
Pak Joko menghela napas berat,
"yang sabar ya pak Joko, dan bersyukurlah karena Nyonya Arneeth tidak jadi memecat pak Joko"ucap Bik Mija yang prihatin dengan Pak Joko.
"iya, aduh andaikan waktu itu saya ngelamar kerja di Nyonya Rosalina pasti akan tetap damai, huh memang penyesalan suka datang diakhir"keluh pak Joko, bik Mija menabok lengan pak Joko,pak Joko mengeluh sakit.
"pak Joko huss! jangan ngomong kaya gitu kalo di dengar Ny. Arneeth mampus kamu"ucap bik Mija, pak Joko mengusap lengannya yang perih.
"ya Allah bik, bik jangan keras-keras atu naboknya sakit"ringis pak Joko.
"udah sana pak Joko kerja lagi saya juga mau masak buat makan malam"usir bik Mija, pak Joko mendengus dia juga frustasi memikirkan bagaimana caranya agar bisa bertemu dengan perempuan tadi, akhirnya pak Joko keluar kembali ke gerbang dengan lesu.
......................
Krieet.
Nyonya Arneeth membuka pintu cucunya dengan pelan, dia menggeram kesal ketika pengasuh cucunya bermain Hp dengan asyik tanpa menyadari kedatangannya.
"beraninya kamu! cucu saya sedang tertidur kamu malah bermain Handphone, apakah peraturan yang saya berikan kurang jelas!"sentak Nyonya Arneeth pelan namun penuh tekanan, wanita berumur sekitar dua puluh lima itu terkejut dia segera bangun dan menunduk.
"maapkan saya Nyonya, tadi saya membalas pesan Ayah saya Nyonya, tolong maapkan saya nyonya"pengasuh Reynan terlihat gemetar ketakutan dia tidak ingin kehilangan pekerjaannya.
"kamu saya beri kesempatan tetapi jika kamu mengulanginya saya tidak akan segan untuk memecat kamu! ingat kepentingan dan keselamatan cucu saya menjadi nomor satu di hidup saya!"ucapnya dengan nada yang dingin , Nyonya Arneeth orangnya keras dan dingin, tidak lembut dan arogan walaupun begitu nyonya Arneeth memiliki hati yang baik.
"t-terimakasih nyonya saya akan mengingatnya dengan baik, terimakasih atas kebaikan anda nyonya"ucap pengasuh Reynan.
"glandma...."panggil Reynan dengan lirih.
Nyonya Arneeth tersenyum dia menghampiri ranjang Reynan.
"haii Reynan sayang, bagaimana tidurnya nyenyak?"sikapnya akan berbanding terbalik jika dengan Reynan.
"iyaa, glandma Ley laper pen mam"rengek manja Reynan, Nyonya Arneeth tersenyum.
"uhh apakah jagoan kecil ini kelaparan?"
"iyaaaa Glandmaaa Ley lapel"rengek Reynan lagi, nyonya terkekeh lalu dia menatap pengasuh cucunya dengan dingin.
__ADS_1
"kenapa kamu diam saja, ambilkan makanan untuk cucu saya!"titah Nyonya Arneeth.
"maap nyonya akan saya ambilkan"ucapnya lalu dia pergi keluar dengan jantung yang dag-dig-dug.
"glandma jangan malah sama Lily, kasihan"ucap Reynan dengan gemas, nyonya Arneeth tersenyum lagi, dia akan terus tersenyum lagi, lagi dan lagi jika berhadapan dengan cucu kesayangannya.
"baiklah cucu kesayangan grandma yang tampan ini grandma tidak akan memarahi Lily lagi"
"eoh, dimana kakak tantik?"tanya Rey yang membuat Nyonya bingung.
"kakak cantik? siapa itu?"
"ish masa glandma gak tau sih, yang ngantelin Ley kesini itu kakak tantik!"ucap Reynan dengan keras.
"ah dia sudah pulang, grandma mau tanya kenapa kamu bisa sama kakak cantik?, dimana tante Irish?"tanya nyonya Arneeth.
"glandmaaaa! tante Ilish jahat dia tubit-tubit tangan Leynan, tante Ilish juga bentak Ley, Ley nangis telus ketemu tama kakak tantik"ekspresinya berubah saat menceritakan Anna, tetapi saat dia menceritakan tante Irish wajahnya murung, nyonya Arneeth memperhatikan itu.
"permisi nyonya ini makanan Tuan muda"ucap Lily yang datang sembari membawa nampan berisikan makanan Reynan.
"okk"jawab Reynan.
"Lily suapi Ley, Ley pengen makan sambil nonton kaltun"ucap Reynan sembari turun dan mengambil Tab nya.
Nyonya Arneeth keluar dari kamar cucunya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
jam menunjukkan pukul 9 malam, Anna baru pulang karena baru Kembali dari rumah Syaima dia malas berhadapan dengan kedua orangtuanya yang pastinya akan membahas tentang perjodohan, dia mengendap-endap masuk ke rumahnya untungnya pintu tidak dikunci, Anna dibatasi pulang malam sampai jam 8 oleh kedua orangtuanya.
Anna menutup kembali pintu rumahnya dia menghela nafasnya.
Anna menaiki tangga dengan sepelan mungkin Ayahnya akan sangat marah membayangkan nya saja sudah membuat Anna meringis.
Anna sampai dikamarnya, huh Anna bernapas lega, kamarnya masih gelap dia menyari saklar lampu dan menyalakannya, matanya terbelalak melihat Ayahnya duduk sembari memegang sapu.
"Ayahhh!"teriak Anna repleks, buru-buru dia menutup mulutnya dengan tangannya.
__ADS_1
"bangus ya,masih inget rumah ternyata"ayahnya berbicara dengan dingin, Anna cengengesan padahal hatinya udah dag-dig-dug ketakutan.
"eheh Ayahh tadi Anna habis main dari Syaima gak dari mana-mana kok"ucap Anna.
"siapa yang nanya kamu darimana? sekarang angkat celana kamu sampai lutut!"titah Ayahnya, Anna melotot .
"gak Ayahhh, cuman telat 1 jam doang"rengek Anna dia naik ke kasur ketika Ayahnya mendekatinya dengan kemoceng ditangannya.
"kalo ngehindar jadi ditambah lagi"
"ayah mah tegaaa! ini juga salah ayah ,Anna gak bakalan keluar kalo Ayah gak jodohin Annaa!"sentak Anna.
"kesini!"titah Ayahnya tanpa peduli dengan ucapan Anna.
"gak mauu!"Anna kabur keluar dari kamarnya tapi ditahan sama Ayahnya, dengan keras Ayah memukul kakinya dengan sapu yang kayunya.
"arhghh ayah sakit ihh"rengek Anna ketika sapu keras itu mendarat dengan keras di kakinya.
ctass.
sekali lagi ayah memukul Anna.
"kalo kamu pulang malem lagi ayah kurung kamu di gudang!"ancam Ayahnya sembari keluar dari kamar Anna.
"Ayahhh mah tega!!"teriak Anna, dia menelungkup ke kasur kesal dengan sikap ayahnya yang menurutnya mengekangnya Syaima saja bisa bebas pulang kapan pun itu tapi kenapa dirinya tidak.
......................
sebuah mobil sport mewah memarkirkan mobilnya didepan rumah yang mewah.
seorang pria berjas keluar dia membuka pintu belakang dan keluarlah seorang pria tampan, gagah dan tatapannya setajam elang.
"selamat datang kembali Tuan Dirga" ucap kedua penjaga pintu rumah sembari membungkukkan badannya.
"hem"jawabnya dingin sembari terus melangkah masuk. Ya dia adalah Dirgantara Adipati dia baru kembali dari perjalanan bisnis di Malaysia, dia adalah seorang pebisnis yang ditakuti seluruh pebisnis karena kekejamannya dan kekuasaannya, dia juga tidak akan segan membunuh orang yang telah bermain-main dengannya, dan Niko adalah tangan kanannya dia juga sebelas dua belas dengan Dirga, dia yang akan maju jika ada masalah dengan tuannya, Asisten terpercaya.
TBC.
__ADS_1