Dinikahi Duda Keren (Duren)

Dinikahi Duda Keren (Duren)
bab 5


__ADS_3

Wanita yang mengaku istrinya Dirgantara itu menghentakan kakinya sebal.


"bodo amat! kalo Dirga nyariin aku tinggal bilang anaknya mau sama orang lain"gerutunya sebal, lalu dia pergi begitu saja meninggalkan Reynan dan Anna dia akan pergi ke salon langganannya dia ingin mengistirahatkan otaknya, tanpa peduli resiko karena meninggalkan anak dan cucu kesayangan Dirgantara.


"Reynan cerita dong sama kaka Rey kenapa nangis? dijahatin sama tante yg tadi yaa?"tanya Anna setelah mereka duduk dibngku taman yang jauh dari tante lampir tadi.


"iya, huh sedih tata Daddy udah gak sayang lagi sama Leyy, tenapa malah kilimin (kirimin) Leyy tante lampil"jawabnya dengan bibir yang cemberut membuat Anna gemas dengan Reynan.


"uluhh, kasihannya anak ganteng ini, emangnya tante tadi disuruh sama Daddy buat nemenin Rey?"tanya Anna lagi, Rey mengangguk.


"emangnya Daddy kamu kerja dimana?"tanya Anna ingin memastikan perkataan wanita tadi.


"Daddy kelja dikantolan yang gedungna tuh tinggiiiiiiiiii bangetttt"ucap Reynan dengan mengangkat tangannya tinggi-tinggi.


Anna tertawa melihat tingkah lucu Reynan,


"benarkah? wahh kaka jadi ingin melihat kantor Daddy Rey"goda Anna, niat hati hanya ingin bercanda Reynan malah mengiyakan.


"Bolehhh,, bolehh nanti Ley kasih tau Daddy kalo Kaka mau ke kantor Daddy"jawaban polos Reynan membuat Anna menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"eh gak usah sayang, jangan dikasih tau Daddy nya nanti gak diizinin, gimana kalo nanti Reynan sama kaka kesana tapi Daddy jangan tau, ok!"ucap Anna dia tidak ingin disebut sebagai wanita yang memanfaatkan situasi, Anna pernah membaca sekilas info jika Dirgantara Group sangat memoesona dan banyak digandrungi wanita-wanita.


"ok, tapi kapan??"tanya Reynan sembari menatap Anna, Anna membuat gerakan seperti sedang berpikir.


"emmm, kapan yaa, gimana kalo besok kakak kesekolah kamu,, eh tapi emang Rey udah sekolah?"tanya Anna, dia sesekali membenarkan rambutnya yang terkena angin.


"udah Ley udah cekolah Kakak, Ley sekolah di Nusa bangsa, tapi sekalang Ley belum cekolah"ucap Reynan yang masih belepotan ngomong R.


"kenapa?"tanya Anna polos.


"ihh kan balu masuk kakaaakk"jawab Reynan dengan lucu, Anna gemas dia spontan mencubit pipi Rey dengan gemas.


"kakakkk, sakitt"rengeknya gemas, Anna terkekeh gemas, dia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangangannya, ternyata sudah sore.


"Reynan sayang udah sore ini, gimana kalo kita pulang, kakak anterin Rey pulang ya"ucap Anna dia rasa anak Dirgantara pasti segala jadwalnya sudah diatur maka dari itu Anna memutuskan untuk mengantarkan Reynan pulang.


"emang kakak tau lumahnya Ley?"


"iya juga ya, gue gak tau rumahnya"gumam Anna, terbesit ide untuk mencarinya di google bukankan Dirgantara itu pengusaha terkenal pastinya biodata tentang dirinya ada di internet.


"emm Reynan tau gak?"sebelum mencarinya Anna bertanya terlebih dahulu siapa tau Reynan tau.


"enggak, Ley suka diantelin sama supil jadina ndak tau"ucap Reynan lesu dia bahkan menundukan kepalanya dengan bibir yang cemberut.


"bikin gemes aja bisanya nih bocah"batin Anna dia geregetan ingin menggigit pipinya yang tembem itu.


"yaudah gak papa, tenang aja kakak cari dulu di internet yaa"ucap Anna menenangkan Reynan, tapi Reynan menatap Anna bingung.


"emangnya ada?, telus intelnet itu apa?"tanya Reynan polos.


"ehh ada, internet itu jaringan ya sebuah jaringan"jawab Anna sembari mengetikan kata di Google, tidak lama kemudian alamat Rumah Reynan ketemu meski Anna ragu tapi Anna tetap mencari taksi dan memberikan alamat rumah itu oada supir taksi.

__ADS_1


"pak apa bener alamatnya disini?"tanya Anna ragu.


"bener neng disini, saya juga gak percaya ini rumah apa istana, emangnya eneng mau ngapain?"tanya si bapak supir itu, membuat Anna menghembuskan napas kasar.


"bapak kepoo!"


"eleh si eneng ditanya teh gitu"si bapak membalasnya dengan candaan.


"yaudah pak ini uangnya makasih"ucap Anna sembari memberikan uang berwarna biru kepada si bapak supir, Anna tidak menanyakan kepada Reynan karena si empu tertidur dipangkuan Anna.


"ugh! beratnyaa"keluh Anna saat mengangkat Reynan keluar dari mobil.


"aduh beratt"keluh Anna, setelah berhasil keluar dari mobil Anna terdiam sejenak, memikirkan bagaimana cara menjelaskan kepada mereka keluarga Reynan.


"ah udahlah itu mah nanti gampang"ucap Anna, dengan susah payah dia memencet bel gerbang yang ada di sisi pojok kanan.


"siapa?"


Anna tersentak kaget, ketika ad suara orang tapi orangnya tidak ada, dia melihat kanan kiri tidak ada siapapun.


"ini suara saya di speaker, Anda bisa melihat ke arah kamera dan bilang ada keperluan apa"suara seseorang itu menjelaskan kepada Anna, seolah tau Anna kebingungan.


Anna memangut-mangut.


"duh beratt, huh"


"saya ada keperluan dengan pemilik rumah ini"teriak Anna.


"Tuan Dirga?"tanya orang itu sepertinya satpam.


"maap Tuan Dirga tidak ada dirumah, dia ada dikantornya, silahkan Anda kembali besok"


dih, Anna geram .


"saya hanya ingin mengantarkan Reynan, tolong buka gerbangnya, nih liatt ini Reynan"ucap Lea sembari memperlihatkan wajah kekamera.


"B-bagaimana bisa Tuan muda Reynan ada pada Anda?"tanyanya kaget.


"udah nnati saya jelaskan cepet buka gerbangnya berat nih"ucap Lea, tidak ada jawaban lagi.


pintu gerbang terbuka, seorang satpam berlari tergopoh-gopoh.


"silahkan masuk, Nona"ucap si satpam.


Anna menggeleng, dia menyerahkan Reynan kepada satpam itu.


"tidak perlu pak, saya akan pulang lagi Reynan dia ditinggalkan oleh seorang wanita yang mengaku sebagai istrinya Tuan Dirgantara"ucap Anna setelah itu Anna pergi meninggalkan Reynan dan satpam yang melongo dan masih bingung itu.


"aduh gimana ngejelasinnya sama nyonya Arneeth" ringis satpam itu, dengan ragu dan penuh ketakutan dia melangkah kedalam tidak lupa dia menutup gerbang.


pak satpam telah sampai di depan rumah .

__ADS_1


Tok,tok,tok.


pintu besar itu terbuka, menampilkan wanita paruh baya, nampak terkejut.


"loh pak Joko, ini den Reynan kok sama bapak, ayok masuk"ucap wanita paruh baya itu.


"nyonya dimana bik darmi?"tanya pak Joko.


"ada di ruang tv"


pak Joko masuk ke dalam ruang TV, disana terlihat wanita paruh baya yang masih cantik dan elegan, sedang membaca buku majalah.


"permisi, nyonya"ucap pak Joko.


"hem, ada apa?"tanyanya tanpa mengalihkan perhatian dari majalahnya.


"engg, ini anu den Reynan…,


"kenapa dengan cucu saya pak Joko?"tanyanya masih cuek dengan pak Joko., Wanita tersebut adalah Arneeth Adipati, Nenek Reynan.


"ini tadi ada perempuan yang mengantarkan Den Reynan"


barulah wanita itu mengangkat kepalanya yang dari tadi membaca majalah.


"Perempuan?"


"Mijaa!!"teriak wanita paruh baya itu, wanita tadi yang membuka pintu rumah datang tergopoh-gopoh dengan wajah paniknya.


"i-iya nyonya"ucapnya bik Mija.


"berikan Reynan pada bik Mija!"titahnya pada pak Joko, dengan segera bik Mija mengambil Reynan.


"bawa dia kekamarnya!"


"baik nyonya, saya permisi"ucap Bik Mija menundukkan kepalanya lalu pergi.


"dimana perempuan itu?"tanya Wanita sembari membaca kembali majalahnya.


"dia sudah pergi nyonya"ucap pak Joko menundukkan kepalanya.


Brakk!


Ny. Arneeth melempar majalah ke meja dengan keras.


"kau tidak bisa bekerja dengan becus hah, semua orang yang berkaitan dengan Reynan harus jelas, kau tidak paham peraturan rumah ini!!"bentak Ny.Arneeth.


"maapkan saya Nyonya, tapi tad-


"tidak ada alasan, kau DIPECAT!"


"tidak nyonya saya mohon jangan pecat saya"Pak Joko menangis sembari berlutut dihadapan Ny. Arneeth.

__ADS_1


"kau tidak akan dipecat jika kau berhasil menemukan perempuan itu , batasnya 3 hari"ucap Ny. Arneeth setelah itu dia berlalu pergi ke kamar cucu kesayangannya.


TBC.


__ADS_2