
"kakek ........... ichsana menang kek"teriak ichsana histeris, saat baru saja ia menginjakkan kakinya di apartemen miliknya.
"syukurlah nak, sekali lagi kakek ucapkan selamat atas prestasi yang kau raih, semoga kedepannya bisa lebih baik lagi dan lagi"
"amin..... makasih ya kek"
ujar ichsana memeluk erat tubuh rinkih sang kakek yang berjuang merawat,membesarkan serta mendidiknya selama ini.
"semua pencapaian yang ichsana raih tidak ada artinya tanpa kehadiran kakek di hidup ichsana, sekali lagi terima kasih kek, i love you so much"
mendengar penuturan cucunya yang begitu manja,membuat nya seketika tersenyum lebar.mengingatkan nya akan sosok yang belasan tahun lalu meninggalkannya dengan kenangan yang mereka lampaui ber 2.
namun berita yang baru ia terima tadi pagi masih terbayang di benaknya, hatinya terusik akan kata-kata tersebut. kecewa, bahkan lebih,satu kata menjelaskan kronologi perasaannya. saat ia harus menanggung kepedihan cucunya ini untuk kesekian kalinya, atas ketidak adilan sang anak dalam mengambil sebuah keputusan.
__ADS_1
tangannya terulur mengusap lembut pipi ichsana.matanya menggenang,mengingat segala pengorbanan yang cucunya lakukan untuknya.
"sudah waktunya kau kembali nak"
"jika aku kembali, akankah kakek ikut bersamaku? aku tidak mau kakek menghabiskan masa tua kakek sendirian"
"sayangnya kakek, cucu manjanya kakek, maaf kan kakek ,kakek tidak bisa nak"
"jika kakek tidak bisa melakukannya, maka jangan paksa ichsana untuk hal yang tidak bisa ichsana lakukan kek"
"ichsana rasa kakek tau persis jawabannya, kek ichsana tau kakek merasa bersalah telah memisahkan anak dari ayahnya, tapi sekali lagi ichsana tekan kan ini bukan kesalahan kakek,ichsana yang mau dan ingin melakukannya. ichsana sudah berjanji kepada nenek tidak akan meninggalkan kakek sendirian,maka ichsana mohon kek jangan paksa ichsana untuk menginkari janji yang ichsana buat sendiri"
"ichsana kakek sudah tua nak,kakek sudah tidak mampu menjagamu seperti sedia kala.kakek takut hal buruk terjadi padamu, mengingat kini nama mu harum dimata publik. apa jadinya jika hal yang kakek takutkan itu terjadi ? sungguh kakek tidak akan memaafkan diri kakek nak" ujar kakek ichsana dengan linangan air mata ,perlahan tanhan ichsana terulur mengusap lembut pipi sang kakek dengan penuh kasih, lelaki rentan dan tua ini adalah segalanya bagi ichsana ia tak ingin membuat kisah hidupnya jauh dari kata bahagia.
__ADS_1
"kakek tenang saja,semasih identitas ku yang asli belum terbongkar, aku tak gentar dengan badai yang menghadang.Bukankah kata - kata ini yang kakek tuahkan pada ichsana sedari kecil,tapi mengapa semua itu tersingkirkan?sedangkan semua itu sudah mendarah daging dalam diri ichsana"
mendengar tutur kata ichsana yang menenangkan, membuat hatinya yang awal nya goyah menjadi percaya akan kebijakan cucunya .pelukan hangat menjadi akhir dari obrolan manis mereka.
DI SISI LAIN.............
hurem yang kini menjalani hidup barunya bersama orang yang dicintainya, nampak murung menanti kehadiran sosok yang bertahta diseparuh nyawanya. rasa cemas bergelut di benaknya. hingga mobil limosin kerajaan terhenti tepat didepan istana.nampak seorang laki-laki paruh baya dengan tongkat yang dipeganginya, berjalan mendekati hurem.
seketika suasana istana menjadi hening, saat raja sebelum nya yang tak lain adalah ayah dari raja sulaiman ,untuk pertama kalinya menampakkan dirinya setelah belasan tahun lamanya mengasingkan diri dari hiruk pikuk pemerintahan .namun tak hanya beliau saja yang menjadi sorotan melainkan gadis cantik berwajah imut berkulit putih mulus bak bidadari turun ke bumi ,yang ikut turun bersamaan dan berjalan tepat di belakang sang raja ,menjadi biang gosip semua orang yang berada dalam ruangan tersebut. banyak pertanyaan yang timbul setelah kehadiran gadis itu. semua orang menerka - nerka siapakah gadis yang kini mereka sorot dengan ketakjuban akan kesempurnaan fisik yang terdapat dalam dirinya. hingga ibunda ratu berlari kearahnya dan merengkuh tubuh sang gadis yang tak lain adalah putri bungsu nya yang terpisah darinya bertahun tahun lamanya, air mata haru mengalir tanpa henti.
semua orang memandang takjub kerarah ichsana sulaiman yang kini tumbuh menjadi sosok cantik,cerdas dan mempesona. semua orang pun tahu namanya dikanca entertain telah berada dalam puncak kesuksesan. mereka tak menyangka jika panutannya adalah sosok yang berdedikasi.
namun seketika suasana berubah menjadi hening,saat mata ichsana menangkap pemandangan sosok yang begitu ia rindukan beberapa bulan ini, berada tepat didepan seraya tersenyum manis kearahnya,namun semua kebahagiaan nya sirna saat ichsana mendengar penuturan dari sang kakak jika
__ADS_1
"ichsana........kenalkan dia **DUBE, SUAMIKU... "
JEDARRRRR BAGAI TUBUH TERSAMBAR PETIR DIAM MEMBISU KINI YANG IA RASAKAN**