Dokter Cantik Vs CEO Dingin

Dokter Cantik Vs CEO Dingin
Episode 4


__ADS_3

Pria itu pun mengingat bahwa Yulia adalah wanita yang dia temui kemarin malam, diapun melihat bahwa kedua orang itu sepertinya mencurigakan apa lagi Adelia menyebut nama Berto.


Pria itu pun akhirnya mengikuti Adelia dan Irma, Kini mereka sudah tiba di sebuah hotel. pria itu pun mengambil ponselnya dari dalam sakunya, dia memotret ketiga wanita itu setelah itu mengirimnya pada seseorang.


setelah foto tersebut terkirim kini pria itu kembali menghubungi orang itu.


" iya tuan.... " kata orang dibalik telepon


 " foto ketiga orang itu sedang masuk ke hotel, layani mereka dan jangan putuskan panggilan saya. " kata pria itu.


" baik Tuan" kata orang tersebut


" mbak ada yang bisa saya bantu? " kata seorang resepsionis kepada Adelia.


" Mita, layani tamu yang lain. biar saya yang melayaninya" kata orang itu, dia adalah manager yang bekerja dihotel ini.


" baik pak" kata yang bernama mita.


" pak, kami butuh kamar kosong satu " kata Adelia


" berikan dia kamar Deluxe room" kata Pria itu dari balik telepon.


" ini bu... "


" kamarnya ada di lantai 20"


" mari saya antar" kata manager hotel dengan ramah.


Sementara pria itupun langsung berganti pakaian menjadi seorang pelayan. dia pun berjalan membawa gerobak makanan menuju kamar tempat Yulia tinggal.


Saat dia mendorong Gerobak makanan dia berselisih dengan Irma dan Adelia, dia melihat Irma berbicara dengan seseorang mengatakan bahwa mereka berdua akan bertemu dilantai satu.


Setelah Adelia dan Irma masuk kedalam lift, pria itu pun langsung bergegas masuk kedalam kamar tempat Yulia berada, dia pun membawa Yulia keluar dari dalam kamar tersebut.


pria itu membawa Yulia kelantai 25 yang jarang dikunjungi orang-orang karena lantai 25 adalah fasilitas Suite room.


Namun setibanya di kamar, Yulia pun bertingkah gila akibat efek obat yang diberikan Adelia dan Irma kepadanya. Awalnya pria itu berusaha menahan Yulia akan tetapi karena dia lelaki normal akhirnya dia pun memenuhi hasrat yang dibutuhkan Yulia.


Kedua nya kini tertidur karena sudah kelelahan hingga malam pun berganti pagi. Yulia pun perlahan membuka matanya dia masih merasakan pusing dan tiba-tiba dia menyadari sesuatu.


dia melihat dirinya dibalik selimut, setelah itu pandangannya langsung teralihkan ke pria yang tertidur lelap disebelah nya.


kini Yulia menangis akan tetapi dia tidak ingin pria disebelah nya terbangun, dengan pelan dan sangat hati-hati melangkah namun bagian bawahnya masih terasa sakit dan perih akan tetapi Yulia harus menahan nya karena dia ingin cepat-cepat pergi dari sini sebelum pria itu bangun dan menyadari nya. Yulia pun mengutip satu-persatu pakaiannya yang berserakan dilantai.

__ADS_1


Yulia membawa pakaiannya kedalam kamar mandi, sambil membersihkan dirinya dia tidak berhenti menangis dan mengutuk dirinya sendiri mengatakan bahwa dia bodoh. sementara pria tersebut mendengar suara air akhirnya dia pun terbangun dari tidurnya dia melihat Yulia sudah tidak ada disebelah nya.


pria itu pun meraih handuk dan menutupi tubuh bagian bawahnya saja, dia duduk di kursi sembari menunggu Yulia. dia melihat ada sesuatu diatas tempat tidur yang mereka gunakan.


tidak lama kini Yulia sudah merapikan dirinya dan keluar dari dalam kamar mandi. saat keluar dia terkejut melihat pria itu sudah bangun dan sedang duduk disana menunggu nya.


" kamu tidak apa-apa? " kata pria itu


Yulia pun berusaha menangkan dirinya agar tidak gugup, dia takut jika tingkahnya seperti itu akan terlihat oleh pria itu dan dia tidak ingin pria itu menahannya lagi karena dia ingin pergi dari sini dengan secepatnya.


" mari lupakan apa yang terjadi pada kita, dan setelah ini mari untuk tidak saling bertemu lagi" kata Yulia mengambil tas nya.


" kita sudah melakukan hal yang tidak wajar, bagaimana mungkin kamu meminta ku untuk tidak bertemu "


" aku bukan tipe pria yang tidak bertanggung jawab " kata pria itu.


" saya tidak perduli, dan saya tidak tertarik dengan kepribadian mu" kata Yulia


" lalu bagaimana jika kamu hamil" kata pria itu


Dia adalah Arkana Sebastian cinta pertama Yulia saat mereka kecil dulu, namun kedua orang itu tidak menyadari bahwa mereka sudah di pertemukan takdir kembali.


" kamu tidak perlu khawatir, "


" sebagai ganti rugi, aku akan membayarmu" kata Yulia memberikan uang lembaran merah sebanyak lima belas lembar.


" tunggu dulu... " kata Arkana namun kini Yulia sudah pergi.


Setelah satu jam lebih kini Yulia sudah tiba di rumah nya dia melihat Hendrik, Irma beserta Adelia menunggu nya dirumah.


" bagaimana malam pertama mu?? "


" sepertinya kamu sangat menikmatinya? " kata Irma


" apa???? "


" jadi itu ulah kalian?? " kata Yulia dengan geram


" hahahaha " mereka bertiga tertawa


" tidak usah sok suci lu, toh juga kamu ngeladenin nya dengan sangat baik" kata Adelia


Mendengar itu Yulia pun sangat emosi namun tak dapat berbuat apa-apa diapun pergi ke dalam kamar nya, disana dia menangis sejadi-jadinya. dia tidak pernah membayangkan hal seperti ini terjadi pada dirinya.

__ADS_1


sementara di ruang tamu kini Berto datang menemui Hendrik dan keluarga nya.


" pak Berto ada apa??? sehingga anda harus repot-repot datang untuk menemui kami? " kata Hendrik


" begini,, "


" maksud kedatangan saya kesini ingin menikahi gadis itu. " kata Berto


" ternyata bapak sangat tertarik dengan keponakan saya" kata Irma


" bagaimana tidak tertarik, dia bermain begitu hebat hingga saya kalang kabut dibuatnya " kata Berto


" hahahahahaha " mereka ber empat tertawa kegirangan.


Mereka tidak tahu bahkan Berto tidak tahu bahwa yang menemaninya malam itu adalah seorang transgender yang disewa oleh Bastian.


Sementara Yulia sudah salah paham, dia berpikir bahwa Bastian diperintah oleh mereka.


Kini ponsel Yulia berdering dan disana Hasan yang menghubungi nya.


" hallo pak" kata Yulia


" dokter Sheila, kenapa anda tidak masuk hari ini " kata Hasan


" pak... "


" saya menerima tawaran pak Hidayat " kata Yulia karena dia berpikir untuk bersembunyi sementara waktu menghindari Irma dan yang lainnya.


" benarkah??? "


" baiklah, saya akan sampaikan hal ini kepada pak Hidayat " kata Hasan


telepon mereka pun terputus, setelah tiga puluh menit berlalu kini Hasan kembali menghubungi Yulia dia pun disuruh agar segera memberikan surat pengunduran diri kepada pihak rumah sakit.


Tanpa memikirkan apapun lagi, akhirnya Yulia pun menyerahkan surat pengunduran dirinya ke rumah sakit tempat dia bekerja. setelah itu dia pun bertemu dengan Hidayat.


" hello dokter Sheila "


" kita bertemu lagi dan kali ini kita bertemu sebagai rekan kerja " kata Hidayat


" terimakasih pak, saya mohon bimbingan nya" kata Yulia


" baiklah jika begitu, sebelum kita berangkat, anda harus menandatangani ini terlebih dahulu agar tidak ada masalah dikemudian hari. " kata Hidayat

__ADS_1


" baik pak " kata Yulia menandatangani berkas yang diberikan Hidayat tersebut.


Setelah Yulia mengurus semuanya kini Hidayat pun membawa Yulia pergi kesuatu tempat.


__ADS_2