Dinikahi Duda Keren (Duren)

Dinikahi Duda Keren (Duren)
bab 4


__ADS_3

Ya abisnya gue kaget,maksud lo dijodohin sama siapa coba ceritain sama gue"ucap Syaima penasaran.


"namanya Andre dan lo tau dia bukan tipe gue bangett, Gakk mauu Sya pliss bantuin gue buat ngomong sama ortu gue kalo gue gak mau dijodihin"rengek Anna sambil memegangi kedua tangan Syaima.


"ishh Lo mah, Lo tau kan gimana waktu gue ngebujuk ortu lu 2 tahun yg lalu, gue kapok ah "ucap Syaima malas dia teringat 2 tahun yang lalu saat dia membujuk orang tuanya Anna untuk mengizinkan anaknya untuk mengikuti Tour di Bali, mereka dengan keras menolak untuk memberikan Izin kepada Syaima karena perempuannya hanya dia dan Anna selebihnya laki-laki, mereka menceramahi Syaima dan Anna hingga telinga mereka rasanya ingin pecah karena mendengar omelan kedua orang tua Anna, hingga akhirnya Syaima tidak ikut berangkat ke bali karena ceramahan mereka, mengingat hal itu Syaima bergedik.


"ya itu kan dulu, Lo nya juga sii kenapa malah ngajak cowok-cowok bukannya cewek yaiyalah ortu gue ngelarang"ucap Anna.


"ya gue kan males aja ajak-ajak cewek lo taukan temen cewek gue itu cuman elo selebihnya ya cowok"ucap Syaima dengan ketus.


"Yee biasa aja kali ngomongnya"ketus Anna.


"Lu juga biasa aja huuu"


"udah ah gue mah mau curhat sama loe bukannya lega karena udah membagi keluh kesah gue tapi makin semrawut"ketus Anna lalu berdiri dan mengambil tasnya.


"gue mau pulang, awas lo besok dikampus gue pites lu!"ancam Anna, Syaima tau itu hanya candaan karena mereka tidak pernah akur tapi mereka saling menyayangi.


"kenapa gak disini neng"ejek Syaima dengan wajah watados.


"gue bisa dilaporin karena penganiayaan terhadap orang yang lebih tua"ketus Anna, lalu sedetik kemudian dia berlari keluar karena akan ada yang meledak tapi bukan bom.


"ANNA SIALAN LOO!!"teriak Syaima dia paling sensitif dibilang Tua karena mereka terpaut 2 tahun.


Anna cekikikan diluar mendengar makian Syaima.


"hah, duh gue gak mau dijodohin gimana dong ah sial!"gerutu Anna dengan kesal.


"Dringg,dringgg,dringg" suara dering telepon genggam Anna terdengar.


"ngapain si curut ini telepon"


"paan"ucap Anna dengan malas.


"gue cuman mau lo minta maap sama gue, nanti gue bantu kasih saran sama loe buat ngehindar dari perjodohan yang ortu lo lakuin"ucap Syaima dari sebrang sana.

__ADS_1


"saran apaan lu kalo ngasih saran gak ada yang bener"ketus Anna.


"ehh elah lu mah gini nih ide gue brilian banget gini-gini juga gue pinter"


"iya pintar dalam mengacaukan segalanya"ejek Anna.


"ah elah lu mah mau kagak, yaudah kalo kagak gue tutup inget kesempatan gak datang 2 kali"


"eh-eh iya iya apaan cepett"


"eits! minta maap dulu sama gue, baru gue kasih tau"


"iya gue minta maap nonn, maap ,udah puas!"ucap Anna dengan kesal.


"puas hehe, nag gini nih, gimana kalo lo cari pacar aja supaya ortu lu gak nyuruh-nyuruh lo buat nikah, atau kalo lu belum siap lu cari pacar boongan aja, gimana ide gue brilian banget kan, Syaima dilawan" ucap Syaima dengan bangga.


"cih, kan gue mah mudah percaya lu mah gak bakalan bisa ngasih ide yang bener, udah ah thanks bayy"ucap Anna lalu mematikan sambungan telepon.


" duh tapi lumayan sii saran dari si Syaiama,


ortu gue kan gak perlu jodohin gue secara gue udah punya pacar, tapi masalahnya gue gak punya pacar"gumam Anna.


"Awhh"ringis Anna karena badannya terhantam sesuatu yg keras, Anna melihat kebawah ternyata yg menabraknya seorang anak kecil laki laki.


"duh kalo bukan anak kecil udah gue amuk"batin Anna.


"eh kamu kenapa?"tanya Anna berjongkok karena anak kecil itu tidak mau bangun dan terlihat bahunya bergetar.


"Heii sayang kenapa?, cerita sama kaka"ucap Anna dengan lembut, anak itu mendongak terlihat wajahnya yg memerah dan matanya yang sembab.


"Reynan!"Anna terkejut ternyata Anak kecil itu Reynan.


"tataaa huaaaaaa"seperti anak kecil yang lain yang diam menangis tapi setelah bertemu ibu atau seseorang yng dikenalnya dia menangis meraung.


"heii, Rey sayang kenapa nangis udah cup, cup, cup jangan nangis Ayok pindah jangan disini malu, nanti cerita sama Kaka yah" bujuk Anna, Reynan mengangguk sambil menangis, Anna yang melihatnya merasa gemas dan kasian.

__ADS_1


"uhhh, beratnya"ucap Anna yang menggendong Reynan, Anna merasa nyaman dan sayang dengan Reynan dan melihatnya menangis membuat hati Anna mencelos.


"HEIIII, KAMUU!!"teriak seorang wanita kepada Anna wanita itu berlari kearah Anna, Anna melihat kearah belakang takutnya wanita itu berteriak kepada yang lain, tapi tidak ada siapa-siapa dibelakang tapi kenapa dia meneriaki dirinya, Anna tidak peduli dia tetap jalan membawa Reynan.


"KAMUU BERHENTI SAYA BILANG BERHENTI!!"teriaknya lagi, kemungkinan yang dia teriaki adalah dirinya.


wanita itu sampai di depan Anna dengan ter engah engah.


"ada apa mbak?, kenapa beteriak?"tanya Anna dengan hati-hati.


"kenapa? kamu tanya kenapa, Heii kamu itu ya, jelaslah saya berteriak anak yang kamu pangku itu anak sayaa!"cerocos wanita itu dengan wajah yang menyebalkan.


"anak?"gumam Anna.


"Bukannn!, dia bukan Buna Leyyy tata janan pelcayaa, hiks dia jahat tata, dia cubit -cubit Leyy"raung Reynan dengan keras dia. juga menunjukkan tangannya yang penuh dengan kemerahan.


"ehh, Reynan! kamu itu gak tau terimakasih ya udah untung saya bawa kamu keluar jalan-jalan daripada dirumah suntuk"ucap wanita itu dengan garang, sudah jelas dia bukan ibunya Reynan.


"mendingan dirumah daripada keluar bukannya jalan-jalan malah menambah ketakutan, dirumah kan enak walaupun suntuk setidaknya tidak mendapatkan kekerasan"sindir Anna.


"ehh kamu siapa ya? jangan ikut campur urusan saya!, urus aja urusan kamu!"peringatnya.


"kalo urusan Rey menjadi urusan saya mbak, lagian kalo bukan Rey pun itu tetap urusan saya karena saya tidak suka dengan namanya kekerasan apalagi terhadap anak kecil!"balas Anna dengan keras.


"hehh! kamu berani sama saya hah?, asal kamu tau saya itu calon istrinya Dirgantara Adipati pengusaha terkaya di Indonesia"sombongnya.


"siapa??"tanya Anna.


"saya istrinya Dirgantara"jawabnya dengan bangga dan penuh kesombongan.


"yang nanya"ejek Anna.


"sialan kamuu!!berani sama istrinya Dirgantara hahh! saya akan membuat kamu menderita di sini karena mas Dirga itu pengusa di indonesia"ucapnya Angkuh.


"dih gue kagak peduli"ucap Anna.

__ADS_1


"duh pegel sayang Reynan turun dulu yuk, kita jalan aja kesananya kamu berat sii"ucap Anna, Reynan mengangguk lalu Anna menurunkan Reynan.


"ayok"aja Anna menggenggam tangan Reynan dan berlalu tanpa memedulikan wanita anhkuh itu.


__ADS_2