Disaat Cinta Harus Memilih

Disaat Cinta Harus Memilih
Episode 27 Maria Melahir kan


__ADS_3

Setelah Maria ceritain semua masalah nya ke Imanel, Imanuel syok dan juga kaget, jadi adik nya sudah pergi tugas sekitar 3 bulan dan selama itu juga gak ada kabar sama sekali.


Setelah itu Imanuel meminta supaya Maria pindah dan ikut tinggal sama dia, kata Imanuel supaya dia bisa menjaga nya dan juga merawat Maria dan baby dalam kandungan nya.


"Maria.....sekarang lebih baik kamu ikut aku dan tinggal sama aku, aku gak mau kamu tinggal di sini cuma berdua sama si mbok, apa lagi lihat kondisi kamu kayak begini terus juga kandungan kamu semakin hari semakin besar"(kata Imanuel ke gue)


" Gak lah bang, aku akan tetap di sini, aku gak mau merepot kan abang, abang juga kan pasti sibuk dan banyak kerjaan, aku di sini juga gak sendiri ada si mbok yang selalu nemanin aku dan ada juga sahabat- sahabat aku yang kapan pun aku butuh kan, mereka selalu ada buat aku"(jawab gue ke Imanuel)


" Aku tau kamu di sini gak sendiri ada si mbok dan juga ada sahabat- sahabat mu, tapi tetap aku lebih berhak menjaga kamu dan juga baby dalam kandungan mu, karena aku adalah abang dari suwami kamu dan juga om dari baby yang ada dalam kandungan mu, di keluarga kita itu peraturaan nya"(kata Imanuel ke gue)


" Peraturan bagaimana bang"(tanya gue ke Imanuel)


" Peraturan kalau seorang istri sedang hamil, seorang suwami benar- benar harus menjaga istri nya dan gak hanya menjaga, suwami juga yang mengganti kan semua tugas istri, dari masak, nyuci baju dan semua nya"(kata Imanuel ke gue)


" Oh....begitu ya bang, tapi kan abang bukan suwami ku, abang adalah abang dari suwami aku, jadi kan abang gak usah melakukan itu semua"(kata gue ke Imanuel)


" Emang benar aku bukan suwami kamu, tapi aku adalah abang dari suwami kamu, jadi berarti itu tugas ku untuk mengganti kan tugas nya Billy, aku gak mau dengar penolakan, sekarang kamu siap- siap, kamu pindah dari sini, kamu gak usah takut Maria, aku gak bakal melakukan apa pun sama kamu, aku melakukan ini semua, semata mata buat mengganti kan tugas Billy sementara dia lagi tugas di sana"(kata Imanuel ke gue)


" Aku gak mau kejadian kemarin terulang lagi, kamu sakit dan harus di rawat di rumah sakit, terus yang bawa kamu ke rumah sakit dan mengurus ini dan itu nya orang lain, untung aja keluarga gak ada yang tau, kalau sampai keluarga besar ku dan Billy tau, habis lah aku dan Billy di marahin"(kata Imanuel ke gue)


" Kenapa mereka harus marah bang, kan Billy lagi gak ada, dia lagi tugas di luar negeri dan juga gak ada kabar sama sekali, terus kenapa juga abang harus ikut kena marah juga"(tanya gue ke Imanuel)


" Karena kalau istri lagi hamil, suwami harus selalu ada di samping istri nya, apa lagi kalau si istri sudah hamil sekitar 7 bulan, suwami harus memandi kan istri nya sampai si istri melahir kan 40 hari nya, itu lah adat di keluarga besar kita, kalau sampai ketahuan di langgar siap- siap aja suwami kena sama seluruh keluarga, dan masalah kenapa aku juga kena marah, karena aku abang nya Billy"(jawab Imanuel ke gue)


Setelah Imanuel menjelas kan semua peraturahan dan adat di keluarga besar dia, gue mau gak mau harus mengikuti nya, setelah Imanuel nyuruh si mbok beres- beres, apa aja yang perlu di bawa, gue Imanuel dan si mbok pergi ke rumah Imanuel.


Dan juga gue gak lupa kasih tau ke sahabat- sahabat gue, kalau gue pindah, karena gue gak mau nanti sahabat- sahabat gue datang ke rumah gue, rumah nya sudah kosong.


Sekitar 45 menit kemudian, gue Imanuel dan si mbok sudah sampai ke rumah Imanuel, sebenar nya gue risih kalau harus tinggal satu atap sama Imanuel, bagaimana pun dia pernah suka sama gue, tapi gue juga gak bisa menolak, apa lagi kalau sudah bawa peraturan dan adat.


"Mbok...."(panggil Imanuel ke pembantu rumah nya yang bernama mbok Darmi)


" Ya....tuan"(jawab si mbok Darmi ke Imanuel)


" Mbok...sudah bersih kan kamar nya Billy"(tanya Imanuel ke si mbok Darmi)

__ADS_1


" Sudah tuan, tadi waktu habis tuan telepon saya langsung membersih kan dan merapikan kamar tuan Billy"(jawab si mbok Darmi ke Imanuel)


" Ok....kalau begitu"(jawab Imanuel ke mbok Darmi)


" Oh....iya mbok, ini kenalin ini Maria istri nya Billy dan ini mbok Ijah"(kata Imanuel kr mbok Darmi)


" Selamat datang nyonya dan mbok, kenal kan saya mbok Darmi"(kata mbok Darmi ke gue dan juga mbok Ijah)


" Mbok....panggil aku nama aja, jangan panggil aku nyonya ya"(kata gue ke mbok Darmi)


" Tapi nyonya"(kata si mbok Darmi)


" Gak pake tapi- tapi an mbok"(kata gue ke mbok Darmi)


Setelah itu gue masuk ke kamar yang Billy tempatin dulu, sebelum dia menikah sama gue, gue rebahan di atas tempat tidur sambil gue perhatiin seluruh sudut kamar ini, kamar nya sangat luas dan corak warna nya cream.


Sayang aku kangen dan rindu sama kamu, kenapa sampai sekarang kamu gak juga ada kabar nya, bagaimana keadaan kamu di sana, apa kah kamu baik- baik aja"(kata gue dalam hati sambil nangis karena gue kangen banget sama Billy)


Di luar kamar gue, Imanuel lagi memperhati kan gue tanpa gue sadari, karena emang pintu kamar gak gue tutup rapat.


Hari berganti hari, minggu berganti minggu, tak terasa kandungan gue sudah memasuki bulan ke 7, berarti kurang lebih sudah 1 bulan gue tinggal satu atap bareng Imanuel, selama tinggal satu rumah sama Imanuel, gue jarang ngobrol sama dia, gue paling bertemu dia di meja makan waktu sarapan selebih nya gue jarang, karena gue harus jaga jarak sama dia, gue gak mau entar jadi menimbul kan fitnah, dan selama gue tinggal di rumah Imanuel sahabat- sahabat gue sudah beberapa kali datang untuk bertemu gue.


Hari ini rencana nya gue mau cek kandungan ke dokter dan habis itu gue mau membeli perlengkapan bayi, karena gue belum sama sekali beli, kata orang tua jangan membeli perlengkapan bayi kalau belum 7 bulan usia kandungan nya kata nya pamali, maka dari itu gue belum beli sama sekali, karena sekarang kandungan gue sudah 7 bulan gue mau beli.


Rencana nya gue mau pergi ke dokter nya sama mbak Rena, Listy dan Winda, tapi Imanuel gak mengizin kan nya, kata Imanuel biar dia aja yang nganterin gue cek kandungan dan juga nganterin gue membeli perlengkapan bayi nya.


Gue dan Imanuel pergi ke dokter dan dokter bilang kalau kandungan gue sehat, baby dalam kandungan pun sehat, setelah Imanuel menebus obat di Apotek, gue dan dia langsung pergi ke Mall, untuk membeli perlengkapan baby, setelah sampai di tempat penjualan perlengkapan baby, gue mulai pilih- pilih.


Ternyata lucu- lucu ya baju- baju bayi ini, setelah gue rasa cukup, gue pergi ke kasir untuk membayar belanjaan, tanpa gue tau, ternyata Imanuel juga membeli bok baby dan perlengkapan lain nya.


Setelah hari di mana Imanuel nganterin gue ke dokter dan belanja, mulai dari hari itu Imanuel lebih perhatian lagi sama gue, dia selalu nanya gue entar mau di bawa kan apa kalau dia pulang kerja, dan kalau malam juga, dia selalu nanya gue mau makan apa, dan banyak lagi.


Terus terang aja sebenar nya gue risih banget dengan semua perhatian Imanuel yang berlebih ke gue, tapi gue juga bingung harus bagaimana, kalau gue terus menghindar dari dia, gue takut dia tersinggung karena selama ini dia selalu baik sama gue, tapi di posisi lain gue juga takut entar malah jadi salah paham dan fitnah lagi, kalau gue terlalu dekat sama dia.


Hari terus berlalu dengan cepat, gak terasa kehamilan gue sudah memasuki usia 9 bulan, gue tinggal menunggu hari, di mana bayi gue akan lahir ke dunia ini, perasaan gue campur aduk, sudah kayak es campur aja, di satu posisi gue senang bentar lagi bayi gue akan lahir, tapu di posisi lain gue sedih karena sampai detik ini Billy belum juga ada kabar nya.

__ADS_1


Billy pergi sudah sekitar 6 bulan yang lalu, tapi gak ada satu pun kabar dari dia, apa dia sudah lupa kalau di sini ada yang lagi nunggu kabar nya, apa dia lupa kalau dia sudah punya istri dan sebentar lagi akan punya anak.


Di saat sore hari, gue lagi duduk di bangku taman belakang rumah Imanuel sambil menikmati udara sore, perut gue terasa sakit, gue teriak minta tolong sama si mbok, dan si mbok gak lama datang karena dengar gue teriak memanggil nya.


Si mbok panik dan gak lama Imanuel datang, dia baru pulang dari kantor, Imanuel lihat gue kesakitan dia langsung bawa gue ke rumah sakit, sebelum nya Imanuel nyuruh si mbok bawa tas perlengkapan gue buat lahiran yang sudah dari jauh hari gue siapin.


Setelah sampai ke rumah sakit, Imanuel langsung gendong gue dan si mbok ngikuti dari belakang, Imanuel bawa gue ke ruang bersalin, dan dia mendampingi gue selama gue di ruang bersalin itu, dia sudah kayak suwami gue aja yang nemenin gue lahiran.


Kurang lebih 1 jam gue di ruang bersalin, akhir nya gue melahir kan bayi laki- laki yang sehat dengan berat badan 3 kg dan panjang 51 cm, setelah itu gue di pindah kan ke ruang inap.


Bayi laki- laki gue, gue kasih nama Elvano arti nya anak yang kuat hadiah dari Tuhan.


Setelah bayi nya di bersih kan dan gue juga sudah di pindah kan ke kamar inap, suster memberikan bayi gue buat di kasih Asi.


"Selamat ya Maria, sekarang kamu sudah jadi ibu, dan bayi kamu ganteng banget"(kata Imanuel ke gue)


" Terima kasih banyak ya bang, abang selama ini sudah membantu aku"(kata gue ke Imanuel)


" Iya....sama- sama"(jawab Imanuel ke gue)


" Kalau boleh tau nama baby nya siapa"(kata Imanuel ke gue sambil gendong anak gue yang habis gue kasih Asi)


" Elvano bang, dan panggilan nya baby EL"(kata gue ke Imanuel)


" Nama yang bagus, kalau boleh tau arti nya apa"(tanya Imanuel ke gue)


" Elvano arti nya, anak yang kuat hadiah dari Tuhan"(jawab gue ke Imanuel)


"Kamu harus jadi anak yang kuat ya nak, seperti nama mu"(kata Imanuel ke baby EL)


" Baby EL nya bobo, bobo ya sayang"(kata Imanuel ke baby EL sambil dia taro baby di bok nya)


Ikuti terus ya cerita nya.....jangan lupa like rate vote dan komen


Dukung terus ya cerita Author....terima kasih😊🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2