
Selama di perjalanan menuju bandara Billy hanya diam dan fokus menyetir, karena gue penasaran kenapa, gue dan Billy harus pergi ke Singapur hari ini juga, dari pada gue mati penasaran akhir nya gue coba nanya sama Billy.
"Sayang...boleh gak aku nanya"(kata gue ke Billy)
" Kamu pasti mau nanya, kenapa kita harus pergi ke singapur hari ini kan"(jawab Billy ke gue)
" Iya...."(kata gue ke Billy)
" Kita ke singapur mau ngurusin pemulangan jenasah abang yang"(kata Billy ke gue)
" Jenasah abang.....abang yang mana"(tanya gue ke Billy)
" Abang Imanuel....abang siapa lg"(jawab Billy ke gue)
" Selama ini abang di rawat di singapur, karena abang sakit, abang punya penyakit kanker sel dan juga penyempitan otak kecil"(kata Billy ke gue)
Deegggg.....jadi selama ini dia di rawat di Singapur, pantesan semenjak malam itu gue gak pernah dengar kabar lagi dari dia, dan sekarang dia meninggal, bagai di samber petir siang bolong, gue benar- benar kaget dan syok, karena selama ini gue lihat dia sehat- sehat aja, tapi mau bagaimana lagi semua sudah takdir Tuhan, semua yang hidup pasti akan mati.
Kurang lebih 45 menit, gue dan Billy sampai juga di bandara, di bandara gue lihat sudah ada Om yang lagi nungguin gue dan Billy.
"Maaf....Om tadi jalan lumayan padat, Om sudah lama nunggu ya"(tanya Billy ke Om)
" Gak apa- apa, Om juga belum lama kok sampai"(jawab Om ke Billy)
" Ayok....pesawat nya sebentar lagi berangkat"(kata Om ke Billy dan gue)
Gue Billy dan Om, sudah berada di dalam pesawat, selama di dalam pesawat Billy hanya diam dan raut muka nya merah menahan nangis, gue kasihan lihat Billy, dia pasti sedih banget dan kehilangan atas meninggal abang nya, karena selama ini abang nya lah yang sudah membesar kan dia.
"Sayang....kalau kamu mau nangis, nangis aja gak usah kamu tahan, aku tau kok, apa yang kamu rasa kan sekarang, karena aku sudah pernah merasa kan nya waktu ke dua orang tua ku meninggal, saat ku aku sedih, syok dan merasa ke hilangan, sosok yang selama ini selalu ada di samping aku"(kata gue ke Billy)
" Maaf kan aku ya sayang, kalau aku cengeng, aku gak tau harus bagaimana, karena selama ini, abang lah yang sudah membesar kn aku, dan aku belum pernah sedikit pun balas atas jasa- jasa dia"(kata Billy ke gue)
" Sudah lah yang, abang pasti akan sedih kalau lihat kamu, kayak begini"(kata gue ke Billy sambil meluk dia biar dia kagak tenangan dikit)
Kurang lebih 1 jam 30 menit, pesawat yang kami tumpangi sudah mendarat di bandara singapur, setelah selesai semuanya, gue Billy dan Om, langsung bergegas naik taksi menuju rumah sakit tempat di mana jenasah abang Imanuel berada.
Setelah sampai ke rumah sakit, Billy langsung nanya ke bagian repsesionis, di mana kamar mayat, setelah dapat info Billy langsung menuju kamar mayat, setelah sampai kamar mayat dan Billy nanya ke penjaga kamar mayat, di mana mayat atas nama bapak Imanuel dari indonesia, penjaga kamar mayat bilang gak ada mayat yang atas nama bapak Imanuel dari indonesia.
Billy marah, pas waktu penjaga kamar mayat itu bilang kalau gak ada nama abang nya di kamar mayat rumah sakit ini, dia bilang kalau abang nya di rawat di rumah sakit ini.
"Sayang....sudah lah jangan marah- marah, coba kita cek ke bagian repsesionis, coba kita tanya benar gak, kalau pasien atas nama abang ada di rumah sakit ini dan sudah meninggal"(kata gue ke Billy sambil narik tangan dia supaya pergi dari kamar mayat itu)
" Iya...benar apa yang istri mu bilang Bill, kita tanya dulu, ke bagian repsesionis"(kata Om nya Billy ke Billy)
Setelah itu gue Billy dan Om, pergi lagi ke bagian repsesionis, untuk menanya kan ada gak di sini pasien atas nama bapak Imanuel dari indonesia.
"Maaf....di sini ada gak pasien atas nama bapak Imanuel dari indonesia"(tanya Om ke repsesionis)
" Sebentar ya pak, saya cek dulu"(kata mbak nya itu ke Om)
" Bapak Imanuel dari indonesia ada, beliau di rawat di ruangan VVIP kamar 202"(kata mbak nya itu)
Setelah mengucap kan terima kasih gue Billy dan Om, pergi menuju ke ruang rawat abang Imanuel, setelah sampai di depan ruangan nya Billy langsung masuk di ikuti Om dan trakhir gue, pas di dalam ruangan nya gue lihat keadaan abang Imanuel lumayan baik, dia lagi duduk sambil pegang buku dan pensil, gue lihat dari raut muka nya Imanuel dia kaget lihat ke datangan kami.
"Abang...gak apa- apa kan"(kata Billy ke Imanuel)
" Abang baik- baik aja, kenapa kalian datang ke sini, dan kenapa itu muka kayak dompet tanggung bulan aja"(kata Imanuel ke Billy)
__ADS_1
" Syukur lah kalau abang baik- baik aja, kami langsung ke sini pas waktu dapat kabar kalau abang meninggal"(kata Billy ke Imanuel)
" Sekarang kan kamu sudah lihat, kalau abang baik- baik aja kan"(kata Imanuel ke Billy)
"Iya....sudah kalau begitu aku mau nemuin dokter dulu, yang kamu di sini jagain abang ya sama Om"(kata Billy ke gue)
" Iya ......sayang"(jawab gue ke Billy)
Setelah itu Billy keluar untuk ketemu dokter yang nanganin abang nya, tak lama Om pun pergi kata nya ada urusan, jadi di ruangan itu tinggal gue dan Imanuel, sebenar nya gue gak enak berdua an sama abang ipar gue, tapi mau bagaimana lagi, di saat gue asyik dengan pikiran - pikiran gue, Imanuel ngajak gue ngomong.
"Maaf ya, aku gak hadir di saat kalian menikah"(kata Imanuel ke gue)
" Iya ...gak apa- apa kok bang, abang kan juga lagi sakit"(jawab gue ke Imanuel)
" Semoga kalian selalu bahagia"(kata Imanuel ke gue)
" Aamiin......terima kasih atas doa nya"(kata gue ke Imanuel)
"Asal kamu tau Maria, aku gak datang kepernikahan kamu sama Billy bukan karena aku lagi sakit"(kata Imanuel ke gue)
" Terus karena apa"(tanya gue ke Imanuel)
" Aku gak sanggup lihat orang yang sangat aku cintai berjalan ke Altar sama orang lain bukan sama aku"(kata Imanuel ke gue)
"Maka dari itu lebih baik aku pergi"(kata Imanuel ke gue)
" Terus kenapa abang, gak pernah bilang kalau abang itu sakit"(tanya gue ke Imanuel)
" Buat apa, aku bilang, aku gak mau orang merasa kasihan sama aku, karena penyakit ku"(kata Imanuel ke gue)
"Bang....aku keluar mau cari Billy dulu ya"(kata gue ke Imanuel)
" Ok......."(kata Imanuel ke gue)
Disaat gue lagi ngobrol sama Imanuel, tanpa sepengetahuan gue dan Imanuel di luar Billy mendengar kan semua omongan gue dan Imanuel sambil dia pegangin dada nya karena nahan nangis"(jadi selama ini abang masih mencintai istri ku pantes aja dia langsung pergi ke singapur waktu aku bilang kalau aku mau menikah, maaf kan aku bang, tapi mau bagaimana aku juga sangat mencintai istri ku kata Billy dalam hati sambil dia pergi dari depan kamar rawat abang nya)
Setelah itu gue keluar untuk cari Billy, gue harus cari Billy ke mana nih, rumah sakit ini luas lagi"(Kata gue dalam hati)
Di tempat lain Billy lagi duduk di bangku taman rumah sakit, gue harus bagaimana, gue sayang sama abang tapi gue juga gak mungkin meninggal kan istri gue yang baru aja gue nikahin"(gumam Billy dalam hati)
Setelah cukup lama gue nyari Billy, akhir nya gue ketemu juga sama Billy, ternyata Billy lagi duduk di bangku taman rumah sakit, gue perhatiin kayak nya Billy habis nangis, gue samperiin dia dan duduk di samping nya.
"Sayang....dari tadi di cariin juga, ternyata lagi duduk di sini"(kata gue ke Billy)
" Ada apa yang, kamu nyariin aku, abang gak apa- apa kan"(kata Billy ke gue)
" Abang gak apa - apa kok yang, yang kamu kenapa, kayak habis nangis gitu, apa yang dokter bilang tentang sakit abang"(kata gue ke Billy karena gue pikir Billy nangis masalah sakit abang nya karena kan dia habis ketemu sama dokter yang nanganin sakit abang nya)
" Sayang.....aku mau nanya sama kamu, tapi kamu harus jujur sama aku"(kata Billy ke gue)
" Kamu mau nanya apa yang, kan selama ini juga aku selalu jujur sama kamu"(kata gue k Billy)
" Sebenar nya kamu sayang dan cinta gak sih sama aku"(tanya Billy ke gue)
" Kok kamu nanya nya gitu sih yang"(jawab gue ke Billy)
" Kamu jawab aja yang, kalau kamu belum cinta dan sayang sama aku, aku siap kok nunggu sampai kapan pun juga"(kata Billy ke gue)
__ADS_1
" Yang.....kalau aku gak sayang sama kamu, gak mungkin aku mau kamu ajak menikah, kamu sendiri kan waktu kita datang ke rumah kakak ku, mereka awal nya gak setuju kalau kita menikah, tapi aku menyakin kan mereka, sampai akhir nya mereka kasih restu buat kita"(kata gue ke Billy)
" Iya....aku tau yang, tapi saat aku lihat tadi kamu ngomong sama abang, dan abang bilang kalau dia masih sayang dan cinta sama kamu, hati ku sakit yang, abang rela berkorban buat kita khusus nya buat aku, kalau aku jadi abang, aku terus terang gak bakal sanggup, tapi abang sanggup melaku kan itu semua"(kata Billy ke gue)
" Sudah lah yang, kamu jangan sedih terus, kita doa kan abang, semoga abang secepat nya dapat kan jodoh, yang bisa nerima dia apa ada nya"(kata gue ke Billy)
" Terima kasih ya sayang, kamu sudah memilih aku buat pendamping hidup mu, aku senang banget"(kata Billy ke gue)
" Iya....sama sayang"(kata gue ke Billy)
Setelah itu gue dan Billy kembali ke kamar inap abang nya, untuk pamit kalau kita mau balik dulu ke Apartemen untuk istirahat, dan entr malam kembali lagi.
Kurang lebih 3 hari gue dan Billy di Singapur, dan hari ini waktu nya gue dan Billy balik ke indonesia, karena masa cuti Billy sudah habis.
Semenjak kejadian di rumah sakit, sifat Billy berubah dia lebih posesif lagi sama gue, pulang kerja gue harus tepat waktu, dan gue juga di batasi pake media sosial, apa lagi waktu dia tau kalau abang nya sudah balik ke indonesia dan sudah masuk kantor.
Apa yang gue lakukan selalu salah di mata dia, pernikahan gue sama Billy jalan 5 bulan, tapi gue belum juga hamil, Billy selau bilang kalau dia ingin secepat nya dapat momongan, kadang gue suka berpikir, apa kah???? Billy bisa berubah dan cemburuan nya bisa berkurang kalau nanti gue hamil dan melahir kan anak nya, tapi kadang gue juga takut kalau Billy tetap aja kayak gitu.
Pagi ini gue kagak tau kenapa, tiba- tiba waktu bangun tidur perut gue mual banget terus kepala gue juga pusing tujuh keliling, gue cepat- cepat lari ke kamar mandi, setelah gue muntah kan semua yang dalam perut gue, gue mau balik ke kamar, eh...ternyata di depan pintu kamar mandi sudah ada Billy sambil lihatin gue kwatir gitu.
"Sayang......kamu kenapa, kamu sakit muka mu pucet banget kayak gitu"(kata Billy ke gue sambil bopong gue ke tempat tidur)
" Gak apa- apa yang, cuma mual dan pusing aja, entar juga kalau di bawa istirahat juga baikan kok"(jawab gue ke Billy)
" Iya ....sudah kalau begitu kamu hari ini gak usah masuk kerja, kalau bisa selama nya kamu gak usah kerja"(kata Billy ke gue)
" Maksud kamu yang, aku berhenti kerja gitu"(kata gue ke Billy)
" Iya....."(jawab Billy ke gue)
" Kenapa aku harus berhenti kerja yang"(tanya gue ke Billy)
" Gak usah aku jawab pun kamu pasti sudah tau alesan nya kenapa aku nyuruh kamu berhenti kerja"(kata Billy ke gue)
Ya...Tuhan dia masih aja cemburu sama abang nya, padahal selama ini gue selalu mengalah, apa yang dia mau selalu gue turutin, gue gak boleh ini gak boleh itu, sebisa mungkin selalu gue turutin, tapi tetap aja di mata dia itu salah.
Pengorbanan gue selama ini sia- sia, tapi ya sudah lah, mau bagaimana lagi, gue cape kalau harus berdebat terus sama dia, lebih baik gue aja yang mengalah demi rumah tangga gue, gue mutusin untuk risent dari kantor.
"Iya....sudah yang, aku akan keluar dari kantor, entar siang aku kirim surat risent nya"(kata gue ke Billy)
" Tapi boleh kan entar habis dari kantor, aku pergi ke rumah sakit, untuk berobat"(tanya gue ke Billy)
" Boleh tapi sorean, biar entar aku yang anter kamu ke kantor terus ke rumah sakit"(jawab Billy ke gue)
" Sekarang kamu istirahat dulu, aku mau siap - siap pergi ke kantor"(kata Billy ke gue sambil dia melangkah masuk ke kamar mandi)
Kurang lebih 15 menit Billy di kamar mandi dia sudah keluar cuma pake handuk aja, setelah itu dia pake pakaian yang sudah aku sedian di atas sofa.
"Sayang....kamu gak sarapan dulu, biar aku bikin sarapan ya buat kamu"(kata gue ke Billy)
" Gak usah yang, kamu kan lagi kurang sehat, entar biar aku sarapan di kantor aja, kamu istirahat ya, entar sore aku jemput ya"(kata Billy ke gue)
" Iya....sudah yang, aku berangkat dulu ya, ingat kamu gak boleh ke mana- mana, kamu di rumah aja"(kata Billy ke gue sambil cium kening gue)
" Iya....sayang"(jawab gue ke Billy sambil cium tangan dia)
Ikuti terus ya ceritanya ....jangan lupa like komen rate dan vote....biar Author lebih semangat lagi nulis nya😊😊😊
__ADS_1