
"Reynann!!"teriak seorang wanita paruh baya dengan melengking, Reynan menoleh dia tersenyum manis lalu dia melambaikan tangannya ke wanita paruh baya itu.
"omaaa"suara cempreng Reynan tak kalah dari suara wanita paruh baya itu, wanita itu ternyata omanya Reynan,dia menghampiri Reynan dengan tergopoh-gopoh,lalu setelah dekat dengan Reynan wanita itu mensejajarkan tubuhnya dan memeluk Reynan.
"Reynann!! oma nyariin kamu kemana-mana taunya ada disini bikin khawatir aja,nanti kalo mau pergi itu bilang dulu jangan bikin oma jantungan ah"omel oma Reynan,Reynan menunduk menyesal.
"maap oma,habicna oma bicala telus cama ondel-ondel"ucap Reynan dengan cadel,Anna gemas dia terkekeh dan sedikit mengacak rambut Reynan,wanita itu mendongkak ke atas.
"ibuk"sapa Anna terkejut ternyata orang yang ia tolong adalah omanya Reynan.
"loh kamu?kamu kenal dengan cucu saya?"tanya Oma Reynan,Anna tersenyum.
"kita baru bertemu barusan buk"jawab Anna sopan.
"tadi Ley mau ini,manggil omaa ndak didengel jadina Ley camperin tata tantik dan dikasih ini cama tata cantik"ucap Reynan menjelaskan karena melihat omanya seperti bingung dengan jawaban Anna.
"oohh,kamu ini kamu bisa kan panggil oma, ngerepotin aja bisanya"omel Oma Reynan lagi.
"ichh,omaa kan tadi Ley udah bilang kalo Ley panggil Oma tapi ndak didengel,cebel deh cama oma"Rajuk Reynan cemberut sebal.
oma sepertinya gemas dengan Reynan dia mencubit pipinya yang tembem itu.
"iya iya,yaudah kita pulang om Lean udah nunggu tuh"ucap Oma,Reynan mengangguk setuju.
"makasih ya,nak kamu udah nolongin oma sama Reynan"ucap Oma dengan tulus.
"sama-sama ibuk,saya senang menolong ibu dan anak gemas inii"ucap Ann mencubit pipi Reynan dengan gemasnya.
"ihh olang napa sih cuka cubit-cubit pipi Ley"ucapnya dengan sebal dan menggosok-gosok pipinya.
"kamu ini yah,oh iya tadi oma belum tau namanya,nama kamu siapa?"tanya oma.
"Annara,ibuk bisa panggil saya Anna "jawab Anna sopan.
"owh Anna,kalo nama ibu Rosalina jangan panggil ibuk panggil aja Oma Rosa yah"ucap Oma dengan lembut.
"oma keliatan baik dan supel"batin Anna.
"ah iya baik oma"jawab Anna.
"yaudah oma pulang duluan yah,ini berapaan saya ganti?"tanya Oma memberikan uang selembar warna merah,Lea menolaknya dengan mendorong tangan siibu oleh kedua tangannya dengan sopan.
"gak papa oma,Anna ikhlas kok lagian cuma sepuluh ribu hhe"ucap Anna.
"gak papa ini ambil aja,saya juga ikhlas ngasihnya,ini ambil!"ucap oma dia menyimpan uang itu ditelapak tangan Anna.
"udah ya oma balik ya"pamit oma sebelum Anna menjawabnya.
"dahh tata cantik"ucap Reynan sedikit berteriak sia melambaikan tangannya kepada Anna,Anna membalas melambaikan tangannya dengan tersenyum manis.
__ADS_1
"duh rejeki anak Sholeh mah gak bakalan kemana,hilang dua puluh datang seratus hehe"gumam Anna dengan terkekeh geli.
Anna melanjutkan langkahnya dengan semangat.
Kringg,kringg.
suara dering telepon Anna berbunyi,Anna mengambil hpnya, tertera nama sang bunda dilayar Hpnya,Anna menekan tombol berwarna hijau dan mendekatkan pada telinganya.
[Hallo]~Anna.
[Annaa!!kamu masih dimana?],
Anna menjauhkan ponselnya dari telinganya,sungguh suaranya benar-benar akan merusak gendang telinga.
[ini bentar lagi pulangg,tumben amat dicariin biasanya juga pulang sore gak dicariin] jawab Anna.
[udah pokoknya kamu cepet pulang]~ucap Bunda Anna.
saat Anna akan mengangkat suara.
Tutt.
"ishh ini si kanjeng ratu malah main matiin aja"gerutu Anna dengan memasukkan Hpnya kedalam tasnya.
Anna menyetop taksi ,dia membuka pintu taksi dan menaikinya.
tiga puluh menit kemudian mobil taksi yang membawa Anna telah sampai dirumah minimalis,yang sangat asri dan banyak tanaman bunga didepannya, sederhana tapi asri rumah besar pun akan kalah dengan yang asri kata-kata ibu Anna yang selalu dia dengar.
"mobil sapa nih,keknya ada tamu deh"gumam Anna,dia masuk kedalam rumahnya pintunya yang biasanya tertutup rapat sekarang terbuka lebar.
"Assalamualaikum"ucap Anna memberi salam kepada orang didalamnya.
"Waalaikumsalam"jawab mereka yang ada didalam rumah Anna,Anna melihat ada tiga orang asing yang dua sepertinya seumuran dengan orangtuanya mereka juga pasti pasangan suami-istri,dan yang satunya seorang laki-laki Anna menebak jika umurnya hampir sama dengan Anna,dia lumayan tampan berkulit sawo matang, tingginya kira-kira kurang lebih seratus enam puluhan.
"nah pak Hendri ini anak saya yang ke-dua, namanya Annara putri Isabella"ucap Ayahnya memperkenalkan dirinya.
"wah namanya cantik secantik orangnya"puji kerabat Ayah,Anna hanya tersenyum tipis.
"sini nak duduk"ajak Ayahnya kepada Anna,Anna menggeleng cepat.
"eh Anna gerah habis dari luar,Anna mau bersih-bersih dulu"tolak Anna dengan sopan,kalo gak ada tamu mana ada sifat kalem Anna.
"ohh yasudah sana dandan yang cantik"ucap Ayahnya,Anna tersenyum lalu mengangguk kepada mereka yang ada di sana,Anna naik ketangga kamarnya asa dilantai 2.
maksud Ayah apa sih dandan yang cantik,pikir Anna.
"duh capeknya"ucap Anna,dia mendaratkan bokonhnya di sofa empuk,Anna bukannya mandi dan dandan seperti yang ia ucapkan malah membuka Hp dan bersantai-santai,membalas pesan dari Syaima dan teman yang lainnya.
"Anna!"ucap Bundanya tiba-tiba masuk kedalam kamarnya,Anna terkejut.
__ADS_1
"Bundaaa ih,bikin kaget aja"gerutu Anna kaget.
"kamu ini yaa! bukannya mandi dandan malah main. hp,sini,sini hp nya bunda pegang,kamu mandi sana"ucap Bunda Anna merebut Hp nya dengan paksa.
"ish bunda bentar lagi,masih panas gerah bunda,gerah"ucap Anna cemberut.
"udah gak ada alesan lagi sana mandi!"perintah ibunya tidak bisa Anna tolak,Anna pasrah dia menyambar handuknya.
dua puluh menit kemudian Anna keluar dari kamar mandi dengan segar,dikasur terlihat ada sebuah dress selutut berwarna Navy, sepertinya masih baru.
"ini sebenarnya ada acara apa sih,pake beli Dress segala"omel Anna.
Anna memakai dress nya,Anna hanya memakai bedak dan lip tint berwarna pink, wajahnya sudah cantik tanpa makeup pun Anna tetap fresh.
Anna turun kebawah langkahnya terhenti ketika mendengar Ayahnya membicarakan tentang perjodohan.
"Anak saya baru kuliah tapi gak papa,kan bisa menikah disaat masih kuliah haha"ucap Ayahnya tertawa,Anna mematung jadi alasannya Anna memakai dress baru dan disuruh dandan yang cantik karena perjodohan,Anna menggeleng.
"gak gue gak mau nikah saat gue kuliah apa lagi cowoknya dia"ucap Anna bergidik ngeri.
"benar pak Harto kelihatannya juga anak-anak kita sangat cocok,anak saya juga Andre terlihat antusias menyambut perjodohan ini"terdengar suara lembut seorang wanita.
"cocok dari mana,pokoknya gue gak mau dijodohin"batin Anna,lalu dia berjalan kearah ruang tamu,mereka menghentikan pembicaraannya.
"Anna sini sayang duduk"ucap Bundanya Dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Anna perkenalkan yang dua orang ini sepasang suami-istri mereka temen ayah dulu
,dan laki-laki tampan itu adalah calon suami kamu namanya Andre"ucap Ayahnya memperkenalkan mereka dengan enteng,anna membola.
"maksud Ayah apa?calon suami?"tanya Anna pura-pura tidak tau.
"iya,begini Anna mereka itu datang untuk melamar kamu dan ayah menerimanya karena usia kamu sudah cukup matang untuk menikah"jelas ayahnya santai, seperti tidak memikirkan perasaan anaknya.
"ayahh! kenapa ayah menerimanya tanpa persetujuan dari Anna,kenapa main terima"ucap Anna marah.
"Anna,ayah hanya ingin yang terbaik untuk kamu ayah menerimanya karena tau kalo calon suami kamu itu baik"ucap ayahnya lagi.
"Anna yang berhak menerima dan menolak lamaran,kalo ayah yang nerimanya berarti ayah saja yang menikah dengannya,maap om dan tante Anna menolak lamaran ini"ucap Anna penuh tekanan,Ayahnya berdiri dia menatap Anna tajam, Harto menahan malu atas kelakuan Anaknya yang menolak Andre.
"Anna!!"bentak Ayahnya, bundanya berdiri dia memegang tangan suaminya.
"yah tenang...."lirih bunda.
Anna sedikit menciut ketika ditatap tajam oleh Ayahnya.
.
.
__ADS_1
.
bersambung.