Dokter Cantik Vs CEO Dingin

Dokter Cantik Vs CEO Dingin
Episode 1


__ADS_3

Sheila Yulia, panggil saja dengan Yulia. dia adalah putri tunggal di keluarga Sudirman. keluarga Sudirman adalah pemilik restoran yang terbesar dan terkenal di kota itu dan Yulia sangat dimanja keluarga nya.


Hari ini adalah hari pertama bagi Yulia masuk Sekolah Dasar. Hari pertama dia diantar oleh ibu nya kesekolah.


Setelah ibunya menyerahkan Yulia kepada gurunya ibunya langsung pergi meninggalkan sekolah.


Hari pertama, Yulia dan teman-temannya masih belum belajar mereka masih mengadakan perkenalan satu sama lain.


Singkat cerita, tidak terasa ternyata sudah satu minggu ini Yulia bersekolah disekolah ini.


Dan waktunya jam istirahat Yulia pun bersama dengan teman barunya bermain kejar-kejaran, mereka tertawa dan sambil bercerita, namun suasana itu tiba-tiba berubah menjadi panik karena tiba-tiba saja sebuah bola melayang kearah kepala Yulia dan akibatnya Yulia pun pingsan.


Setelah beberapa menit, kini Yulia sudah sadar kembali dan disana dia melihat ibunya.


" kamu tidak apa-apa nak? " kata ibunya Yulia


" ibu.. " kata Yulia kembali menangis memeluk ibunya.


" tidak apa-apa nak, tidak apa-apa " kata ibunya memeluk Yulia dan berusaha menenangkan Yulia.


Karena Yulia masih menangis akhirnya ibunya pun meminta ijin kepada gurunya agar dia pulang terlebih dahulu, guru itupun tidak keberatan dan mengijinkan Yulia pulang lebih dulu.


Saat Yulia ingin ke ruangan nya untuk mengambil tasnya, dia melihat seorang murid laki-laki yang lebih tua darinya berdiri ditengah lapangan dan menghormat bendera.


Anak laki-laki itu pun memperhatikan Yukia, dia bersyukur karena Yulia tidak apa-apa.


Hari pun berganti, Yulia kembali masuk ke sekolah seperti biasanya, namun segerombolan anak laki-laki masuk kedalam kelasnya Yulia. dan mereka pun mendorong-dorong salah satu dari mereka.


" cepatlah.... cepatlah... "


" ah.... cemen loe.... " kata beberapa diantara mereka.


" enak aja ngatain gue cemen, nih lihat yah... " kata anak laki-laki itu berjalan menghampiri Yulia dia adalah Arkana Sebastian dan dia biasanya di panggil dengan Bastian.


" hai... " kata Bastian


" cie.... cie.... " teriak anak laki-laki itu


" ada apa kak? " kata Yulia dia tahu bahwa laki-laki itu adalah kakak kelas nya.


" namaku Bastian "


" siapa namamu??" kata Bastian


" aku Yulia" kata Yulia


" aku minta maaf yah soal yang kemarin itu, sebenarnya aku yang menendang bola itu. "


" tapi benaran kog, aku tidak sengaja " kata Bastian


" tidak apa-apa kok, lagian aku juga tidak Hati-hati. maaf juga yah... "


" karena aku kamu jadi di hukum guru kemarin " kata Yulia.


" kalau begitu kita temanan dong,,, "

__ADS_1


" nanti kalau ada yang menggangu mu beritahu saja padaku, biar aku yang membalas mereka. kelas ku di kelas 4 yah" kata Bastian


" ia kak.... " kata Yulia


" Cie.... cie.... " kata teman-temannya Bastian, akan tetapi Bastian tidak memperdulikan teman-temannya.


setelah hari itu Bastian dan Yulia pun semakin dekat, Bastian semakin sering menemui Yulia bahkan dia selalu memperhatikan Yulia bahkan membagi jajanan nya kepada Yulia.


Tiga bulan pun berlalu, sepulang sekolah seperti biasanya dia harus menunggu ibunya akan tetapi hari ini ibunya agak terlambat menjemput Yulia, Bastian pun menemani Yulia sampai ibunya Yulia tiba.


" Yul..... " kata Bastian


" ia kak ada apa?? " kata Yulia


" bagaimana kita tidak usah temanan lagi" kata Bastian


" maksud kak Bastian apa? " kata Yulia


" kita pacaran saja" kata Bastian


" pacaran??? "


" emangnya pacaran itu seperti apa? " kata Yulia


" pacaran itu,,, kita akan terus bersama sampai kita dewasa."


"kamu tidak boleh dekat lagi dengan laki-laki selain aku, aku pun begitu. aku tidak boleh dekat dengan perempuan lain lagi kecuali kamu. setelah kita dewasa nanti kita akan menikah. " kata Bastian


" baik kak... "


" janji...... kamu tidak boleh dekat-dekat lagi dengan laki-laki lain?? " kata Bastian


" janji kak" kata Yulia


keduanya pun menautkan jari kelingking mereka untuk membuat perjanjian itu.


" oke.... "


" mulai sekarang kamu pacar ku, dan aku pacar mu" kata Bastian


Keduanya pun tertawa, hingga kini ibunya Yulia tiba.


Melihat Yulia sudah pergi, Bastian pun pergi meninggalkan sekolah, namun setibanya dirumah Bastian melihat beberapa koper terletak di sana.


" mah...."


" mamah mau kemana?? " kata Bastian


" kita mau pindah sayang, kita akan ke luar kota. " kata ibunya Bastian


" pindah mah... "


" tapi kenapa buru-buru? " kata Bastian


" ia.... "

__ADS_1


" perusahaan kita sedang ada masalah, jadi papah mu memutuskan untuk pindah agar papah bisa fokus memperbaikinya. " kata Ibunya Bastian


" tapi Bastian ngk mau pindah mah, Bastian ingin tetap disini " kata Bastian


" tidak bisa sayang" kata Ibunya Bastian


" lalu bagaimana sekolah Bastian mah" kata Bastian


" pak Arya yang akan menguras, sekarang mari kita berangkat " kata ibunya Bastian


" Bastian bahkan belum menyiapkan barang-barang Bastian mah" kata Bastian


" mamah sudah siapkan kog "


" sekarang kita tinggal berangkat " kata Ibunya Bastian


Akhirnya dengan berat hati Bastian pun meninggalkan kota itu, Dia merasa sangat sedih karena harus meninggalkan Yulia dan bahkan dia tidak sempat untuk mengucapkan kata perpisahan nya.


Keesokan harinya, saat disekolah Yulia mencari-cari Bastian akan tetapi dia tidak menemukan Bastian. dia berpikir mungkin saja hari ini Bastian tidak sekolah.


Namun keesokan harinya, dia kembali lagi mencari Bastian dan hasilnya juga sama dengan tempo hari.


dan seiring berjalan nya waktu sudah satu bulan berlalu dan satu bulan ini pun Yulia masih mencari dan menunggu Bastian. Dia berharap Bastian akan muncul kembali.


Waktunya Yulia pulang sekolah, saat pulang sekolah Yulia bingung karena dia dijemput oleh pamannya dan tidak pernah biasanya dia dijemput oleh pamannya.


" paman ibu mana?? " kata Yulia


" mari kita pulang dulu,, nanti juga kamu tahu" kata Hendrik pamannya Yulia.


" apa ibu sibuk banget ya hari ini" kata Yulia


" paman kan sudah bilang tadi, nanti kamu akan ketemu ibumu. " kata Hendrik


mendengar nada suara Hendrik membuat Yulia sedikit ketakutan. setelah beberapa menit berlalu kini mereka tiba dirumah.


Yulia bingung karena rumahnya sangat ramai dikunjungi orang-orang.


" paman, ada apa?? "


" kenapa banyak sekali orang-orang " kata Yulia


" kamu lihat saja ke dalam " kata Hendrik


Yulia pun berlari ke dalam rumahnya dan ternyata dia melihat kedua orang tuanya sudah meninggal.


" ayah.... ibu.... " tangis Yulia


" sayang...... " kata neneknya Yulia memeluk Yulia


" nek..... "


" kenapa ibu sama ayah meninggal " kata Yulia


" ibu dan ayah mu mengalami kecelakaan nak" kata neneknya Yulia.

__ADS_1


Saat itu juga kini Yulia menjadi seorang Yatim piatu. Diatas kesedihan Yulia sepasang suami istri merasakan hal yang sangat bahagia, karena mereka berdua lah yang menyabotase mobil orang tua Yulia, mereka adalah Hendrik pamannya Yulia beserta Irma istrinya Hendrik.


__ADS_2