
ENAM BELAS TAHUN KEMUDIAN
Kini Yulia sudah berumur 23 Tahun dan sekarang dia sudah menjadi seorang dokter. Setelah selesai bekerja Yulia pun langsung menuju restoran nya karena bibi dan pamannya menyuruhnya datang. disana dia melihat Hendrik dan Irma sedang kedatangan tamu.
" Sheila kemari kamu" kata Irma
" ada apa.... katakan apa mau mu karena aku tidak punya waktu" kata Yulia
" sebaiknya kamu duduk dulu, kita bicarakan dengan baik. " kata Hendrik
Yulia hanya berdiri sejenak, dia melihat mereka dengan tatapan membunuh setelah itu dia pergi, akan tetapi sebelum Yulia meninggalkan orang itu Irma berbicara lagi.
" kami akan menjual rumah dan restoran ini" kata Irma
mendengar itu Yulia diam berdiri dengan emosi dia mengepal kedua tangan nya dan mencoba menahan emosinya.
" aku tidak setuju, kalian tidak ada hak untuk menjual segala properti yang ditinggalkan kedua orang tuaku. " kata Yulia
" apa kamu bilang??? "
" apa kamu lupa dengan kematian kedua orang tuamu?? "
" mereka bunuh diri karena dililit hutang, dan kalau bukan karena kami yang menebus nya mungkin saja restoran itu sudah jadi milik orang lain."
" dan karena kamu tidak sanggup mengembalikan uang kami maka kami akan menjual rumah dan restoran ini. " kata Irma
" tidak,,, "
" aku tidak setuju" kata Yulia
" jika begitu kamu harus mengembalikan uang kami yang dulu di pakai untuk menebus restoran dan juga beserta bunganya." kata Irma
" bibi bohong, aku tidak percaya semua itu"
" jika benar lalu dimana bukti nya" kata Yulia
" bukti??? "
" baik.... "
" dia adalah tuan Berto, uang untuk menembus restoran dan rumah ini adalah uang beliau, dan sesuai perjanjian bahwa jika kami tidak mampu membayar hutang itu lalu kami akan bersedia rumah dan restoran ini disita. " kata Irma
" itu memang benar adanya, akan tetapi setelah saya melihat wanita cantik ini, saya menjadi berubah pikiran, saya ingin menikahi nya saja dan menjadikannya istri. sepertinya itu lebih bagus."
" bagaimana pak Hendrik dan bu Irma? " kata pria yang bernama Berto.
" jangan mimpi kamu" kata Yulia kepada pria itu.
" kita bersedia pak" kata Hendrik dan Irma
" apa selama ini belum puas juga kalian menikmati hasil keringat kedua orang tua ku? dan sekarang kalian ingin menjual ku juga? "
" jika kalian berdua menginginkan uang yang lebih banyak lagi kenapa kalian tidak jual saja putri kalian, kalian berdua kan punya putri" kata Yulia.
plak.......
" beraninya kamu mengatakan hal seperti itu padaku" kata Irma memukul Yulia
__ADS_1
Yulia pun memegang wajahnya yang ditampar oleh Irma.
" kenapa??? "
" apa kalian merasa tersinggung dengan kebenaran yang aku katakan? " kata Yulia kini dia sudah meneteskan air mata.
" kurang ajar kamu.... "
" ternyata ini balasan mu pada kami setelah kami membesarkan mu, menyekolahkan kamu hingga kini kamu menjadi dokter? "
" dasar anak tidak tahu di untung kamu" kata Irma
" berhenti bibi mengeluarkan kata-kata bual mu itu, aku tidak dibesarkan dan disekolah oleh mu. "
" akan tetapi harta ibu dan Ayahku lah selama ini yang membiayai hidup kalian berdua beserta anakmu juga. "
" dasar pencuri kalian " kata Yulia
" apa kamu bilang " kata Irma
" Owh..... '
" apa jangan-jangan dibalik kematian orang tuaku adalah perbuatan kalian juga" kata Yulia
plak....
" kamu berbicara sudah keterlalu" kata Hendrik memukul wajah Yulia hingga sudut bibir nya mengeluarkan darah.
" kalian masih berpikir aku anak kecil berumur tujuh tahun.... "
" waktu itu aku tidak punya pilihan lain. untuk bertahan hidup aku harus mempercayai perkataan kalian. "
" aku akan membuktikan bahwa kedua orang tuaku meninggal karena di bunuh. " kata Yulia
" lalu bisa apa kamu huh??? " kata Irma menjambak rambut Yulia.
" pak Hendrik,, , "
" saya disini bukan untuk mendengar cerita masa lalu kalian. "
" saya hanya ingin bertanya bagaimana dengan perjanjian kita. " kata Berto
" baik Pak, terserah bapak saja" kata Hendrik
" nona manis bagaimana?? "
" jika kamu bersedia menikah dengan saya, maka rumah dan restoran ini akan menjadi milik mu. " kata Berto
" menjijikkan " kata Yulia pergi meninggalkan orang itu.
Yulia berjalan sambil menangis dan pikiran nya sedang tidak stabil. dengan pikiran kosongYulia pun berjalan kearah sebuah jembatan yang sangat tinggi dan tempat itu terbilang sunyi.
Kini sebuah mobil berjalan mundur dan berhenti tepat di tempat Yulia berdiri, akan tetapi Yulia tidak menyadari hal itu karena pikiran nya pun melayang entah kemana.
bruk.....
"'akh..... " teriak Yulia kaget karena tiba-tiba dia terjatuh dipelukan seorang pria.
__ADS_1
" kamu apa-apaan sih" kata Yulia bangkit berdiri
" kamu gila apa??? "
" tidak bisa ngk menyelesaikan masalah itu dengan kepala dingin "
" kamu pikir, dengan kamu bunuh diri begini semua masalah mu beres begitu?? " kata Pria itu
" bunuh diri?? "
" siapa yang mau bunuh diri?? "
" kamu kali" kata Yulia
" jika tidak ingin bunuh diri, lalu ngapain disini sendirian dan menangis?? "
" apa kamu tidak lihat tempat ini sepi" kata pria itu
" maksud kamu aku merengek dan dan menangis didepan orang banyak agar orang-orang tahu bahwa aku sedang ada masalah begitu? " kata Yulia
" kok kamu marah pada ku sih,, "
" udah ditolongin bukannya trimakasih " kata Pria itu.
" tolongin??? "
" kamu kali yang sok pahlawan kesiangan, jika mau nolongin orang, dipinggiran jalan sana. disana banyak pengemis yang butuh pertolongan. kamu bantu aja mereka, jangan menganggu orang yang lagi mikirin masalah nya. " kata Yulia
" ada yah orang model kayak gini " kata pria itu kesal
" makanya lain kali liat-liat,,,, "
" perhatikan baik-baik, orang nya mau bunuh diri atau tidak" kata Yulia
" bilang aja kamu malu ngakuinnya iya kan.... "
" awalnya juga kamu mau binuh diri, akan tetapi kamu tidak jadi melakukannya karena ketahuan sama aku iya kan" kata Pria itu.
" sok tau banget lu" kata Yulia berjalan pergi meninggalkan pria itu.
Pria itu pun masuk kedalam mobilnya dan mengikuti Yulia dari belakang.
" kamu mau kemana? "
" setidaknya mari aku antar pulang, ini jalanan sangat sunyi kalau ada orang berbuat jahat kepadamu gimana? " kata pria itu.
" mendingan kamu urus saja urusan mu" kata Yulia
namun tiba-tiba hujan turun.
" benaran nih ngk mau diantar.... " kata pria itu
Yulia berjalan begitu saja tanpa memperdulikan pria itu, akan tetapi hujan semakin deras membuat Yulia tidak punya pilihan lain, akhirnya Yulia pun masuk kedalam mobil pria itu.
setiba nya dimobil pria itu melihat penampilan Yulia berantakan. dia pun hanya diam saja hingga kini mereka tiba di jalanan ramai.
"diantar kemana ini?? " kata Pria itu
__ADS_1
" turun kan saja aku di halte terdekat " kata Yulia
pria itu pun menurutu perkataan Yulia, setelah itu pria itu pergi meninggalkan Yulia.