
Kini Hidayat membawa Yulia ke sebuah tempat, tempat tersebut sangat jauh dari pemukiman warga, sejauh ini mereka tak kunjung tiba juga jalan yang mereka lewati hanya hutan belantara saja dan tidak ada satupun rumah yang mereka lewati padahal sudah tiga jam mereka diperjalanan.
Sepanjang perjalanan Yulia sudah sangat takut dia berharap semoga saja Hidayat tidak berbuat jahat padanya.
setelah mengemudi selama enam jam kini mereka tiba di sebuah tempat yang begitu ramai dihuni orang-orang, akan tetapi mereka kebayakan dari mereka pria.
" dokter Sheila kita sudah tiba" kata Hidayat
" kita dimana pak... " kata Yulia bingung melihat sekitar karena lebih tepatnya mereka seperti berada di area perkebunan.
" kita berada di sebuah perkebunan dan mulai sekarang anda harus tinggal disini. " kata Hidayat
" mari saya antar ke mess nya dokter Sheila " kata Hidayat
Hidayat pun membawa Yulia kesebuah rumah berukuran mini malis, Hidayat membuka pintu tersebut dan didalam rumah lantai sudah terbuat dari keramik dan semua peralatan rumah tangga sudah dilengkapi, disana hanya terdapat satu kamar berukuran 3 x 4, satu kamar mandi, dapur yang berukuran 3 x 3, dan sebuah ruang tamu yang berukuran 3 x 3 juga dan dilengkapi dengan kursi tamu, dan sebuah televisi. untuk ditinggali satu orang rumah itu terbilang sangat cocok.
" ini kuncinya dokter Sheila " kata Hidayat
Sheila pun menerima kunci tersebut.
" lalu rumah sakit tempat saya bekerja dimana pak? " kata Yulia
" mari saya antar, letak klinik tidak jauh dari sini"
" mari ikut saya" kata Hidayat
Yulia pun mengikuti Hidayat dan mereka hanya berjalan beberapa langkah kini mereka sudah tiba di sebuah klinik yang lumayan besar.
" selamat malam pak" sapa beberapa orang yang bekerja di klinik itu saat melihat Hidayat.
'" ia... "
" baiklah, sekarang kalian kedatangan teman baru. dia adalah dokter Sheila. "
" dan kalian satu tim, jadi kalian harus kerja sama." kata Hidayat
" baik pak" kata yang lainnya
" dokter Sheila untuk malam ini sampai disini dulu, silahkan untuk beristirahat. "
" besok anda sudah mulai bekerja " kata Hidayat
" baik pak" kata Yulia
" baiklah, dokter Sheila saya pamit dulu" kata Hidayat
Setelah Hidayat pergi, kini teman-teman Yulia memberikan salam untuk nya, dia melihat ikut dirinya mereka hanya bertiga saja wanita yang bekerja disini, sisanya mereka semua laki-laki.
Setelah berkenalan, Yulia pun pamit undur diri karena dia sudah merasa lelah. Kini Yulia kembali kedalam mess nya, Yulia pun menyusun pakaiannya kedalam lemari yang sudah disediakan di dalam kamar. setelah Yulia selesai membereskan pakaiannya kini dia membersihkan dirinya dan setelah itu dia pun tertidur.
Pagi hari pun tiba, kini Yulia bangun kembali, dia pun langsung membersihkan dirinya, setelah rapi dia pergi ke klinik untuk bekerja.
baru saja Yulia tiba di klinik dia sudah dikejutkan dengan seseorang.
" segera ke ruang operasi,,,, " kata seorang pria kepada Yulia dengan dinginnya.
Yulia pun berjalan mengikuti pria itu, saat masuk ke ruang operasi Yulia melihat seorang pasien berbaring dan pahanya mengalami luka yang serius dan disana masih menancap sebuah benda tajam.
__ADS_1
Tidak banyak bicara, Yulia pun beserta pria itu pun langsung menangani pasien tersebut. hampir satu jam, kini mereka sudah selesai dan mereka berdua pun langsung merapikan diri mereka.
" permisi..... " kata Yulia dengan hati-hati
namun pria itu hanya menoleh dengan tatapan dingin kearah nya.
Melihat tatapan pria itu membuat Yulia tidak melanjutkan perkataannya lagi.
" namaku Aditya " kata Aditya, setelah mengatakan itu dia meninggalkan Yulia.
Yulia pun hanya terdiam menyaksikan kepergian Aditya begitu saja.
Yulia pun ikut bergabung dengan teman-temannya disana, disana mereka tidak membahas pekerjaan mereka hanya berbincang akan tetapi sejauh ini Aditya tidak ada berbicara, dia hanya diam begitu saja berkutat dengan komputer nya.
" oh ia.... "
" jika kita ingin berbelanja dimana yah?? "
" apa jauh dari sini? " kata Yulia
" owh.... "
" perkebunan kita punya mini market sendiri kok, jika ingin bon pun kita bisa. " kata Fitri perawat klinik.
" ohhh.... "
" begitu yah... "
" apa disana dijual sayur-sayuran juga? " kata Yulia
" oh.... "
" itu ada di perkampungan, yang letaknya di dekat sini. " kata pitri
" jauh darisini ngk? " kata Yulia
" kalau jauh sih ngk, cuman 40 menit aja kok. "
" cuman bahaya jika kita pergi sendiri, yah minimal lah kita ajak teman kesana " kata Fitri
" memangnya kenapa? " kata Yulia
" disini rawan banget Begal, jadi mana ada yang berani. "
" belum lagi jika, musuh perusahaan ini yang mengintai kita. " kata Fitri
" musuh bagaimana?? " kata Yulia
" kamu tidak tahu yah.... "
" bahwa kita bekerja khusus menangani para anggota ma..... " Fitri langsung berhenti berbicara karena Aditya menghentikan nya.
" hemm..... "
" apa tidak ada lagi pekerjaan yang ingin kalian kerjakan? "
" jika pekerjaan kalian tidak ada, setidaknya jangan bergosip " kata Aditya menatap fitri dengan dingin.
__ADS_1
Fitri pun langsung kembali ke kursinya setelah mendengar Aditya mengatakan hal itu. Namun Aditya berjalan menghampiri Yulia.
" tuliskan apa saja yang kamu butuhkan,,, "
" saya akan menyuruh seseorang untuk membelikannya untuk mu" kata Aditya memberikan catatan kecil untuk Yulia setelah mengatakan itu pria itu kembali ke kursinya.
Dengan canggung Yulia pun memberikan catatan itu setelah dia mencatat yang ia perlukan.
" terimakasih " kata Yulia, namun pria itu tidak mengatakan apa-apa.
Sementara di tempat lain Arkana kini menyuruh seseorang untuk mencari Yulia.
" nama nya Sheila pak"
" selama ini dia bekerja di rumah sakit Nur'aini pak. "
" akan tetapi dua hari yang lalu dia tiba-tiba membuat surat pengunduran dirinya pak. "
" saya sudah mencoba menemui keluarga nya pak, tapi keluarga nya pun sedang mencarinya juag. "
" dan seperti yang saya perhatikan pak, sepertinya keluarga nya tidak ada yang suka dengan dokter Sheila pak. " kata Very asisten pribadinya Arkana
" kita harus bertemu dengan keluarga nya sekarang "
" sepertinya keluarga nya sengaja menyembunyikannya " kata Arkana
" baik pak.... " kata very mempersiapkan kan mobil untuk mereka gunakan.
Setelah dua puluh lima menit berlalu, kini Arkana dan Very tiba di rumahnya Yulia lebih tepatnya rumah yang ditempati Adelia dan Kedua orang tuanya.
Adelia melihat Arkana dia mematung terpesona. matanya melihat seluruh apa yang dipakai Arkana dan kini jiwa matre nya meronta-ronta.
" mas nya siapa yah mas" kata Yulia menyambut Arkana dengan genit.
" apa ini rumahnya nona Sheila?? " kata Arkana
mendengar nama Yulia, kini ada persaan kecewa diwajahnya Adelia.
" ia mas, benar ini rumahnya. "
" lalu ada apa yah mas" kata Adelia
" dimana nona Sheila " kata Arkana
" dia tidak ada dirumah ini mas" kata Yulia
" anda bohong, saya rasa anda melakukan sesuatu kepada nona Sheila " kata Arkana
" tidak mas,,,, "
" sudah dua hari ini dia menghilang tanpa kabar, bahkan kami pun mencari dia karena seseorang membutuhkan nya" kata Adelia
" Lia.... "
" siapa nak" kata Irma yang kini keluar dari dalam rumah mendengar suara Adelia.
" ini mi.... "
__ADS_1
" Lia juga tidak tahu" kata Adelia
mendengar Irma menyebut Lia, pikiran nya pun langsung mengingat nama Yulia cinta pertamanya dulu.