DUBE (Wonezza Part 1)

DUBE (Wonezza Part 1)
VISUAL


__ADS_3

PANGERAN ISHAQ SULAIMAN AL KHUSAINI




PUTRI ROSAYMAMA ALKHUSAINI



PUTRI HUREMAFATMA SULAIMAN



PUTRI ICHSANA SULAIMAN




El JALALLUDIN RUMI SYEHRAN




DUBE (WONEZZA PART 1)

__ADS_1


pertemuan penting para petinggi kerajaan, dilaksakan dalam rangka pembahasan penurunan tahta selanjutnya,pada sang putra mahkota pangeran ishaq. nampak raja dengan bangganya mengumumakan jika putra semata wayangnya itu kini mampu dan siap mengemban amanah yang dititipkan rakyat padanya.


pelantikan berjalan khidmat sesuai semestinya. berbagai macam media meliput acara demi acara tersebut, dan menyebar luaskan ke berbagai media sosial.moment bersejarah yang menjadi profil negara ini, di abadikan oleh lelaki handal yang berkali kali memikat hati sang raja untuk menjadikannya sebagai bagian dari keluarga.


pangeran dube


julukan terhormat yang di berikan raja atas segala prestasinya mengharumkan nama negara.semua orang bersorak ramai mendukung era pemerintahan yang baru,yang akan dibentuk,dipertanggung jawabkan serta diemban oleh seorang raja baru yang bijak, baik hati serta ramah pada rakyatnya.


raja memasangkan simbol ketahtahan kepada sang putra dengan rasa bangga penuh semangat. putra tertua yang kini tumbuh menjadi sosok yang bisa membanggakan, menerima dengan khidmat apa yang akan diembannya setelah pelantikan ini berakhir tugas barunya selain menjadi ayah sekaligus suami dikeluarga kecilnya,akan bertambah menjadi pemimpin baru di negaranya yang menyejahterakan kehidupan rakyat nya.


rumi yang sibuk memotret moment berharga itu, tanpa sadar segala geraknya menjadi titik fokus perhatian gadis yang duduk di kursi keluarga kerajaan,matanya yang sayu tak jengah menatap pesona rumi yang begitu memabukkan,hingga ia tak sadar jika rumi pun membalas tatapannya. rumi tersenyum mendapati gadis cantik itu salah tingkah saat dirinya membuyarkan lamunannya dengan lambaian tangannya.


pipi gadis memanas ia memutuskan untuk undur ke kamar kecil agar rumi tak menyadari perubahan dalam dirinya .memang jarak diantara ke 2 nya lumayan jauh,namun tidak menutup kemungkinan jika rumi mampu melihatnya bersemu karena malu akan sikap nya barusan.


saat dikamar mandi ia mengusap wajahnya dengan air untuk meredakan respon berlebih pada tubuhnya,ia menatap cermin seraya bergumam aneh merutuki kebodohan yang diperbuatnya.tiba-tiba gadis itu mendapat telfon dari seseorang yang begitu ia rindukan, seseorang yang begitu berharga dalam hidupnya,seseorang yang jauh disana ,seorang yang mengepakkan sayapnya dengan angan dan citanya. seseorang yang berhasil terlepas dari belenggu peraturan ketata bangsawanan. ya dia adik tersayangnya,ichsana


"salam hoddie bagaimana kabarmu? kuharap kau baik dan selalu berada dalam lindungannya, oh hoddie aku begitu merindukan wajah polosmu bahkan aku tadi melihat mu di televisi saat pelantikan kak ishaq, tadi sungguh aku aku begitu merindukan kalian,apa kau tak merindukan ku hoddie, kenapa kau diam saja ? apa kau kerasukan jin tomang hingga kau tak bisa bersuara hoddie"ujar nya panjang tanpa jeda**.


"hallo...... hallo hoddie...... halllo halllo hall"


belum usai ichsana berbicara, dirinya membalas semua ceriwis adiknya itu


"aku mendengarnya cengeng,kau tak usah mengulang kembali ucapanmu,apa kau tak tau jika telinga ku ini harus segera diperiksakan ke tht karena sikap konyolmu barusan " ichasana tertawa renyah mendengar ucapan kakaknya itu.


"maafkan aku hoddie,aku tak bermaksud menyakitimu,tapi aku senang kau baik-baik saja,kau harus bertahan hidup untukku hoddie karena aku akan membalas segala pengorbanan yang kau lakukan untuk mendukung disetiap langkahku"


"kau tau cengeng uang yang tak seberapa bernilai itu tak ada artinya dibandingkan semua impian mu, yang harus kau capai jadi kumohon jangan pernah menyalahkan dirimu atas semua yang terjadi padaku,cukup membuatmu susah untuk mencarikan donor itu cana, aku tak mau kau harus menjadi waiters untuk membiayai semua pengobatanku,kau tak salah apa-apa cana jadi jangan bertanggung jawab atas sesuatu yang bukan kau penyebab dari kehancurannya.asal kau tau aku putri sultan cana,begitu mudahnya aku meminta ayah untuk memberikan pengobatan terbaik di rumah sakit ternama,jd kau harus pulang sekarang cana"

__ADS_1


"hahahahha kau fikir aku bisa kau bodohi hoddie, jika kau mau dari dulu kau akan katakan semua kebenaran ini pada nya, tapi apa? kau malah diam dan memberikan tabungan mu padaku,dan berkata jika aku kelak kaya aku harus mau membalaskan budimu dengan mengobatkan mu, bukan begitu hoddie"


"yupsss setelah kau merantau belasan tahun lamanya,akhirnya otak kusammu kini berharga juga ya"


"sialan kau hoddie"


"mulutmu cana" tegur nya lembut pada sang adik


"maaf aku keceplosan hoddie,oh hoddie titipkan salam rindu,cinta,kasih dan ciumku pada semuanya "


"apa kau tak ingin pulang dan kembali pada jati dirimu sebenarnya nya cana,sungguh kita semua begitu merindukan mu"


"aku tak mau pria pemarah itu mengurungku hoddie,aku tak mau kebebasanku ini berakhir begitu saja"


"hey siapa yang kau sebut pria pemarah itu cana?sadarlah! dia adalah ayah mu"


"aku tahu hoddie "


"sudahlah cana,jangan kau menyiksa dirimu lagi dalam dunia yang bukan milikmu cana,berhenti dan kembalilah ke duniamu sendiri, kumohon cana demi kakakmu yang sekarat ini "ujar nya lirih dan begitu sendu.


"jika kau berkata itu lagi hoddie,aku bersumpah tak akan pernah menginjakkan kaki lagi ke tempat itu,ingat itu hodiie"


ancam ichasana padanya,ia tau persis sifat keras kepalanya adiknya itu,disaat ia berkata A maka tak ada satupun orang yang bisa membelokkannya ke B,tak satupun orang yang ada. bahkan ayahnya saja ichsana tentang dengan ribuan rencana cerdik nya.


"ok jika itu mau mu tapi aku ingin saat aku menikah dan menjalani operasi kau harus datang dan tiba disini untuk menemaniku, baru aku lega dan tak akan memaksakan lagi kehendakmu "


"setuju,penawaran diterima putri huremafatma"

__ADS_1


angkat jari kalian untuk mendukung setiap karya yang saya tulis beri


komentar dam like kalian


__ADS_2