Doa Untuk Suamiku

Doa Untuk Suamiku
Bab - 6 Menyakitkan bukan


__ADS_3

Akhirnya aku pun di bawa ke kota di rawat di sana dengan keluarga Rian,aku gak pernah sekali pun mendapat kan perlakuan yang menyakitkan hati dalam keluarga rian.aku sekarang hanya berpasrah saja kedepannya harus bagai mana,aku gak bisa membalas kebaikan keluarga Rian dan aku gak bisa membayar semua ini.kedua anak ku sudah di pindah kan sekolah di kota dan kami betul-betul jauh dari pandangan suami ku.setelah beberapa bulan aku akhir nya sudah bisa mulai duduk dan perlahan mengeluarkan suara ku,dengan kesabaran Rian akhirnya aku pun sembuh,ternyata aku baru tau Rian sudah berhenti kerja selama berbulan-bulan demi merawat aku.yang lebih mengejutkan aku Rian pun sudah satu tempat tidur dengan ku.tenyata waktu aku mengalami syok lagi waktu suami ku bermain lagi di dekat ku aku tambah parah,dan aku sudah di nikah kan dengan rian.mau bagaimana lagi aku hanya pasrah saja.


suami ku pun sudah di kirim kan oleh Rian foto pernikahan kita,ternyata foto pernikahan ku hanya di tempat tidur ternyata aku menggunakan baju pengantin layak nya seorang pengantin,aku bertanya dengan Rian " anak-anak mana ku mana ?" begitu aku sadar aku langsung menanyai nya,Rian langsung berteriak "Ma istriku sudah sadar ". dan aku mengernyitkan dahi ku, "istri,kenapa kamu bilang aku istri ?" Rian pun menjelaskan dengan perlahan. Alhamdulillah kata orang tua nya "Mamah mau pesan catering dulu ya buat acara kita malam ini " Rian pun menjawab " iya mah jangan lupa undang semua keluarga mah biar mereka tau Rian udah punya istri ". dengan senang nya Rian pun menjawab dengan kegirangan.


Ternyata aku sudah sakit selama 5 bulan lebih badan ku jadi kurus dan badan ku putih seperti wanita yang perawatan tiap hari.setelah 5 bulan lebih aku pertama kali nya menginjak kan kaki ku di lantai,langkah kaki ku pun terasa ringan sekali beberapa kali aku hendak terjatuh namun di tangkap oleh Rian. Sebenar nya aku sudah bisa mulai bicara tapi aku terlalu malas untuk berbicara seperti nya aku hidup tidak dengan iklas namun keterpaksaan karena tak bisa lagi melihat suami ku,dan sudah 4 bulan yang lalu aku gak ketemu suami ku lagi. dan aku dengar suami ku masih dengan wanita itu.mungkin dia memang suka atau memang gak ada pilihan lain lagi entah lah aku juga bingung dan malas memikirkan.


Malam ini pun acara syukuran atas kesadaran ku sepenuh nya,kami mengadakan sholat berjamaah aku pun ikut sholat dengan menggunakan kursi roda.dan acara makan pun tiba,kami makan bersama bercanda gurau melihat keluarga mereka sangat baik dan harmonis.tante dan paman nya Rian pun sangat baik kepada ku seperti sudah lama kenal dengan ku,dan juga baik terhadap kedua anak ku.tak lama kemudian mereka pun mulai bubar karena hari sudah mulai larut malam.dan tiba-tiba bel pintu pun berbunyi aku dan Rian masih duduk di ruang tamu,Rian sedang memijat kaki dan tangan ku yang sedikit keram.


Rian pun membuka pintu dan aku mendengar suara Rian dengan lantang "ngapain kamu kesini ada urusan apa ?" . aku pun kaget aku Fikri itu suami ku datang kesini.aku pun naik ke kursi roda dan mendorong nya perlahan ternyata seorang perempuan yang sedang memeluk Rian dengan kuat,Rian sangat terlihat ingin melepas pelukan wanita itu.tiba-tiba adik Rian pun keluar dan mendorong kursi roda ku mendekati Rian.


"Ngapain lagi sih kamu kesini gada punya malu yah ?"


wanita itu pun berlutut di kaki Adik nya Rian dan mendorong nya,


"Pergi sana sebelum aku panggil satpam yang seret kamu keluar".Ternyata itu mantan nya Rian yang hanya ingin kan uang Rian saja.

__ADS_1


"Kenal kan ini istri ku,aku sudah nikah 2 bulan yang lalu " ujar Rian. wanita itu langsung mendatangi ku dan mau menampar ku Namun Sempat di tahan oleh adik Rian. " Ini saingan ku wanita cacat renda sekali selera mu sayang ".wanita itu mengatai Rian "Kaka ipar ku gak cacat dia lagi sakit jaga bicara mu " adik Rian pun membela ku.


ya Allah cobaan apa lagi aku ini di sana aku di tampar pacar suami ku,di sini aku juga mau di tampar mantan pacar suami ku.hidup ku seperti drama saja.memuak kan dan membosankan bagi ku.aku langsung masuk ke kamar dengan mendorong kursi roda ku dengan pelan-pelan.aku malas mendengar mereka berdebat.biar lah itu jadi urusan mereka.aku mencoba naik ke tempat tidur dan langsung berbaring di kamar ku. gak lama kemudian Rian pun masuk dan memeluk ku sambil berkata " Sayang aku kangen kamu yang waktu pertama aku kenal , boleh kan aku peluk kamu sekarang ." aku hanya mengangguk kan kepala ku.


Rian mulai mendekati ku dengan lembut nya sambil memeluk ku sambil berkata " maaf kan aku ya sayang atas kejadian malam ini ." dan lagi aku Hanya mengangguk kan kepala ku dengan perlahan,kami pun tertidur terlelap malam ini bersama.dan pagi pun tiba aku bangun untuk membuat kan suami baru ku sarapan dengan mengguna kan kursi roda ku.tetiba tak lama aku membuat sarapan Rian pun bangun dan memeluk ku dari belakang, " jangan tinggalin aku ya kalau mau bangun jangan lupa bangunin aku juga soal nya sayang masih belum pulih benar." dan kali ini pun aku hanya mengangguk kan kepala ku,sebenar nya aku rada sedikit kesal dengan kejadian tadi malam,suami baru ku di peluk mantan nya mungkin aku sudah ada perasaan dengan Rian jadi rada sedikit cemburu.


" Sayang mau apa hari ini mau kemana lagi tanya nya,? " aku menggeleng kan kepala saja.dan tiba-tiba kedua anak ku bangun dan memeluk ku dengan erat lagi sambil berkata "ma kami kangen bapa " aku hanya menatap mereka dan gak bisa berbuat apa-apa kali ini untuk anak ku.sebenar nya aku pun sangat rindu sama suami ku maksud nya mantan suami ku,tapi apalah daya ku.tiba-tiba rian menyentuh pundak ku sambil tersenyum manis kepada ku. ayok siap-siap kita jalan kesana, anak- anak ku pun ber sorak gembira mendengar ajakan ayah baru mereka.


Sepanjang perjalan aku hanya diam dan melamun mungkin karena aku belum pulih sepenuh nya.semakin dekat aku semakin deg deg gan untuk bertemu mantan suami ku.


kami pun turun dari mobil memberanikan diri untuk berdebat dengan wanita super itu. dan aku pun perkuat kan kaki untuk turun gak menggunakan kursi roda."Asalamualaikum " waalaikumsalam ".mantan suami ku terkaget melihat kami,dan wanita super itu duduk saja makan di kursi dengan gaya bos,sedang kan mantan suami ku hanya duduk di bawah Kaki nya makan,benar-benar di perlakukan seperti kucing dia.


dia pun lari memeluk kedua anak nya,dan ingin memeluk ku dan kali ini Rian menahan nya, " maaf mas Deus, ley sekarang sudah sah istri saya jadi gak bisa menyentuh nya lagi ,mantan ku pun mundur dan terduduk menangis hanya memeluk anak-anak nya saja.aku hanya diam saja gak mau berkata-kata biarkan saja suami ku yang mengurus mantan ku sekarang.


" Mau ngapain kesini,mau ambil suami kamu ya niih ambil aja gak sanggup juga aku pelihara laki-laki penyakitan dan gak bisa apa- apa sekarang impoten lagi" perempuan itu langsung masuk dan mengambil plastik hitam dan melemparkan ke wajar mantan ku, "hahah benalu" dia sambil tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Tak banyak omong Rian langsung menarik mantan ku dan membawa nya ke dalam mobil.di perjalanan anak-anak mengeluh dengan bau badan bapa nya dan Bau plastik yang di peluk mantan ku. "Rian pun menegur nya dengan sopan " mas Deus sudah mandi ? " mantan ku hanya menggeleng. "itu apa mas di plastik " ternyata baju dan pakaian dalam nya yang gak pernah di cuci. " maaf mas buang aja ya nanti saya ganti dan kita pergi berobat hari ini ." mantan ku pun melemparkan plastik itu kepinggir jalan. suami ku turun untuk membeli peralatan mandi dan rexona.kami mencari musholah agak bisa menyuruh mantan ku mandi,setelah dia mandi suami ku mencari kan salon untuk mencukur rambut nya.setelah bersih kan anak-anak sudah mau berpelukan dengan bapa nya di dalam mobil.dan mengajak kami makan bersama di lestoran.mantan ku di perlakukan seperti raja hari ini dengan suami ku.


aku duduk tepat di depan mantan ku,dan suami ku duduk di samping ku.dia hanya tertunduk malu tak berani menatap ku,tapi beberapa kali dia melirik ku selalu tertangkap basah dengan ku.


di samping itu aku makan selalu di suapi oleh suami ku di depan nya,karena tangan ku belum terlalu mahir aku gerak kan setelah aku sakit 5 bulan lebih.


mantan ku memberanikan diri berkata " Tambah manja de sekarang makan di suapi " aku diam saja dan Rian yang menjawab " Maaf mas dia baru kemarin sadar dari koma nya ". mantan ku kaget " serius selama itu ley koma ?" . anak- anak kami yang menjawab "iya pa, mama baru sadar kemaren".


" Maksih bro sudah jaga kan mantan istri ku dan menyayangi anak-anak ku." " aman bro memang itu tugas nya laki-laki menjaga wanita bukan menyakiti nya." dan mantan ku menjawab "hanya aku laki-laki bodoh yank menyakiti istri ku demi kepuasan sesaat." aku pun reflek menjawab " Alhamdulillah kalau sadar ".


mantan ku hanya tertunduk menangis.


"Sudah mas Deus penyesalan memang datang belakangan,gak ada guna nya menyesali itu semua,dan semua sudah terjadi gak akan bisa di kembalikan lagi."


mantan ku hanya mengangguk kan kepala sambil menyuap makanan kedalam mulut nya. selesain makan kami pun bergegas mencari rumah sakit untuk mengobati penyakit mantan ku. dia pun bertanya mau di bawa kemana aku ,suami ku menjawab mas Deus kita obatin dulu sampai sembuh ya ,kalau sudah sembuh baru saya bantu cari kerjaan.mantan ku menangis dan memeluk suami ku mengucap kan terimakasih.dan dia izin ke suami ku untuk memeluk ku untuk Yang terakhir kali nya aku menolak sebenar nya karena menjaga perasan suami ku,tapi suami ku mengizinkan aku di peluk oleh mantan ku,dengan erat nya dia memeluk ku sambil berkata terima kasih untuk 12 tahun ini mau hidup sakit dengan ku dan sabar menghadapi ku.aku hanya mengangguk kan kepala ku sambil tersenyum.Asal kan kamu tau aku setiap hari berdoa untuk kesadaran mu wahai mantan suami ku.tapi Allah berkehendak lain atas doa ku.tak pernah luput doa ku untuk mu.dan sekarang aku hanya bisa berdoa untuk kebahagian mu dan mendapat kan pengganti ku yang lebih baik dan sabar.

__ADS_1


mantan ku pun di rawat sampai sembuh dan di bayarkan oleh suami ku,setelah 2 minggu dia di obati akhirnya dia sembuh dan kembali gemuk lagi seperti saat bersama ku dulu.dan suami ku menepati janji nya untuk mencarikan pekerjaan untuk nya.dan sekarang dia memiliki gajih tetap.suami ku sering menasehati mantan ku kalau punya uang harus menabung sedikit untuk anak dan masa depan nya.suami ku mengenal kan teman nya yang lumayan orang berada,dan mulai mengadakan pertemuan untuk mereka bedua siapa tau mereka saling suka.sebenar nya aku rada sedikit gak setuju dengan rencana suami ku yang men jodoh kan mantan ku dengan teman nya.aku seperti masih saja cemburu dan gak terima kalau mantan ku dekat dengan wanita lain.


__ADS_2