Dilema Cinta SangDokter

Dilema Cinta SangDokter
Situasi yang berubah


__ADS_3

Pernikahan kedua Dr Sofyan harus terjadi dengan alasan perceraian dengan sang istri. Ia sendiri tidak menyadari dimana letak kelemahan dalam rumah tangganya sehingga ia harus menerima kepahitan mantan istrinya keluar dari rumah dalam keadaan tengah hamil anak dari selingkuhan istrinya.


Rumah tangga yang ia bina hampir 20 tahun itu lenyap seketika saat istrinya mengaku bahwa ia hamil.


Awalnya ia hanya khawatir istrinya hamil di usia memasuki 40 tahun, karena itu termasuk kehamilan yang rentan mengingat kondisi tubuh istrinya tentu tidak sekuat calon ibu pada umumnya.


Tepat 1 hari setelah ia mengetahui kehamilan istrinya ia harus dihadapkan pada pernyataan bahwa anak yang saat ini ada di rahim istrinya bukanlah keturunannya.


Profesi seorang dokter spesialis kandungan ternama di kota P, dan termasuk hidup serba berkecukupan serta memiliki 2 anak lelaki yang memasuki usia remaja ternyata tidak menjadi penghalang untuk keretakan rumah tangganya.


Dr Sofyan bahkan memiliki Klinik besar yang sudah menjadi Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak. Kemampuan Dr Sofyan sudah tidak diragukan lagi, karena ia termasuk dokter senior di kota P.


Tapi kesuksesan yang ia raih berbanding terbalik dengan nasib rumah tangganya, istri yang selama ini ia kasihi, hormati bahkan ia muliakan mampu menghancurkan seluruh impiannya di masa tua.


Ia tidak menyangka pengakuan istrinya didukung oleh bukti-bukti yang kuat dari perselingkuhannya. Tepat 1 bulan sebelum kejadian ini Dr Sofyan melakukan perjalanan ke luar negri dalam rangka pertemuan Dr. Senior se indonesia.


Pertemuan itu berlangsung selama kurang lebih 3 pekan.


Saat itulah ia mengingat istrinya mengalami siklus menstruasi pada saat hari keberangkatannya. Di sanalah ia yakin bahwa hal yang disampaikan istrinya bukan hal yang main-main.


Setelah mencari tahu kebenarannya dan semua bukti-bukti yang ada, masalah ini tidak berpihak padanya, ia tidak bisa berkata apa-apa dan ia lebih memilih diam dan membiarkan hal ini terjadi.


"Saya Pamit mas, maaf atas seluruh kesalahan yang saya perbuat. Berkas-berkas perceraian sudah saya urus mas tinggal tanda tangan."


Istrinya keluar dari rumah hanya dengan membawa koper dan perlengkapan pribadinya.


Dr. Sofyan diam sambil berdiri menghadap ke jendela dengan penghalang kaca besar, ia sama sekali tidak bergeming saat mantan istrinya pamit keluar dari rumah.

__ADS_1


kediamannya yang berada di lantai 9 juga menyatu dengan tempat kliniknya meskipun ia berada di lantai paling atas, tidak menjadi penghalang baginya untuk melihat di kejauhan siapa lelaki yang menggunakan mobil toyota Camry yang tengah menunggu istrinya di depan gerbang.


Ia tidak menyangka mantan istrinya mampu melepas status nyonya Sofyan dan ibu dari anak-anaknya hanya karna pria muda yang tidak jelas asal usulnya.


Perceraian Dr Sofyan hampir tidak tercium oleh siapapun, seluruh karyawan termasuk kedua orang tua mereka pun tidak mengetahui perceraiannya.


Mengingat mantan istrinya selama ini hampir jarang untuk berbaur di kliniknya, Dari sekian banyak karyawannya hanya beberapa karyawan saja yg pernah berjumpa langsung dengan mantan istrinya.


Walaupun rumah dan kliniknya berada di gedung yang sama tapi karna segala kebutuhan rumah tangganya sudah tersedia jadi memang mantan istrinya jarang berkomunikasi dengan seluruh karyawan di sana.


Acara-acara resmi pun baik itu acara klinik maupun acara bisnis lainnya mantan istrinya termasuk jarang hadir berdua dengan dokter Sofyan. Jadi memang hanya acara keluarga inti saja yang pernah beberapa kali mereka hadiri.


Anak-anak dokter Sofyan pun pasrah saat ayahnya menyampaikan kondisi orang tuanya saat ini. Mereka hanya bisa diam sambil memasang wajah kecewa bercampur sedih.


"Ini yang terbaik sayang, semoga mama bahagia dengan pilihannya."


Ruangan yang mewah dipenuhi dengan perabotan dan interior yang modern seakan tidak berarti, dalam kurun waktu hanya hampir 2 bulan kehidupan dokter Sofyan berubah drastis.


Meja makan yang memiliki 4 kursi kini hanya diisi oleh 3 orang saja. Makan malam hari itu benar-benar terasa asing.


Walaupun biasanya dokter Sofyan hanya terbiasa hidup berdua dirumah itu dengan istrinya karena memang anak-anak mereka memutuskan untuk tinggal di asrama. Canda tawa ia bersama mantan istrinya terasa hangat saat itu.


"Papa besok aku dan Rifki mau langsung ke asrama karena ada kompetisi yang harus kami hadiri." Si sulung mencoba mencairkan suasana saat makan malam.


"Apa papa akan baik-baik saja...?"


"In syaa Allah akhir pekan depan kami akan pulang dan menginap dirumah yah pa."

__ADS_1


"Papa baik.. papa hanya butuh untuk menyesuaikan suasana saat ini."


Rayhan dan Rifki hanya terpaut usia satu tahun karena itu mereka sudah seperti saudara kembar.


"hmmm kami nanti akan coba bicara dengan pengawas asrama dan pihak sekolah agar bisa di izinkan saat tengah semester ini kembali untuk tinggal dirumah."


Rayhan merasa yang dibutuhkan oleh ayahnya saat ini adalah kehadiran mereka berdua.


"Tidak ... papa rasa kalian boleh tetap di asrama, lagian juga itu bisa membantu kalian untuk tetap fokus belajar kan."


"Kedepannya bisa kita bahas lagi yah."


dokter Sofyan memilih mengakhiri pembicaraan itu karna ia tidak ingin anak-anaknya merasa khawatir.


Dokter Sofyan langsung berdiri sambil mengangkat piring makannya dan memindahkan ke bak cucian piring.


Dirumah yang seluas ini memang mereka terbiasa menggunakan asisten rumah tangga hanya dengan 8 jam kerja perharinya, dengan alasan agar lebih privasi. Jadi mereka jarang menggunakan asisten rumah tangga yang tinggal dengan mereka 24 jam.


"Oh iya besok bada subuh papa ada jadwal operasi, nanti kalau kalian mau berangkat ke sekolah langsung hubungi sopir dibawah yah."


Dokter Sofyan memeluk kedua anaknya dengan hangat setelah itu ia langsung berlalu menuju kamarnya.


Beruntung ia memiliki anak-anak yang berakhlak baik, tanpa mempertanyakan apapun anaknya langsung paham bahwa orang tuanya pasti memiliki alasan yang kuat untuk berpisah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Suka kahhhh paraaa kesayangan author..? bantuu komentnya yah. Biar lebih cemunguetttt.

__ADS_1


__ADS_2