
Saat bekerja di rumah sakit pikiran Yulia masih melayang-layang ke restoran dan rumahnya sepertinya dia harus melepaskan keduanya dari pada harus menikahi pria itu.
Seseorang pun langsung menyadarkan lamunan Yulia.
" dokter Sheila, cepat kita ada operasi mendadak" kata seorang pria
" kenapa tiba-tiba pak" kata Yulia
" biasalah anak-anak muda sekarang, mereka selalu memilih cara otot untuk menyelesaikan setiap masalah mereka " kata pria itu dia adalah Hasan yang menjabat sebagai seniornya Yulia.
" ayo cepat" kata pria itu.
Yulia pun langsung mempersiapkan dirinya untuk melakukan operasi.
operasi pun akan di mulai, akan tetapi Yulia kebingungan melihat luka yang dialami pasien dan juga salah satu dari mereka mengalami luka tembakan.
Sementara seniornya memperhatikan setiap gerak-gerik Yulia sementara Yulia merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengan pasien itu.
Kini operasi sudah selesai, Yulia pun membersihkan dirinya. kini seniornya menemui Yulia.
" apa yang terjadi dengan pasien hanya kita saja yang tahu. "
" masalah ini tidak boleh bocor "
" kamu mengerti " kata Seniornya
" tapi kenapa?? " kata Yulia
" tugas kita disini hanya menolong orang yang membutuhkan pertolongan kita, bukan untuk mencari tahu apa yang terjadi pada mereka di luar sana. "
" kamu mengerti?" kata Hasan
" baik Pak" kata Yulia
setelah beberapa jam berlalu, Yulia pun pergi ke ruang Administrasi , dia melihat laporan medis pasien yang dia operasi tadi pagi. Disana dia melihat hasilnya di palsukan, yang Yulia tahu luka pasien tersebut luka tusukan dan luka tembak akibat perkelahian. Namun disana dijelaskan bahwa pasien tersebut mengalami kecelakaan sehingga mendapatkan luka yang serius. Yulia pun bingung kenapa harus menutup-nutupi nya.
Setelah memeriksa hasil tersebut kini Hasan pun langsung menemui Yulia.
" kenapa kamu sangat ingin tahu apa yang terjadi dengan pasien mu dokter Sheila " kata Hasan
" tapi pak, kenapa laporan nya dipalsukan " kata Yulia
" itu permintaan mereka sendiri. " kata Hasan
" tapi tetap saja itu tidak boleh dilakukan pak" kata Yulia
" kenapa tidak boleh??? "
" mereka yang meminta begitu," kata Hasan
" tapi pak, jelas-jelas itu terjadi bukan karena kecelakaan " kata Yulia
" lalu karena apa? " kata Hasan
" salah satu diantara mereka mendapatkan luka tembakan, dan dua orang nya perut tertusuk benda tajam " kata Yulia
" lalu apa ada untung nya padamu? "
" kamu pikir ada yang percaya dengan perkataan dan penglihatan kamu? "
" sudahlah... "
" toh juga mereka yang meminta begitu"
" mereka datang pada kita karena mereka butuh pertolongan kita dan mereka membayar kita sesuai prosedur. "
" kita pun menolong mereka dan mendapatkan uang. "
" lalu jika mereka mengatakan luka mereka terjadi akibat kecelakaan terus apa yang ingin kamu lakukan. "
" sudahlah.... "
__ADS_1
" tidak usah terlalu kepo urusan orang lain"
" dengan kamu mengatakan hal ini, bisa jadi setelah ini kamu akan terkena masalah."
" kamu tidak tahu banyak mata yang mengawasi kita berdua" kata Hasan
seketika Yulia pun memperhatikan sekitarnya, setelah itu dia pergi keruangan nya.
waktu makan siang pun tiba, saat Yulia ingin ke kantin Hasan kembali menemuinya.
" Dokter Sheila " kata Hasan
" iya pak, ada apa?? "
" saya ingin bicara padamu, hanya sebentar saja." kata Hasan
Yulia pun mengikuti Hasan ke ruangan nya.
" dokter Sheila, begini"
" ada tawaran pekerjaan sebagai dokter pribadi. "
" gajinya besar, jika kamu bersedia" kata Hasan
" maksud bapak, bapak merekomendasikan saya? " kata Yulia
" lebih tepatnya begitu" kata Hasan
" kenapa bapak merekomendasikan saya, kenapa tidak bapak saja" kata Yulia
" masalah nya mereka tidak menginginkan yang sudah berkeluarga, mereka hanya menginginkan yang masih lajang terlebih yang tidak memiliki keluarga seperti mu. " kata Hasan
" tetapi kenapa harus yang lajang? " kata Yulia
" mereka ingin bekerja secara terikat dan keluarga adalah halangan saya, jika saya menerima tawaran itu maka waktu saya akan sangat sedikit untuk keluarga saya dan saya tidak dapat melakukan hal itu. " kata Hasan
" lalu berapa gaji yang saya peroleh setiap bulannya. " kata Yulia
" berapa pun itu?? " kata Yulia
" iya... bagaimana???" kata Hasan
" baiklah saya bersedia" kata Yulia
" baiklah, saya akan mempertemukan mu dengan orang itu" kata Hasan
" baik pak" kata Yulia
setelah itu Yulia pun pergi ke kantin. waktu berjalan dan kini sudah jam tiga sore Hasan pun menghubungi Yulia.
" ya pak ada apa? " kata Yulia
, kamu dimana? " kata Hasan
" saya ada diruangan pak" kata Yulia
" bisa kita keluar sebentar? "
" saya akan menunggu mu diparkiran " kata Hasan
" keluar kemana yah pak?? "
" ada urusan apa? " kata Yulia
" kita akan menemui orang yang saya ceritakan tadi siang. " kata Hasan
" baiklah pak, saya akan menemui bapak" kata Yulia
setelah Yulia menemui Hasan kini mereka berdua bertemu dengan seorang pria di sebuah bar yang terbilang Elite.
" hallo pak Hasan " kata orang tersebut menjulurkan tangannya.
__ADS_1
" ya pak... "
" ini dia orang yang saya ceritakan pak. "
" dokter Sheila " kata Hasan memberikan intruksi kepada Sheila agar dia memberikan salam kepada orang tersebut.
" hallo pak, saya Sheila " kata Yulia
" Saya Hidayat " kata pria itu
" baik, adapun tujuan saya mengajak kalian berdua bertemu yaitu saya ingin membahas perihal kerja sama kit. "
" bagaimana dokter Sheila?? "
" apa anda bersedia bekerja untuk saya, soal gaji kita bisa bicarakan " kata Hidayat
" berapa gaji saya setiap bulannya pak? " kata Sheila
" berapa yang Anda minta" kata Hidayat
" emangnya pekerjaan saya apa?? " kata Yulia
" anda hanya perlu mengerjakan sesuai profesi kamu, bagaimana pekerjaan anda dirumah sakit begitu juga pekerjaan yang harus anda lakukan" kata Hidayat
" lalu kenapa saya ditawarin gaji sesuai dengan keinginan saya? kenapa tidak keinginan keluarga bapak saja," kata Yulia
" bekerja dengan kami itu artinya kami sudah mengontrak anda, dan kami tidak ingin anda terikat dengan kehidupan diluar pekerjaan, seperti keluarga, teman dan yang lainnya. "
" itu sebabnya kami memberi gaji sesuai keinginan anda" kata Hidayat
" lalu bagaimana jika suatu saat saya menikah? " kata Yuli
" tidak bisa.... "
" jika ingin menikah kami tidak setuju, kecuali anda menikah dengan keluarga kami" kata Hidayat
" baiklah,,,, "
" saya pikir-pikir dulu deh pak" kata Yulia ragu-ragu
" baik.... " kata Hidayat
Setelah itu, mereka pun berbincang waktu terus berjalan dan kini mereka bertiga sudah terlalu banyak minum, Yulia merasa kesadaran nya sudah hampir habis akhirnya dia ijin pulang terlebih dahulu.
Saat berjalan dipintu keluar Yulia tidak sengaja menambrak seseorang.
" maaf.... " kata Yulia memegang kepalanya dan menutup kedua matanya sambil berjalan dengan sempoyongan. Namun orang tersebut hanya terdiam menyaksikan Yulia pergi begitu saja dan tiba-tiba Irma menemuinya.
" hei wanita Jal***"
" Bisa-bisanya kamu kelayapan disini sementara kami sedang kesulitan. " kata Irma yang tiba-tiba ada disini.
" mami.... " kata seorang wanita yang seumuran dengan Yulia dia adalah Adelia putri tunggal Irma dan Hendrik dia datang menyusul Irma karena Irma sudah mengabari nya lebih dulu.
" ayo cepat bantu mami, ini berat banget" kata Irma
" kalian berdua... "
" kalian ngapain... "
" lepasin... " kata Yulia berusaha melawan keduanya namun sekuat apapun tenaganya dia tidak akan mampu melawan keduanya.
" ia mi... "
" mumpung dia begini, kita tinggalkan saja dia pada om Berto, dengan begitu hutang kita bisa lunas. " kata Adelia
" kamu benar sayang... "
" mana barang yang mami bilang, ada kan?? " Kata Irma
" ia mi.... ini ada kog" kata Adelia
__ADS_1
mereka berdua pun dengan susah payah membawa Yulia keluar dari bar tersebut.