Dua Garis Biru

Dua Garis Biru
menyerah III


__ADS_3

"seila bangun" haskal menepuk pelan pipi seila.


"emm apa" seila mengelap bibirnya yang basah.


"nihh makan" haskal menyerahkan kotak bekal.


" apa ini aku kan maunya bubur" seila memalingkan wajah.


"buka dulu"


"yaudah" seila membuka kotak bekal yang diletakan diatas meja disamping ranjangnya.


"waahh makasih"


"makanya jangan cemberut dulu aku tadi pulang masakin kamu bubur soalnya gak ada yang jual"


"emm ya ya"


*sumpah ini baunya enak banget,aww celamat makan*


"emm" mata seila seketika berkaca kaca saat pertama kali menyantap hidangan yang ada.


"kamu kenapa? apa gak enak ya ? aduhh maaf ya aku buru buru soalnya biar kamu gak kelaperan"


"enaak ,enak banget malah" seila mengusap air matanya.


"kalau enak kenapa nangis" haskal menaruh makanan tadi di meja lalu mengusap wajah seila perlahan.


"aku rindu ayah sama mamah"


"maaf ya karena aku kamu jadi susah" haskal memeluk seila.


*seila sayang aku janji akan membuatmu merasa bahagia selalu maaf ya sayang selama ini aku membuatmu dalam kesusahan, dan karena aku kamu menerima beban berat seorang diri*


"haskal"


"ya"


"aku boleh pulang gak aku gak enak disini pengap aku pingin pulang aja"


"sabar ya nanti aku tanya ke dokter dulu kamu boleh dirawat jalan apa gak"


"makasih"


"gituh dong senyum" haskal mencubit kedua pipi seila.


***


kediaman cantika


"kurang ajar!!" praaangg.... cantika melempar kaca riasnya dengan make up miliknya.

__ADS_1


"can kamu gapapa kan?" tanya seorang wanita dari balik pintu.


"pergi!!" cantika melempari pintu dengan make up yang ada diatas meja riasnya.


"kenapa?"


"gak tau mungkin ada masalah sama haskal pah"


"ya mungkin"


terdengar prcakapan dari balik pintu.


"haskal!!"


cantika menyobek foto couple dengan haskal.


***


"ayo siap siap" haskal membantu seila merapikan rambutnya.


"katanya mau pulang?"


"beneran?" seila menatap haskal.


"iya tadi aku udah ngomong kedokternya katanya sih gapapa asalkan 2 hari sekali kontrol sampai bener bener sembuh"


"waaah makasih" seila memeluk haskal.


"ehem permisi pak bu" salah seorang suster membawa alat medis untuk mencopot infus seila.


"ehh ya sus" seila tertunduk malu.


"misi ya pak saya mau nyopot infus bu seila"


"iya sus baik"


haskal menyingkir agak menjauh dan susterpun mulai mencopot infuf seila.


"nanti pulang aku kerumah siapa?"


"ya aku lah sayang"


"udah selesai ya pak bu mari saya tinggal ya"


suster pergi meninggalkan seila dan haskal.


"tunggu" haskal mendekati seila.


"kenapa lagi"


haskal membopong tubuh seila yang sekarang berat badanya bertambah banyak karena sedang mengandung.

__ADS_1


"aduh aku kan bisa jalan"


"udah deh gak usah bawel aku gak mau ratu dan anaku kecapean"


haskal berjalan keluar rumah sakit sembari membopong seila.


*andai aja dari dulu kamu peka haskal*


***


didalam mobil


"kamu mau makan apa?"


"eumm aku pingin mie ayam boleh?"


"boleh"


"haskal"


"iya"


"aku takut"


"takut kenapa sih sayang kan ada aku"


"kalau nanti aku gak kuat saat melahirkan gimana"


"kamu ngomong apa si"


"emm"


"aku gak mau denger ya kamu ngomong kaya gituh lagi"


"iya maaf"


*jujur aku takut jika aku harus pergi meninggalkan kamu dan anak kita haskal*


***


bar disuka


dummm...dum...dum...


"can luh yakin minum sebanyak itu"


"kenapa luh gak percaya"


"ya gak gituh can tapi kan"


"udah lah diminum aja napah"

__ADS_1


*luh liat apa yang bakal gue lakuin karena luh semua udah bikin hidup gue hancur*


__ADS_2