pipinya masih dibasahi oleh air matanya.
berjam-jam dia menanggis membuatnya lelah dan tertidur sambil dengan keadaan lelah karen menanggis dan dia tertidur lelap.
Tiba' saja pintu kamar terbuka dan terlihat sesosok pria paruh baya memasuki ruangan reyna dan langsung kembali menutupi pintu itu. Dia pun berjalan secara perlahan dan duduk disebelah ranjang reyna dan dibelainya rambut reyna. Yah...dia adalah rehand ayahnya reyna dia usap air mata reyna yang masih membasahi mukanya itu sambil berkata" maafkan papa nak, papa lakukan ini juga demi kebaikanmu" ujarnya lirih sambil menatap muka putrinya itu dan kembali keluar ruangan tersebuat.
......................
__ADS_1
Terlihat seseorang gadis cantik yang tengah terbangun disaat ada sebercah cahaya matahari yang mengenai matanya.
Terlihat dia berusaha berdiri sambil berjalan menujur kamar mandi dengan sempoyongan karen merasa pusing dikepalanya karena menanggis berjam-jam malam tadi dan raganya yang masih belum terkumpul semua. Dan bergegas membersihkan diri bersiap-siap untuk berangkat kuliah.
Beberapa menit kemudian reyna pun telah selesai bersiap-siap dan bergegas turun kebawah, yang awalnya dia ingin langsung keluar rumah langsung terhenti ketika mendengar deheman ayahnya itu" ehemmm.... berhenti reyna duduk makan, jangan asal menyelonong seperti itu" perintahnya kepada reyna dan langsung dituruti reyna.
Saat hendak duduk dia terhenti ketika milahat ada satu orang yang tak asing baginya, dan dia langsung menatap tajam seorang pemuda yang sedang duduk itu sedangkan pria yang ditatap tajam itu tak bereksperesi sama sekali, dia hanya melihat dengan tatapan datarnya saja.
Reyna hanya nurut dan duduk kembali, melihat itu pria yang ditatap tajam oleh reyna itu tertawa geli dalam hatinya melihat tingkah penurut reyna dan tanpa sadar dia besuara dalam hati" lucu" yah itu yang dia katakan dalam hatinya.
"reyna...kamu tau kan siapa pria yang didepan mu ini?" tanya rehand kepada reyna dan dibalas dengan anggukan oleh reyna.
__ADS_1
"reyna...mulai hari ini kamu dan jiyun akan berangkat kuliah bersam" rehand pun lanjut berbicara lagi kepada reyna. yah pria tadi adalah jiyun tunangan reyna.
Reyna yang mendengar itu tentu saja tak terima dengan keputusan ayahnya itu dan berkata" ayah aku bisa berangkat sendiri tak perlu bareng dengan dia" kata reyna sambil menunjuk kearah jiyun sedangkan orang yang ditunjuk hanya diam mendengarkan pembicaraan anak dan ayanya itu.
" tak bisa reyna, kamu mulai sekarang harus selalu bersama jiyun" bantah rehand kepada anaknya itu.
"tapiii yah..ak" belum sempat reyna selesai melanjutkan omongannya lagi dipotong oleh ayahnya" tak ada penolakan reyna" tegas ayahnya kepada reyna dengan aura penekanan.
Dan yah...akhirnya reyna hanya bisa menurut apa kata ayahnya itu dan dia dan jiyun meninggalkan ruang makan itu dan bergegas berangkat. Klo kalian nanya mana kakanya reyna yah dia menginap ditempat temannya makanya dari mlm tak terlihat.
Oke udah dulu ya...papay😊🖑
__ADS_1