Dinikahi Duda Keren (Duren)

Dinikahi Duda Keren (Duren)
Bab 1


__ADS_3

"jambrett,tolongg!!"jerit seorang paruh baya dengan panik, seorang gadis yang menggendong tas ransel menoleh ke asal suara dia berbalik yang tadinya lurus kembali kebelakang dan lari dengan kencang.


"woy!berentiii!!"


wanita itu melepaskan tas ranselnya dia mengambil ancang-ancang dan melemparkannya ke si jambret dengan pas dan mendarat sempurna di kepalanya,ia mengencangkan larinya dan menerjang si pencopet yang hendak bangun.


"mau kemana lo hah!!"sentak gadis itu dia mempelintir tangan si pencopet ke belakang.


"A-aaa,sakitt"ringisnya.


segerombolan warga datang dengan si ibu-ibu dengan tergopoh-gopoh,para warga mengamankan si pencopet.


"hah,hah,duhh tas sayaa!"ucap si ibunya.


"ini buk tasnya,coba diperiksa lagi siapa tau ada yang ilang"


si ibu menurutinya dia mengecek dari dompet hp semuanya ada.


"ada ,aduhh makasih banyak ya,nak duh kalo gak ada kamu habis uang ibu,gak papa uangnya diambil cuma. ini banyak berkas-berkas penting"ucap si ibu dengan lega,gadis itu terkekeh.


"iya masama bu,lain kali hati hati buk,banyak penjahat sekarang mah,yasudah buk saya pamit duluan, Assalamualaikum"pamit gadis itu dengan sopan.


",waalaikumsalam,tunggu Nama kamu siapa,nak?"tanya si ibu,tapi gadis itu keburu pergi dengan cepat menghilang dari pandangan si ibu itu.


"Naraaa!"suara cempreng yang nyaring mampu memekakkan telinga yang mendengarnya.


"syaimaaa!kebiasan deh lo,bisa kan gak perlu teriak"sebal seorang gadis yang tak lain ialah Annara putri Isabella,dia juga yang menolong si ibu ketika tadi siang,saat ini ia sedang duduk dibangku perkuliahan Anna mempunyai kulit yang putih seputih susu dan wajah yang imut tapi jangan terkecoh dengan wajah imutnya karena sikap aslinya sangatlah bar-bar sekali,,Syaima ialah sahabat Anna dari SMP hingga sekarang,dia berkulit hitam manis,dia sangat manis dan yaa sikapnya sebelas dua belaslah dengan Anna.


Syaima nyengir dengan wajah tanpa dosa.


"yee lu dari mana aja? sebentar lagi pelajaran si guru killer"tanya Syaima.


"gue habis main kejar-kejaran"jawab Anna dengan singkat.


"hah!sama siapa?"tanyanya kepo.


"kepo!"dengan julid Anna menjawabnya.


"dih gak like dehh"ucap Syaima mengerucutkan bibirnya.


"dih kagak LUCU!"Ucap Anna menekan kata Lucu.


"eh lu tau kagak?"tanya Syaima lagi.


"kagak"


"bakalan ada pengunjungan dari pemilik ini kampus, katanya si pemiliknya itu Duda hot,seksi nan rupawan"ucap Syaima dengan mata yang berbinar binar, jikalau membahas lelaki yang tampan Syaima yang akan paling heboh karena dia ini orangnya visualisasi.


"yeee,kan baru katanya bisa aja tu orang Duda yang udah karatan,huahaha"ucap Anna tertawa padahal tidak ada yang lucu,Syaima menatap Anna datar dan sebal.


"syut!udah ada dosen"ucap Syaima yang mulai serius gitu gitu juga dia akan menyimak penjelasan dari dosen dengan seksama.


"hari ini saya cukupkan sekian,minggu depan skripsi harus selesai"ucap Dosen.

__ADS_1


"baik pakkk"jawab serentak mahasiswa.


"laper,kantin yok"ajak Syaima.


"lu duluan aja,perut gue mules nih nanti gue nyusul"ucap Anna dia buru-buru keluar menuju ke toilet.


"duh kenapa tiba-tiba sii"ringis Anna, dia meringis sambil memegang perutnya dia tidak memperhatikan jalannya tiba-tiba.


Brughh


"ahhh"Anna terjengkang kebelakang untung Anna masih bisa mengimbangi tubuhnya sehingga tidak jatuh,Anna menatap seorang laki-laki yang menabraknya,dengan tajam.


"Lo!punya mata gak sihh,gue hampir jatuh ini!!"sentak Lea,pria itu hanya menatap Anna datar,tanpa bicara sepatah katapun dia berlalu dari hadapan Anna,Anna membuka mulutnya lebar-lebar,dia menggeram sebal,Anna berbalik dan meneriaki pria itu.


"laki-laki gak tanggung jawab lu,semoga hari lo senin terus!"umpat Anna,dia melupakan perutnya yang mules.


"kok perut gue gak mules lagi,ohh jadi gue kudu marah dulu baru gak mules lagi,ah ajib emang"ucap Anna dia menyusul Syaima ke kantin.


"napa lu bukannya lega malah murung?"tanya Syaima dengan memakan baksonya.


"gue kesel sama orang"Anna menjawab dengan lesu.


"siapa?"


"orang"jawab Anna singkat.


"iya tau orang tapi siapa?"gemas Syaima.


"cowok,dia nabrak gue bukannya minta maap gitu dia malah nyelonong pergi"ucap Anna dengan sebal.


",gue gak liat, gue lagi nunduk megang perut gue soalnya mules banget"jawab Anna ringan.


"hah?,kalo gitu lu juga salah kali,lu gak liat bisa aja kan lu yang nabrak dia"ucap Syaima gemas dengan Anna.


"ah harusnya dia liat kalo gue lagi sakit perut"jawab Anna dengan cemberut.


"lah si eneng,lu mah malu maluin diri lu sendiri,yakali orang minta maap lu nya aja gak tau dia lagi apa"ucap Syaima santai dengan memakan baksonya.


"tau ah ngomong sama lu mah kagak bakalan selesai"ucap Anna sebal,dia berbalik dan pergi dengan wajah yang ditekuk.


"woyy!ah si Anna mah kebiasaan main ninggalin"ucap Syaima tapi dia tetap makan baksonya,bukannya tidak peduli Syaima tau itu hanya candaan karena nantinya juga akan dingin kembali Anna sering seperti itu.


"huhh si Syaima ngeselin ihh"ucap Anna cemberut.


Kruyukk.


suara perutnya terdengar cacing-cacing diperutnya sudah meronta minta diisi.


"ah laperr",Anna melihat pedagang di kaki lima,Anna menghampiri si pedagang-pedagang itu.


"pak pengen ciloknya 10 biji yak pedesnya banyakan ya sama jangan pake kecap"ucap Anna kepada mamang cilok.


" makasih pakk" ucap Anna,Anna melihat pedagang Crepes,Anna juga ingin mencobanya.

__ADS_1


"pakk,pengen crepes nya satu,rasa stroberi,anggur,dan keju dicampur pak"ucap Anna.


"siap neng"


Anna memainkan Hp sebari menunggu Crepesnya selesai tiba-tiba Anna merasa bajunya ditari tarik dari bawah,Anna melihat kebawah dan ternyata seorang anak kecil laki-laki yang lucu dan pipinya yang tembem membuat Anna ingin mencubitnya.


"adek kenapa?"tanya Anna mensejajarkan tubuhnya dengan anak laki-laki itu.


anak itu tidak menjawab melainkan menatap gerobak Crepes,Anna mengikuti pandangan si Anak itu,Anna paham anak itu ingin cerepes.


"adek mau?"tanya Anna,si anak itu mengangguk dengan gemas,Anna mengacak rambut anak itu karena gemas.


"yaudah sama kakak dipesenin yah"ucap Anna,anak itu mengangguk lagi.


"pak satu lagi ya samain aja"pinta Anna lagi.


"siap neng"jawab si pedagang itu senang.


"adek namanya siapa,kesini sama siapa?"tanya Anna dengan lembut,Anna punya sisi keibuan dia juga sangat suka dengan anak kecil wajar jika Anna yang tadinya garang akan berubah menjadi lembut jika didepan anak-anak.


"Leynan,cama oma"jawanya dengan cadel.


"ohh Reynan terus sekarang omanya dimana?"tanya Anna.


"Leynan bukan Leynan,ndak tau dimana,tadi Ley tinggalin"jawab Reynan dengan lucu.


"ohh iya karena kamu lagi cadel harusnya nama kamu itu Reynan,tapi gak papa Kakak panggil kamu Ley"ucap Anna.


"neng ini Crepesnya"panggil si pedagang Crepes,Anna mengambilnya.


"berapa pak?"tanya Anna sembari mengeluarkan dompetnya.


"20 ribu neng"


"mahal amat pak"ucap Anna dengan memberikan uang pas.


"ya sekarang mah bahan-bahannya juga dah pada mahal"ucap pedagangnya.


"yaudah pak makasih ya"ucap Anna.


"nih Crepesnya"ucap Anna memberikan crepes kepada Reynan,ia mengambilnya.


"matasih kakak"ucap Reynan dengan memperlihatkan deretan giginya.


"masama makannya di taman yok"ajak Anna,Reynan mengangguk tapi sebelum melangkah tiba-tiba ada suara ibu paruh baya meneriaki nama Reynan.


"Reynann!!".


.


.


.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2