Dinikahi Duda Keren (Duren)

Dinikahi Duda Keren (Duren)
bab 3


__ADS_3

Anna!!"bentak Ayahnya, bundanya berdiri dia memegang tangan suaminya.


"yah tenang...."lirih bunda.


Anna sedikit menciut ketika ditatap tajam oleh Ayahnya.


"mohon maap pak Harto kami izin pamit,kalian silahkan selesaikan masalah kalian,permisi"ucap pak Hendri lalu mereka bertiga berdiri dan pamit keluar dari rumahnya.


"Ahh pak Hendri tunggu.."


keburu Pak Hendri pergi melengos naik kedalam mobilnya sepertinya mereka kecewa atas penolakan Anna.


"Anna!!,kamu bisakan sekali aja gak berbuat masalah!"sentak Ayahnya frustasi.


"Ayah jelaslah aku nolak ayah juga salah kenapa gak bilang ke Anna dulu,jangan cuman salahin Anna!"sentak Anna balik,entah dapat keberanian darimana Anna dapat menyentak Ayahnya.


"Anna!"tegur Bundanya,dia juga sebenarnya tidak setuju dengan perjodohan ini karena dia tau Anna pasti tidak akan setuju tapi suaminya itu kekeuh ingin menerima lamaran ini tanpa bicara terlebih dahulu dengan Anna.


"maap..."


"ayah gak mau tau kamu harus nerima lamaran nak Andre anggap aja ini balasan dari kamu karena kami telah merawat kamu selama ini"tegas Ayahnya,Anna melotot.


"ayahhh!jadi selama ini Ayah gak ikhlas ngerawat Anna,kalo kaya gini Anna merasa kalo Ayah ngejual Anna,Anna gak terima!"ketus Anna.


"kalo kamu gak terima silahkan keluar dari rumah ini tanpa bawa fasilitas dari Ayah!"


Anna melotot kembali tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Ayahnya begitupun dengan Bundanya,matanya berkaca-kaca.


"Ayah apa-apa si itu anak kamu"Bunda tidak terima dengan apa yang diucapkan oleh harto.


"Gk papa Bunda,Anna lebih baik pergi dari pada tinggal sama orang yang tukang paksa dan yang gak pernah ikhlas ngurusin anaknya padahal dia yang bikinnya"ketus Anna sembari nyelonong pergi ke atas untuk kekamarnya.


"Anna keterlaluan kamu beraninya,Ayah belum selesai bicaraa,Annaa!!"teriak Ayahnya kesal,anaknya yang satu itu memang susah sekali untuk diatur.


"Sabar ayah,ayah harus terima konsekuensinya karena ayah main terima aja,sifat Anna itu turun dari kamu"sinis Bunda Renata,Pak Harto mendengus tidak terima.


"lah kok nyalahin Ayah sii,itu anak kamu susah banget diaturnya"pak Harto balik melempar kesalahannya.


"dihh tau ah,terserah Ayah pokoknya kalo Anna marah Bunda gak ikut-ikutan terserah Ayah"ucap Bunda Renata melengos pergi meninggalkan Pak Harto yang melongo.


"hais,anak dan ibu sama-sama suka bikin pusing"ucap pak Harto memijat kepalanya.


Tak,tak,tak....,suara ketukan sepatu terdengar, Harto melihat ke asal suara,matanya melotot melihat Anna menyeret sebuah koper diman koper itu adalah koper yang selalu dipake ketika liburan ke rumah neneknya.

__ADS_1


"Anna ngapain kamu bawa koper segala"protes Ayahnya,Anna mendelik.


"Anna mau minggat dari rumah ini daripada tinggal sama orang yang tukang paksa dan gak pernah ikhlas ngurusin anak"jawab Anna ketus,Harto mengelus dada ketika mendengar jawaban Anna.


"Anna ayah cuman bercanda taro lagi kopernya ke kamar lagian emang kamu sanggup tinggal diluaran sana tanpa Ayah dan Bunda"ucap Pak Harto meremehkan Anna.


"ngeremehin Anna?heh Anna bakal buktiin kalo Anna bisa hidup tanpa kalian heh,permisi"sinis Anna lalu dengan percaya diri Anna menyeret kembali kopernya tanpa berpikir panjang bagaimana nanti nasibnya, tapi dalam hatinya Anna berharap ayahnya menghentikan langkahnya.


"Ayah ada telep-...,ANNA! kamu mau kemanaa bawa koper segala?"Bundanya teriak yang hampir membuat si pendengar menutup telinga.


"bundaa teriaknya bisa gak,gak usah kencang-kencang Anna ada didekat bunda inii"rengek Anna.


"ya habisnya Bunda kaget kamu mau ngapain bawa koper segala?"tanya Bundanya lagi.


"Anna mau pergi dari rumah ini,bukannya tadi bunda denger ya ada yang nyuruh Anna untuk pergi dari sini"sindir Anna pada Ayahnya.


"ck kamu ini Anna omongan Ayahmu itu gak usah didengerin udah sana masuk kamar lagi simpan lagi kopernya, sok-sokan kamu main pergi-pergi an tinggal dimana nanti kamu gimana nanti sama kuliah kamu,uang jajan kamu,makan kamu?,gimana nanti kamu dijalan kenapa-kenapa gimana nanti kamu kalo ketiduran ada yang ngapa-ngapain dibangunin Bunda aja kamu susah,sana masuk kamar lagi"omel Bundanya jika sang Bunda sudah berbicara maka Anna bisa apa,Anna cemberut dengan menghentakkan kakinya Anna pergi menyeret kopernya kembali,saat dihadapan pak Harto.


"ingat ya tuan Ayah kalo Anna masih dendam sama Anda"judes Anna lalu melanjutkan langkahnya.


"anak kamu tuh"ucap Bunda Renata Pusing.


"enak aja Anak kita dong"goda Ayah Harto menaik-naikan sebelah Alisnya.


dikamar Anna mebggerutu sambil merapikan bajunya yang dia bawa ke koper.


Dringg,dringg,dringg


suara dering telepon masuk,Anna mengambil Hpnya tertera nama Bestoyyy Anna mengangkatnya.


[paan?]~Anna malas berbicara sebenarnya.


[eleh-eleh eneng kenapa jawabnya ketus bangett sini cerita sama neneng syaima yang cantik n bahenol ini] Anna meringis mendengar suara cempreng Syaima.


[dih bahenol darimana yang ada tepos]


[sialan lo,bohong demi menyenangkan sahabat itu pahalanya besar lo] jawab Syaima disebrang sana dengan gerutunya.


[gue mau curhat tapi nggak disini,kita ketemuan ditempat biasa SECEPATNYAA] Anna menekan kata secepatnya karena Syaima suka lemot kalo udah ada janji.


[gue bakalan telat karena ad-]


[ini salah satu rahasia Geo] potong Anna dengan cepat.

__ADS_1


[gue bakalan mandi udah dulu ya]


tutt.


"dasar giliran tentang Geo dia langsung gercep"Anna geleng-geleng kepala.


30 menit kemudian Anna sudah sampai di cafe yang biasa mereka bertemu.


Anna terkejut karena Syaima sudah ada disana sedang duduk manis,Anna terkekeh geli dengan tingkah Syaima kasihan karena di PHP in,Anna menghampiri Syaima.


"wihh gercep amat Neng"sindir Anna,Syaima nyengir.


"hehe cepetan kasih tau apa rahasia Geo"ucap Syaima tidak sabar.


"aduh tapi gue lupa rahasia Geo itu apa ya?"ucap Anna berpura-pura berpikir.


"ishh lo mah ngeselin banget"ketus Syaimaa.


"haha, sorry ya lagian lu nya sii,gue kan mau curhat,dengerin guee ya neng syaima paling cantik n bahenol gue......" Anna menjeda ucapnnya, membuat Syaima penasaran.


"apaan cepet lu mah suka bikin penasaran"ucap Syaima penasaran.


"gue...,gue,tapi lu janji ya gak bakalan teriak"ucap Anna karena Anna tau Syaima seperti apa.


"iya-iya cepetann Anna ih"rengek Syaima.


"emmm Gue dijodihin sama ortu gue"ucap Anna dengan pelan.


"APPAA!!"teriak Syaima dengan berdri membuat pengunjung menoleh karena teriakan Syaima,Anna tentu saja panik,dengan segera dia menarik Syaima untuk duduk kembali.


"lu bikin malu tau gak,gue kan udah bilabg jangan teriak lu mah,ahh"ucap Anna sebal dia tersenyum pada mereka dan menundukkan kepalanya sedikit meminta maaf lewat gerakan.


"ya abisnya gue kaget,maksud lo dijodohin sama siapa coba ceritain sama gue"ucap Syaima penasaran.


.


.


.


bersambung.


hiii!

__ADS_1


__ADS_2