Dilema Cinta SangDokter

Dilema Cinta SangDokter
hsksidbd


__ADS_3

Hingga kini pernikahan Sofyan dan Melani masih belum diketahui oleh siapapun, bahkan berkas-berkas pernikahannya selesai dengan sempurna. Dari mulai akta cerainya dengan mantan istrinya hingga buku nikahnya dengan Melani selesai tanpa kendala apapun.


Memang Sofyan terbiasa menyelesaikan apapun urusannya pada ahlinya.


Saat ini walaupun status mereka adalah suami istri yang sah, ditambah Sofyan juga atasan tempat Melani bekerja, tapi mereka sama sekali tidak pernah bersenda gurau atau sekedar membahas pekerjaan.


Sikap mereka yang acuh satu sama lain membuat hubungan mereka terlihat hanya sebatas hubungan kerja. Tanpa adanya percakapan apalagi kontak fisik.


......................


Seperti pagi biasanya Melani selalu membiarkan Sofyan untuk terlebih dahulu berangkat kerja, ia menyusul setelah membersihkan bekas sarapan dan ruangan kerja, ini juga mempermudah mbak darmi bisa agar fokus dengan urusan pekerjaan dapur, mencuci pakaian dan merapikan hal lainnya.


Sofyan pun membiarkan hal itu terjadi, baginya lebih sedikit interaksi dirinya dengan Melani itu akan lebih baik karena ia sama sekali tidak ingin membebankan Melani dengan permasalahan sekecil apapun.


Percakapan Melani dan Sofyan hanya terjadi ketika pagi hari, dan ketika akan istirahat malam. Itupun hanya percakapan formal seperti pemberitahuan dan ucapan terima kasih.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari keterbatasan yang mereka buat menjadi babak baru dalam rumah tangganya.


Malam itu, "dringggg..." telepon Melani tiba-tiba berdering, ia yang tengah menonton acara talk show di tv langsung bangkit meraih handphone nya yang berada di meja keluarga.


Sofyan pun yang tengah duduk di meja makan sambil mengotak ngatik laptopnya pun sempat melirik ke arah Melani, tidak biasanya Melani menerima telepon saat dirumah.


Keanehan pun semakin ia rasakan saat Melani beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke kamar untuk menerima panggilan tersebut.


"aneh," pikir Sofyan dalam hati.


Saat akan membuka pintu kamar tidur Sofyan dibuat terkejut karna Melani langsung memutuskan percakapannya seperti ada yang tidak ingin Sofyan ketahui.


"Ohh maaf saya membuat percakapan kamu terganggu."


"Sama sekali tidak pak, Saya izin bersih-bersih dulu pak."

__ADS_1


Sofyan seperti biasa bersiap untuk istirahat di sofa keagungannya, dengan selimut dan bantal empuk yang sudah disediakan.


Saat melani kembali dari kamar mandi Sofyan masih tengah memainkan Smartphonenya di sofa.


"Saya pamit istirahat pak."


"iya."


"Oh iya pak apa saya boleh besok izin pulang agak telat, karena saya ada beberapa urusan yang harus saya selesaikan."


Sofyan terdiam sejenak. Ia sadar ia tidak memiliki banyak alasan untuk menahan Melani selalu dirumah, pasti wanita yang kini hidup bersamanya ini juga memiliki kehidupan pribadi.


"Baiklah boleh, silahkan."


Sikap dingin Sofyan semakin meyakinkan Melani bahwa bagi Sofyan tidak ada yang terlalu menarik pada dirinya. Baginya Melani hanya seorang wanita pelengkap dalam ritme hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2