Disaat Cinta Harus Memilih

Disaat Cinta Harus Memilih
Episode 25 pergi nya Billy


__ADS_3

Setelah Billy berangkat kerja, gue lanjut kan istirahat, karena kepala gue pusing banget dan juga perut mual kayak di aduk- aduk.


Gak terasa sudah jam 12 siang, pantesan perut gue sudah demo minta di isi, gue ke luar dari kamar dan pergi ke dapur, karena gue lagi malas masak, gue cuma masak mie instan dan telor, setelah matang gue tuang mie ke dalam mangkok dan gue bawa ke meja makan, enak juga makan mie instan, sudah lama juga gue gak makan mie instan, semenjak gue menikah sama Billy, gue sudah jarang makan mie instan, karena Billy suka marah kalau lihat gue makan mie instan, karena kata dia itu gak baik buat kesehatan.


Setelah selesai makan, gue coba telepon mbak Rena, untuk kasih tau ke dia kalau gue mau keluar dari tempat kerja, setelah gue nunggu kurang lebih 2 menit, telepon pun di angkat sama mbak Rena.


"Hallo....Sa, ada apa telepon mbak, hari ini kenapa kamu gak masuk kerja"(kata mbak Rena ke gue di telepon)


" Iya mbak, gue hari ini gak masuk kerja, karena gue lagi kurang sehat nih"(jawab gue ke mbak Rena di telepon)


" Kamu sakit apa Sa, sudah ke dokter belum"(tanya mbak Rena ke gue di telepon)


" Belum mbak, paling entar sore, nunggu suwami gue pulang kerja"(jawab gue ke mbak Rena di telepon)


" Mbak.....gue mau keluar dari tempat kerja"(kata gue ke mbak Rena di telepon)


" Kenapa Sa, kok keluar dari tempat kerja, emang ada masalah apa, kalau boleh mbak tau"(tanya mbak Rena ke gue di telepon)


" Gak ada masalah apa- apa kok mbak, cuma gue mau jadi ibu rumah tangga aja, ngurus suwami di rumah"(kata gue ke mbak Rena di telepon)


" Iya ....sudah kalau itu sudah keputusan kamu Sa, mbak sebagai sahabat kamu selalu akan dukung apa pun keputusan kamu"(kata mbak Rena ke gue di telepon)


" Iya....mbak, terima kasih atas dukungannya"(kata gue ke mbak Rena di telepon)


" Maaf nih mbak, gue sudah ganggu waktu nya"(kata gue ke mbak Rena di telepon)


" Gak ganggu kok Sa, mbak lagi makan siang nih sama anak- anak, kamu sudah makan belum Sa"(kata mbak Rena ke gue di telepon)


" Sudah mbak, mbak salam ya buat Listy sama Winda"(kata gue ke mbak Rena di telepon)


" Iya....entar mbak, sampai kan salam nya, mbak matiin dulu telepon nya ya Sa"(kata mbak Rena ke gue di telepon)


" Ok....mbak"(jawab gue ke mbak Rena di telepon)


"Telepon dari Sa ya mbak"(tanya Listy ke mbak Rena)


" Iya....Lis, kata nya dia mau keluar dari kerjaan dan hari ini dia gak masuk karena lagi kurang sehat"(kata mbak Rena ke Listy)


" Kenapa Sa, keluar dari kerjaan, padahal jabatan dia sudah lumayan tinggi di kantor"(kata Winda nanya ke mbak Rena)


" Mbak juga kurang tau, alesan nya apa Sa, keluar dari kerjaan nya, tadi sih dia bilang cuma mau jadi ibu rumah tangga dan ngurus suwami"(kata mbak Rena ke Listy dan Winda)


" Iya...bagus juga sih, suwami Sa, juga orang berduit belum abang nya big bos"(kata Listy ke mbak Rena)


"Tadi mbak bilang Sa sakit, dia sakit apa"(tanya Winda ke mbak Rena)


" Sa ....gak bila dia sakit apa, dia cuma bilang lagi kurang sehat"(kata mbak Rena ke Winda)


" Gue ....perhatiin selama berapa hari ini Sa, sering mual dan juga dia sering makan rujak gitu, jangan- jangan Sa hamil"(kata Listy ke mbak Rena dan Winda)


" Aamiin......semoga aja Sa benar- benar hamil"(kata mbak Rena sama Winda)


" Sudah ...yok kita balik lagi ke kantor, jam istirahat nya sebentar lagi mau habis"(kata mbak Rena ke Listy dan Winda)


Setelah teleponan sama mbak Rena, gue tiduran di sofa depan tv sambil nonton film kartun, pas waktu gue asyik nonton film kartun hp gue bunyi, waktu gue lihat ternyata Imanuel yang telepon gue, ada apa ya kok dia tumben telepon gue"(kata gue dalam hati)


"Hallo.....selamat siang"(kata gue di telepon)


" Selamat siang juga Maria, maaf nih ganggu waktu istirahat nya"(kata Imanuel ke gue di telepon)


" Gak ganggu kok bang, ada apa ya kok tumben abang telepon"(kata gue ke Imanuel di telepon)


" Begini Maria, tadi Billy ke sini dan dia bilang kalau kamu mau keluar dari kerjaan dan dia juga kasih surat pemunduran diri kamu"(kata Imanuel ke gue di telepon)


Billy tadi ke kantor dan bilang ke abang nya kalau gue mau keluar dari kerjaan dan dia juga sudah kasih surat pemunduran diri gue, kok Billy gak bilang ya ke gue"(kata gue dalam hati)


"Kenapa kamu keluar dari kerjaan, apa ada masalah di kantor"(tanya Imanuel ke gue di telepon)


" Gak ada masalah apa- apa kok bang, aku keluar dari kerjaan karena ingin jadi ibu rumah tangga aja dan ngurus suwami, selama ini kan aku selalu sibuk dengan kerjaan"(jawab gue ke Imanuel di telepon)

__ADS_1


" Kamu gak usah bohong sama aku Maria, aku tau kamu keluar dari kerjaan karena Billy kan, dia yang melarang kamu untuk kerja lagi, karena dia cemburu, jangan kamu pikir selama ini aku gak tau, selama ini Billy selalu melarang kamu ini dan itu kan, jujur aja kamu sama aku Maria"(kata Imanuel ke gue di telepon)


" Gak kok bang, ini gak ada sangkut paut nya sama Billy, ini murni keinginan aku untuk keluar dari kerjaan, kalau masalah Billy cemburu, itu menurut ku wajar kok, bagaimana pun juga aku istri nya"(kata gue ke Imanuel di telepon)


" Bang kalau gak ada yang mau di bicara kan lagi, aku tutup ya telepon nya"(kata gue ke Imanuel di telepon)


" Ok....."(kata Imanuel ke gue di telepon)


Maaf bang, bukan maksud gue bohong sama loe, tapi gue gak mau ada kesalah pahaman lagi antara abang sama Billy, karena kalau gue jujur sama loe, loe pasti akan marah sama Billy, gue gak mau kalian sampai berantem"(kata gue dalam hati)


Seperti janji Billy tadi pagi, kalau dia mau nganterin gue ke dokter, dia tadi sudah telepon dan nyuruh gue siap- siap karena sebentar lagi, dia jemput dan kita langsung pergi ke dokter.


Mobil Billy sudah sampai depan rumah, gue cepat keluar dan tak lupa kunci pintu sebelum gue pergi.


"Selamat sore sayang"(kata Billy ke gue sambil dia cium kening)


" Selamat sore juga yang"(jawab gue ke Billy sambil cium tangan nya)


" Bagaimana apa masih mual dan pusing sayang"(tanya Billy ke gue sambil jalanin mobil nya)


" Masih yang, setiap habis di isi perut nya pasti keluar lagi"(jawab gue ke Billy)


" Mungkin itu asam lambung kamu yang, kambuh lagi, kamu sih yang makan nya suka telat"(kata Billy ke gue)


Jalanan lumayan padat hari ini, dan gue sama Billy sudah sampai ke rumah sakit, setelah daftar dan di suruh nunggu, karena lumayan banyak juga yang lagi pada berobat, kurang lebih 15 menit gue nunggu akhir nya nama gue di panggil juga.


"Selamat sore ibu pak"(kata dokter itu ke gue dan Billy)


" Selamat sore juga dok"(kata gue dan Billy ke dokter itu)


" Apa nih keluhan nya bu, mari saya periksa dulu, silah kan bu naik ke tempat tidur"(kata dokter itu ke gue)


" Begini dok, setiap saya makan pasti muntah lagi, dan juga kalau pagi itu mual dan pusing"(kata gue ke dokter itu)


"Silahkan duduk kembali bu"(kata dokter itu ke gue setelah periksa gue)


" Istri bapak, gak saki apa- apa"(kata dokter itu ke Billy)


" Ibu bulan ini sudah datang bulan apa belum"(tanya dokter itu ke gue)


" Belum dokter"(jawab gue ke dokter itu)


" Kalau boleh tau, ibu sudah telat berapa hari"(tanya dokter itu ke gue)


" 1 minggu dok"(jawab gue ke dokter itu)


" Begini pak bu, kalau prediksi saya istri bapak lagi hamil, tapi biar lebih jelas nya berapa hari usia kandungan nya, bapak sama ibu periksa ke dokter spesialis kandungan biar entar di usg"(kata dokter itu gue dan Billy)


Setelah ngucapin terima kasih sama dokter tadi, gue dan Billy pergi ke dokter spesialis kandungan, setelah daftar dan gak lama nama gue di panggil.


"Selamat sore pak Billy, ada yang bisa saya bantu"(kata dokter itu ke Billy)


" Selamat sore juga dok"(jawab Billy ke dokter itu)


" Begini dok, saya suka mual dan pusing, terus kalau perut nya di isi pasti keluar lagi"(kata gue ke dokter itu)


" Mari saya periksa dulu bu"(kata dokter itu ke gue)


" Selamat pak Billy, sebantar lagi anda akan jadi ayah"(kata dokter itu ke Billy)


" Usia kandungan istri bapak 5 minggu, dan masih rentan"(kata dokter itu menjelas kan)


" Apa ada makanan yang di larang dok"(tanya Billy ke dokter itu)


" Gak ada makanan yang di larang, selama bumil gak ngeluh"(kata dokter itu menjelas kan)


Setelah dokter kandungan itu manjelas kan ini dan itu, gue dan Billy keluar dari ruangan dokter itu menuju ke parkiran, setelah sampai ke parkiran dan masuk ke mobil, Billy ngomong.


"Selamat ya sayang, aku senang banget akhir nya kamu hamil juga, dan kita sebentar lagi dapat momongan"(kata Billy ke gue sambil meluk dan nyiumin gue)

__ADS_1


" Iya....sayang, aku juga senang banget akbir nya aku hamil juga"(jawab gue ke Billy)


" Sekarang kamu mau makan apa, biar aku beli kan"(tanya Billy ke gue)


"Aku gak mau makan apa- apa yang, kita langsung pulang aja ya"(kata gue ke Billy)


" Iya.....sudah kalau itu mau kamu, kita langsung pulang aja, tapi entar kalau kamu mau apa- apa bilang ya"(kata Billy ke gue sambil menjalan kan mobil nya)


Gue dan Billy sudah sampai rumah, gue langsung rebahan di atas sofa begitu gue masuk ke dalam rumah, karena kepala gue pusing banget.


"Sayang....bobo nya pindah ke kamar"(kata Billy ke gue)


" Entar dulu yang, kepala ku pusing banget"(kata gue ke Billy)


" Iya....sudah ayok aku gendong"(kata Billy ke gue sambil dia gendong gue masuk ke kamar)


" Iya....sudah kamu istirahat, aku mau mandi dulu"(kata Billy ke gue sambil dia masuk ke kamar mandi)


Setelah Billy tau kalau gue lagi hamil, dia begitu memperhati kan gue, dan dia selalu melarang gue, untuk melakukan pekerjaan rumah, karena itu Billy cari art untuk bantu gue mengerja kan pekerjaan rumah dan nemenin gue kalau dia lagi kerja.


Gak terasa kehamilan gue sudah 12 minggu, setiapa gue cek ke dokter Billy selalu nemenin gue, tapi malam ini gue lihat Billy kayak lagi banyak pikiran, gue coba nanya ke Billy.


"Sayang kamu kenapa, kelihatan nya gelisah, ada masalah di kantor"(kata gue ke Billy)


" Gak kok sayang, gak ada masalah apa- apa di kantor, sudah malam kenapa kamu belum bobo"(kata Billy ke gue sambil dia nyuruh gue tidur di dada dia)


" Kamu jangan bohong yang, aku perhatiin berapa hari ini kamu selalu gelisah, jujur yang, kalau ada masalah"(kata gue ke Billy sambil gue peluk dia)


"Aku lagi bingung sayang"(kata Billy ke gue sambil dia ngelus - ngelus rambut gue)


" Kamu bingung kenapa yang"(tanya gue ke Billy)


" Aku dari kantor dapat tugas ke Kuala Lumpur yang"(kata Billy ke gue)


" Tapi aku bingung, aku ambil apa gak, kalau gak di ambil jabatan aku mau di turun kan dan juga aku kena skor selama 2 minggu dan gak dapat gaji selama 3 bulan, tapi kalau aku ambil, bagaimana dengan kamu, apa lagi sekarang kamu lagi hamil"(kata Billy ke gue)


" Emang berapa lama, kamu di tugas kan ke Kuala Lumpur nya yang"(tanya gue ke Billy)


" Belum tau yang, kata atasan sih sampai kasus yang di sana selesai"(kata Billy ke gue)


"Iya sudah kalau menurut ku, kamu ambil aja itu tugas, kamu gak usah kwatir, di sini kan aku ada yang nemenin si mbok dan juga ada sahabat- sahabat aku"(kata gue ke Billy)


" Tapi yang, yang jadi permasalah nya itu, aku di sana gak tau sampai kapan, entah 1 bulan entah 2 bulan, karena dulu aja pernah aku di tugas kan ke luar negri itu lama, kadang sampai bertahun tahun, dan juga entar di sana aku pasti susah untuk ngehubungi kamu, satu kendala nya aku pasti sibuk banget, ke dua perbedaan waktu, dan banyak hal sayang"(kata Billy ke gue)


" Kalau aku sih terserah kamu yang, aku akan selalu mendukung apa pun itu keputusan kamu"(kata gue ke Billy)


" Iya.....sudah aku ambil tugas ini, tapi kamu harus janji ya, selama aku tugas di sana kamu harus jaga kesehatan dan juga kamu harus tunggu aku sampai aku balik dari tugas"(kata Billy ke gue)


" Karena aku gak tau, aku bisa ngehubungi kamu apa gak entar kalau di sana, sebisa mungkin aku akan usaha kan bisa kasih kabar ke kamu sayang"(kata Billy ke gue)


Hari keberangkatan Billy ke Kuala lumpur


"Sayang....semua nya sudah aku siapin ya"(kata gue ke Billy)


" Terima kasih ya sayang, kamu hati - hati di rumah"(kata Billy ke gue sambil nyium kening gue terus dia juga nyium perut gue sambil dia ngomong, dede baik - baik ya di dalam perut mami, papi pergi dulu, kamu jada mami ya)


"Mbok....saya titip istri dan anak dalam kandungan istri saya"(kata Billy ke si mbok)


" Iya ....tuan"(kata si mbok ke Billy)


" Sayang....aku berangkat dulu ya, sudah di tunggu sama anak- anak"(kata Billy ke gue)


" Iya ....hati- hati yang, kalau sudah sampai dan bisa kasih kabar ya"(kata gue ke Billy)


" Iya....sayang"(jawab Billy ke gue)


Ikuti terus ya cerita nya.....jangan lupa like rate vote dan komen


Biar Author lebih semangat lagi nulis nya😊😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2