Doa Untuk Suamiku

Doa Untuk Suamiku
Bab - 2 Selalu Begitu


__ADS_3

Hemmm ........


gak terasa udah bab 2 aja ini cerita,akhirnya kali ini aku bisa nulis dua ribu kata dong dalam satu bab.jangan bosan ya teman membaca nya,ini memang kisah nyata aku yang gak mau aku ceritakan ke teman dan keluarga ku,aku hanya berani menulis di sini saja,aku tanpa kalian gak akan senekat ini menulis ceritaku ini.


Masih tentang suamiku,


Tiap hari kami selalu bertengkar entah apa masalah nya pun kami tetap ribut,kadang aku sering di usir oleh suamiku tapi kadang aku menangis saja sambil diam aku takut juga di usir karena aku mau tinggal di mana lagi,aku sudah gak punya orang tua dan tabungan ,aku mengalah saja yang penting tidak di usir,walaupun suamiku banyak sekali kekurangan dan keburukan di dirinya dia mempunyai kelebihan yaitu dia tidak ringan tangan dan gak pernah memukul aku itulah yang aku pertahan kan dari dia jadi suami ku. ya walau kadang suka memukul anak perempuan kedua ku yang masih kecil itu,dia hanya memukul kaki aja sih tapi kadang aku sakit hati sama perbuatan dia itu ke anakku.


kami berdua punya anak kesayangan masing-masing,suamiku lebih sayang ke pada anak laki-laki pertama kami,karena dia lahir saat kami masih belum ada apa-apa dan jadi bahan hinaan keluarga ku,sedangkan aku lebih sayang ke anak perempuan kedua ku,karena dia lahir seperti tidak di inginkan oleh bapanya,dan sampai anak kedua pun lahir kami masih begini-begini saja,ya Allah ini kah yang di namakan kurang berkah rezqi kami.pdhal aku sering ibadah dan kadang bersedekah kepada anak-anak kecil.entah lah aku gak paham lagi kenapa begini nasib ku.


Jarang makan sering aku alami dengan anak-anakku,kadang mereka ingin jajan aku sedih karena aku gak punya uang lagi.setiap bulan gajian paling uang gajih itu bertahan hanya 3 hari, karena sudah habis di pakai bayar hutang sana sini, karena aku tipe orang yang boros dalam hal makanan apalagi buat anak dan suamiku kadang aku menghabiskan tanpa berfikir panjang bagai mana besok lagi,karena suamiku juga selalu berkata habiskan aja uang cari-carian,habis cari lagi .hahaha.............


Jika habis uang kami mencari lagi meminjam uang berbunga dengan sepupu nya suamiku dengan bunga lumayan besar.untuk memenuhi kebutuhan kami selama sebulan kedepan.ya setidaknya kami hidup tidak menyusahkan keluarga dan jadi pengemis di mata keluarga untuk meminta-minta.


kadang suamiku juga tidak jujur dengan gajih yang dia dapat karena dia membayar hutang obat-obatannya tiap bulan ke para pengedar obat jahat itu.


Saat anak pertama kami lulus TK kami pun kesusahan mencari uang buat menebus izajah nya karena harus bayar sebesar dua ratus ribu lebih saat itu,dan anak kami masuk sekolah butuh biyaya besar baju, sepatu ,tas dan peralatan tulis nya,dan juga uang masuk sekolah.tapi Alhamdulillah ada saja rezqi kami dapat hutangan untuk membayar semua itu.


hubungan ku dengan suamiku masih agak renggang karena masalah dia dan mantan sahabatku itu,aku mulai tidak fokus ke anak dan suamiku,aku mulai membalas dengan chat dengan laki-laki di sosial media tanpa bertemu karena mereka semua orang jauh,tapi di balik aku ingin balas dendam dan mencari kesenangan aku tetap melakukan tugas ku sebagai istri walaupun agak sedikit tidak ku perdulikan suamiku,saat itu ada seorang laki-laki yang membuat aku nyaman sekali dia tinggal di kota.dia seorang duda itu hanya pengakuan nya aku gak tahu betul atau tidak.dia sering memberi perhatian kepadaku dan baik kepada anak kedua ku karena dia belum punya anak,hatiku pun mulai goyah.


Tiap hari kami habiskan waktu dengan chat setiap hari tanpa bertemu,dan tiba suatu saat dia ku kenal kan dengan sepupu perempuan ku,dan gak di sangka kami pun bertemu di kota,ternyata dia ganteng banget beda dengan di foto,dia taat beribadah gak ketinggalan lima waktu nya,aku merasa nyaman sama dia gimana dong tapi aku cinta sama suamiku,saat itu yang kurasakan aku mau minta cerai saja dengan suamiku haha.....


karena aku dapat yang lebih perhatian lebih baik dan lebih sayang ke anak ku.dia mapan sudah punya rumah sendiri,


dia selalu saja bilang,


"Sudah tinggal di sini saja sama aku".


Terlihat jelas dia serius dong mau sama aku.Tapi gak terlalu aku respon sih karena aku hanya ingin bermain membalas suamiku saja.


Aku sering di ajak bermalam di kota dengan sepupuku,kadang-kadang aku bertemu dia sesekali Bahagia lagi hati saat ketemu dia.tapi aku langsung Sontak tersadar aku punya anak dan suami,jadi kami hanya bertemu saling ngobrol gak pernah melakukan apa-apa kok.tapi lama kelamaan aku muyak dan bosan dengan hubungan bermain-main ini.

__ADS_1


mungkin karena aku hanya ingin hiburan saja ya.


Akhirnya aku pun sudah jarang ikut sepupuku tidur di kota,lebih memilih menjaga anak di rumah dan kembali menerima Perbuatan suamiku yan pernah menduakan aku.


kami masih saja sering bertengkar dan bertengkar entah apa pun itu selalu saja ribut tidak jelas.jujur saja aku lelah dengan semua ini,kadang dia itu selalu bilang iya, iya, iya saja tapi kenyataannya nihil lagi.dan aku hanya di beri janji palsu dan harapan palsu.


kadang di benak ku terlintas "Kenapa tidak aku guna-guna saja suamiku agar tunduk dan menurut denganku semua perkataanku".


Tapi,dimana ada dukun yang betul-betul nyata bisa membuat hal seperti itu,jujur saja niat ku memang ingin menguna-guna tapi hatiku banyak keraguan dan tidak pernah yakin dengan hal yang sangat mustahil bagiku.


"Ya Allah dimana tempatku mengadu selain engaku,tak pernah ada keraguan di benakku jika engkau memang menghendaki semua nya,karena engkau maha kuasa yang membolak-balikkan hati seseorang.


Sesekali aku pergi ke makam orang tua ku yg untuk curhat kepada mereka,apa yang aku alami dan rasakan.masa bahagiaku hanya bisa ku rasa saat masih ada mama dan bapa saja,aku fikir setelah menikah hidup ku akan bahagia dan lebih baik lagi perekonomian kehidupan ku,tapi nyata nya salah.Aku fikir aku gak akan dapat masalah lagi saat punya suami bodoh nya aku kenapa baru bisa merasakan penyesalan sekarang,kenapa tidak dari dulu aku sadar saat belum punya anak ketika dia menghianati ku pertama kali dengan temanku juga.


dari dulu aku sudah di saran kan untuk pisah dengan Kaka dan bapaku,tapi mereka semua ku bantah karena aku gak mau jadi istri yang durhaka,aku ingin sekali menjadi istri yang berbakti saat itu,walau luka yang di buat suamiku dulu sudah cukup dalam.


ALmarhum bapaku pernah bicara kepadaku dulu,


tapi aku menjawab "gak pak insyaallah dia bisa membahagiakan aku kelak.


" Dan bapaku menjawab dengan nada rendah "Baiklah nak itu pilihan mu,jadi kalau suatu saat kamu tidak bahagia itu pilihan bapa."


"Dalam hatiku berkata aku akan buktikan ke bapa kalau aku akan sukses dan akan ku buktikan itu."


Baru aku rasakan saat ini Ternyata ucapan bapaku benar,Sakitnya ya Allah apa yang harus aku lakukan semua sudah terlanjur,Andaikan aku gak punya anak dan aku sudah tau sifat suamiku begitu tidak panjang fikirku langsung aku nekat meninggalkan nya walau hatiku masih cinta.


Sering dia buat salah kepadaku gak pernah sakalipun dia mengucapkan maaf ke padaku,selalu aku yang melemah untuk mendekati nya dan ingin kan pelukan hangat dari nya,sesekali setiap berbuat salah dia tidak pernah lagi mengucapkan maaf tapi selalu aku lagi yang mendekatinya dan ingin di peluknya.aku merasa cintaku seperti bertepuk sebelah tangan yang gak akan pernah berbunyi saat di tepukkan.


Hampir tiap hari aku selalu memohon agar dia berubah,dia selalu menjawab " iya suatu saat nanti aku berubah,gak selamanya aku begini-begini terus ." Jawabannya seperti itu membuat aku luluh dan lemah lagi, Berapa Minggu kemudian aku bertanya lagi dan jawabannya pun masih sama " iya suatu saat nanti aku berubah, gak selamanya aku begini terus."


Terkadang aku bisa muak hanya ucapan yang aku dapat tapi tidak bukti nyata. sudah lembut aku nasehati, sudah cara dengan marah aku nasehati tapi apa? semua itu hanya kata janji bukan bukti.

__ADS_1


Pernah aku kehabisan kesabaran ku ceritakan semua dengan orang tua nya,mereka seperti tidak ada yang percaya,aku seperti wanita yang hanya bisa mengarang cerita untuk menjelek-jelekan suamiku. aku sadar dari awal aku menikah dengan suamiku mereka tidak ada yang suka apalagi setuju dengan ku tapi terkadang aku selalu tidak tau diri ingin selalu akrab dan dekat dengan mereka,karena aku fikir siapa tau suatu saat mereka akan menyukai ku dalam hatiku berkata.


Terkadang orang tua nya sering menasehati,tapi selalu di bantah dan jawab oleh suamiku,ya Allah kasian suamiku berdosa sekali dia,sering membantah dan marah-marah kepada orang tuanya.setiap hari aku berdoa agar dia berubah dan menjadi orang tua yang baik buat anak-anak kami kelak.Aamiin


tapi pernah sekali pun Allah mendengar doaku,kenapa ya Allah kenapa? apakah ini karma buat diri ku yang tak pernah me dengarkan nasehat orang tua ku dulu.


jika ini memang karma hamba mohon cabut penderitaan ini ya allah sudah terlalu lama hamba menjalanin kehidupan seperti ini tapi tiada ujung akhir dari deritaku.


Hidupku di penuhi dengan orang yang membenciku,apakah aku sial ya Allah ?.Apa aku tak pantas bahagia walau hanya sekali,kebahagian yang paling bahagia aku rasakan yaitu mempunyai sepasang anak laki-laki dan anak permpuan,aku merasa seperti wanita sempurna.tapi di kehidupan percintaan keluarga dan pertemanan aku adalah manusia paling sial di dunia ini.


Dulu aku merasa bahagia itu ketika punya suami ternyata salah,suami bagiku hanya musuh yang bermuka dua,saat dengan ku dia baik di belakang ku dia warmuka lain lagi.


dia selalu menjelek-jelekan aku jika di depan lawan jenis,entah mencari perhatian atau memang aslinya gak suka dengan aku.


saat aku lelah berdoa untuk kebaikkannya.


ya Allah jika dia tidak bisa berubah untuk ku,tolong buka kan pintu hatiku ya Allah sadarkan aku bahwa dia memang bukan yabg terbaik untukku.


gak sadar air mataku pun menetes mengetik ini,bayangkan dari awal menikah aku hanya di sakitinya tapi aku selalu berusaha sabar dan berdoa untuk dia agar di beri hidayah dan di sadarkan dari perbuatan buruknya.2009 sampai detik ini 2021 perbuatannya pun masih tetap sama tidak ada perubahan yang ada hanya tambah parah.


Setelah aku berbesar hati ingin berdamai dengan keadaan,tak sengaja kami berkunjung kerumah sepupu suamiku,di situ ada teman-teman suamiku yang sedang mabuk,tak sengaja mereka pun bercerita tentang masalalu suamiku yang sering pergi ketempat perempuan nakal Waktu masih belum pacaran dengan ku,sontak hancur sekejab hatiku dan perasaan ku saat itu. kenapa sihh selalu saja aku tau waktu sudah punya anak dua,kenapa tidak ada yang cerita saat kami masih pacaran,aku marah sebenarnya dengan sepupu dan teman-temannya suamiku,kenapa harus bercerita di saat sekarang di saat aku melupakan semua masalah ku dengan suamiku,di saat kebiasaan buruk suamiku terdengar di telingaku aku langsung diam dan senyum pucat sambil melirik suamiku dengan tatapan jijik dan geli.


Aku pun menutupi rasa marah ku kepada suami ku di hadapan teman dan sepupunya,aku selalu tersenyum menganggap seperti tidak terjadi apa-apa.padahal dalam hatiku aku ingin pulang menggosok gigiku dan seluruh badan ku dan ingin ku cuci dengan air kembang tujuh rupa.akhirnya ada kesempatan ku dan suami untuk pulang dengan alasan anak kami sudah ingin pulang karena mengantuk.suamiku sudah hapal sifatku dan tau kalau aku dia aku pasti sedang marah.di perjalanan pulang suamiku bicara kepadaku "de kenapa diam?" jawabku dengan nada pelan "gapapa". dia mulai membahas "Itu bukan aku de,tapi suaminya sepupuku " ku jawab lagi "kalau itu bukan kamu kenapa kami diam aja seharus nya jelaskan".


"Aku gak enak sama suaminya sepupu ku de,makanya aku diam aja." Tapi tetap aja aku merasa jijik dan jengkel kepada suamiku.Tapi firasatku mengatakan kalau itu memang suamiku,karena memang itu hobby nya. judi,mabuk,obat-obatan,dan wanita malam.


Kapan pintu hati ku di bukakan agar segera membenci nya,aku lelah dengan semua kebohongan yang selalu dia berikan untuk ku.


aku lelah menjadi wanita yang selalu dia bohongi,aku lelah selalu mejadi wanit sabar untuknya aku bingung aku harus apa kali ini?.


Apa aku harus tetap bertahan Lagi.

__ADS_1


__ADS_2