Doa Untuk Suamiku

Doa Untuk Suamiku
Bab - 4 Seperti Drama


__ADS_3

Kami pun saling berjabat naman dan saling menyebutkan nama "Rian " sambil tersipu malu dan aku pun menyebut kan nama ku "ley" jawab ku. kami pun tertawa bersama sembari memakan makanan yang dia beli kan untuk kami.dan akhirnya udah malam dia pun berpamitan untuk pulang. di bilang " kalau saya sampe di rumah nanti saya telpon boleh gak ?" . aku menjawab " boleh, tapi sebaik nya istirahat saja dan tidur,kapan-kapan mampir lagi boleh kok." tak selang 1 jam dia menelpon ku dengan alasan gak bisa tidur dan agak sedikit khawatir dengan kami.


Dan aku pun membahas hal yang tadi terjadi saat suami ku datang kerumah. " kenapa tadi jawab begitu menjaga dan membahagiakan aku ," tanya ku " memang nya kenapa ? gak boleh ya ?" . "bukan nya begitu mas tapi, makasih ya atas kebaikan nya hari ini ." dan akhir nya kami saling bercanda dan tertawa lepas akrab seperti kenal udah lama sekali,karena sudah bisa saling bercanda.karena besok hari Minggu pagi-pagi dia datang kerumah mengetok pintu,aku pun kaget gak ada janjian ko dia bisa datang."Looohhhhhh ,ada apa pagi-pagi gak kerja ?". "ini kah hari Sabtu aku libur kerja ayo kita jalan ke kota bawa anak-anak". kedua anak ku mendengar lalu bersorak kesenangan " horeeeeee jalan-jalan naik mobil " aku hanya senyum malu mendengar ucapan anak ku sambil meliat " Rian ".


kami pun bersiap untuk berangkat,anak ku di ajak berenang dan jalan ke mall untuk bermain dan makan-makan.kami pun di belikan nya baju beberapa pasang.aku melihat sosok seorang Rian ini seperti nya dia menyukai anak-anak ku,entah lah mungkin dia kasihan melihat anak tanpa Seorang bapa dan kasian dengan ke adaan kami.setelah kami kelelahan kami pun berjalan menuju pulang.tiba-tiba Rian memutar arah aku tanya "kita kemana mas ?". "mau jenguk mamah sama papah sebntar" jawab nya.


"oh orang tua mas Rian" dia membalas ku dengan mengangguk dan tersenyum manis sekali.tiba lah di sebuah perumahan mewah di kota,dia membunyikan klakson mobil dan datang lah Seorang security membuka kan pagar rumah nya,kami pun masuk ke halaman yang sangat amat kuat,seperti rumah di filem-filem di tv aku meliat dengan kagum,anak ku pun berkata "waah besar sekali istana nya". rian pun menjawab "ini rumah sayang bukan istana" sambil tertawa geli.


begitu turun dari dalam mobil kami pun di sambut hangat dengan kedua orang tua nya Rian. "Asalamualaikum mah pah", "waalaikumsalam jawab mamah papah nya".


"Waah Rian sebulan gak pulang udah bawa istri dan cucu buat mamah " . Rian pun hanya tersenyum malu sambil melirik aku "ayoo masuk kita ngobrol di dalam ". kami bersalaman dan anak-anak ku juga bersalaman ke pada kedua orang tua nya Rian.


Rian punya adik yang masih kuliah dia seorang perempuan yang bernama Rita, dan dia suka sekali dengan anak-anak. Rian mengenal kan aku kepada keluarga nya,"mah pah dek ini calon istri Rian mah". Tersentak aku kaget gemetar dan melirik rian sambil memberi mimik wajah yang berkata ini " ada apa ?" ........


tibalah ke pembicaraan serius, lalu adik nya Rian membawa anak-anak ku ke taman belakang rumah dan bermain,karena adik nya Rian memang suka anak-anak.


"Orang mana istri mu Rian ?" tanya mamah nya.


"orang di daerah sana mah ". tanpa basa basi si mamah menanyai kami kapan acara buat segera kalian menghalal kan agar tidak terjadi hal yang di ingin kan. Rian menjawab "Insayallah segera nah bulan depan." aku kaget antara marah dan malu.kenapa Rian tega sekali begini dengan aku.kami baru kenal kemarin dia sudah membuat aku galau begini,jujur yang ada di fikiran ku hanya lah suami ku, aku masih cinta suami ku,dan aku gak mau membuat Rian kecewa."apa pun pilihan mu mama akan mendukung kamu nak selagi ini pilhan kamu sendiri dan kamu bahagia." aku langsung memberani kan diri bersuara "Maaf mah pah Mas Rian kami baru kenal kemarin satu hari saya gak tau harus apa Antara senang dan sedih,saya baru berpisah dengan suami saya satu bulan saya belum lepas masa idah."tapi kan suami kamu Sudah punya istri" jawab Rian "Tapi gak papa kalo kamu masih mau menunggu kalau itu mau kamu"sambil tersenyum dengan manis nya.


Begitu toh cerita nya kata orang tua nya Rian, kalian cara jalan mana baik nya saja kami selalu mendukung Rian dengan calon nya.kami pun sudah mulai akrab sudah hampir sore kami di ajak makan di rumah aku di suruh membantu mamah nya Rian masak,aku grogi karena takut salah masak,karena dari rumah saja mewah apalagi makanan nya. Rian merangkul ku di samping mama nya "Santai aja gak usah grogi sayang rileks aja " aku cepat-cepat mendorong Rian karena malu dengan orang tua nya.


"Rian memang begitu anak nya maja,dia orang nya gak suka pilih-pilih ,dia pernah pacaran satu tahun akhir nya ketahuan cewe nya tukang selingkuh,dia memang berniat untuk cari istri saja gak mau pacaran ." aku hanya mengangguk kan kepala ku dan tersenyum.


Masakan kami pun masak dan kami makan bersama di situ,baru kali ini aku merasa di hargai sebagai seorang keluarga dan aku merasa seperti suami istri dengan Rian. perhatian yang gak pernah suamiku berikan telah di laku kan seorang rian.dia baik banget sebagai seorang lelaki,ya di sini aku berfikir mungkin goresan nasib ku aku dapat suami masih lajang setidak nya aku bisa membuktikan ke suami ku kalo aku bisa dapat yang lebih baik dari dia.meliat makanan banyak di meja aku hampir menetes kan air mata ku,aku teringat suami ku dia suka makanan yang banyak dia kuat sekali makan,apakah dia sudah makan dalam hati ku berkata.


setelah kami makan kami bersiap untuk pulang tapi di luar hujan nya sangat deras Rian pun takut untuk pulang karena dia Taruma dengan hujan deras,akhir nya kami membatalkan untuk pulang, kami di suruh tidur di sana.anak ku tidur di kamar adik nya Rian.


aku tidur di kamar Rian dan Rian tidur di kamar khusus tamu.mamah dan papah nya di jemput karena ada arisan keluarga jadi mereka tidak pulang kerumah malam ini karena tidur di hotel.sebenar nya Rian mau ikut dan sekaligus mengajak ku untuk di kenal kan di keluarga besar mereka,aku belum Siap untuk lebih maju. aku berbaring di tempat tidur rian dan tiba-tiba hape ku berbunyi ternyata Rian menelpon "Haloo kenapa ?," boleh aku "masuk ke kamar mu ?" katanya rian "looh ini kan kamar mu kenapa harus minta izin sama aku". " hehehe ada yang mau aku bicarakan." "Kao gitu aku saja yang keluar kita bicara di luar ," . "gak usah jawab nya aku saja yang kesitu." aku deg deg deg gan dia mau masuk ke kamar dan kami hanya berdua..

__ADS_1


Tok ... tok.... aku gemetaran pucat.... "iya masuk jawab ku"


dia duduk di samping ku dan tersenyum manis sekali.tanpa di sangka tiba-tiba dia memeluk ku aku merasakan kehangatan dari dia tapi otak ku selalu kepikiran suami ku. tak terasa pun sangking kuat nya dia memeluk ku kami pun terbaring di atas tempat tidur,dia menatap ku dan dia mulai memajukan bibir nya dan mau mencium ku,tapi aku selalu menolak dengan memalingkan wajah ku, tapi sesekali dia menoleh kan kepala ku agar wajah ku di depan nya. "mas Kita baru kenal loh kata ku " dia gak menjawab pertanyaan ku tetap mencium kening ku.dia berkata " aku ingin tidur sama kamu malam ini saja boleh,aku janji gak bakalan ngapa-ngapain kamu ." suasana pun semakin hangat,dia hanya memeluk ku saja semalaman.karena gak ada orang di rumah hanya ada adik nya Rian itu pun mereka di kamar atas gak turun-turun.


Papah dan mama nya Rian besok sore baru pulang.


"Ka boleh gak aku bawa Daffa dan Azalea jalan-jalan ke mall."


"iya boleh hati-hati ya dek,Daffa Azalea gak boleh minta macam-macam ya gak boleh nakal ." anak-anak langsung kegirangan pergi jalan-jalan . aku membuatkan sarapan susu dan roti Bakan buat Rian yang sedang menonton tv di ruang keluarga.


Rian menarik ku dan berbisik " gak ada orang loh di rumah cuman kita berdua ". aku langsung mendorong badan nya Rian dan duduk sedikit menjauh.aku pikir dia orang nya kalem ternyata dalem hahaha ...... di berbaring di pangkuan ku sambil minta di belai rambut nya ya ampun asli manja banget dia.


"Aku janji gak bakalan ngapa-ngapain km sampai kamu jadi milik aku ko jadi jangan takut".


Tiba-tiba aku menyentuh wajah nya sedikit demam,seperti nya dia terserang flu,aku menjaga nya dan merawat nya seperti anak ku sendiri,karena umur dia lebih muda dari ku dua tahun.


Di saat Rian sedang tertidur tiba-tiba hape ku berdering,begitu aku liat suami ku menelpon ku,nama nya pun di hape ku masih belum aku ganti "MY LOVE" .aku pun deg deg gan ada apa ya di saat aku memikirkan dia ternyata dia menelpon ku.


"Halo "....... nada suara nya agak ketus.


"Iya halo "... jawab ku.


"Mana anak-anak ku,dari kemaren aku mau ajak mereka jalan sampe hari ini dia gak ada di rumah ?".


"Ngomong lembut sedikit kan bisa,aku loh mama nya anak-anak mu juga,jawab ku lembut dan nada pelan karena takut membangun kan Rian yang sedang ter tidur.


"Kamu di mana pulang sekarang "........


Tiba-tiba Rian pun bangun dan langsung berkata "itu siapa sayang ?". aku kaget dan menjawab "Bapa nya anak-anak".

__ADS_1


"Oh pacaran kamu ya di mana kamu pulang sekarang,pantasan aja kamu ninggalin aku hari itu karena ada pacar mu ya" jawab suami ku sambil marah-marah dengan nada tinggi.


hape ku di rebut oleh Rian dan langsung menjawab telpon suami ku, "Maaf bang kami lagi di luar kota,kami belum bisa pulang sekarang,anak-anak aman sama kami di sini,karena ley, Daffa dan azalea ,saya yang bawa jadi mereka tanggung jawab saya.ini saya yang kemarin gak sengaja nabrak mantan istri mas,saya juga ngasih kabar, kalo bisa cepat di urus surat cerai nya kerena saya mau menjadikan mantan istri mas sebagai istri saya.mas jangan khawatir istri mas dan anak-anak akan saya jaga dengan baik dan akan saya bahagia kan."


Tut.....tut.....Tut .....


tiba-tiba di matikan dengan suami ku.


Mungkin dia agak sedikit syok dengan perkataan Rian yang sedikit tapi sedikit menusuk hati nya.


Rian mungkin sedikit tidak enak hati,dan langsung mengajak ku untuk pulang,sedangkan anak-anak kita jemput di depan moll saja.


di perjalanan rian sangat terlihat tidak enak badan muka nya merah bibir nya pucat.aku sedikit agak gak tega meliat dia yang sedang sakit.


Dan akhir nya kami sampai di rumah,ku liat dia seperti lemas sekali akhir nya aku suruh dia tidur saja di rumah malam ini dengan anak-anak.gak lama kemudian suami ku datang memanggil daffa Azalea kami pun keluar,"ada apa ?" . "ini nasi goreng buat anak-anak" . "makasih jawab ku" . anak-anak sedang berpelukan dengan bapa nya di luar rumah ,mereka melepas rindu dengan bapa nya aku hanya melihat saja di depan pintu,karena dia gak ku suruh masuk,ada pacar nya suami ku duduk saja di atas motor dengan wajah cemberut dan muka jutek nya.


"Maafin bapa ya nak," anak- pun menjawab "iya pa ".


"Jagain mama kalian ya kalo ada apa-apa sama mama telpon bapa."


entah apa yang ada di fikiran suami ku,aku sedikit terharu dengan pesan nya denga anak-anak.


tiba-tiba "Sayang cepat dong banyak nyamuk".


" tunggu sebentar " dengan nada tinggi pacar nya di bentak depan ku, hati ku bahagia sekali meliat wanita itu di bentak oleh suami ku.Dan akhir nya anak-anak di suruh masuk kedalam dan berpamitan. Tiba-tiba suami ku memegang tangan ku sambil berkata " tambah cantik aja kami de,agak kurusan sekarang ". aku langsung melepas tangan suami ku," maaf ka kita bukan muhrim lagi jadi gak boleh pegang-pegang."


Suami ku pulang dengan muka yang sedikit sedih dan mata berkaca-kaca.


"Maafin aku ka,kami harus rasakan juga apa yang aku rasa kan saat kamu usir aku dan pilih perempuan itu". dalam hatiku berkata.

__ADS_1


__ADS_2