DUBE (Wonezza Part 1)

DUBE (Wonezza Part 1)
eps 4


__ADS_3

setelah perbincangan antara dirinya dan ichsana berakhir.hurem memutuskan untuk kembali ke lokasi acara.namun tiba - tiba penyakit nya kambuh, bayangan benda yang dilihatnya memburam,kepalanya berdenyut nyeri tak tertahan. seketika tubuhnya ambruk kelantai, namun anehnya ia tak merasakan sakit akibat benturan itu,saat ia mendongakkan kepala nya, ia mendapati lelaki yang menolong nya dengan merengkuhnya erat agar tak terjatuh kelantai.


"apa kau baik - baik saja tuan putri?"


ujar nya penuh kekhawatiran,ia yang mendapati hurem dengan wajah pucatnya membuat hatinya begitu nyeri dirasa.


"aku tak apa tuan,terima kasih sudah menolongku,maaf jika aku merepotkan mu"


jawab hurem lirih,kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan lekaki tersebut.


namun baru beberapa langkah, hurem kembali ambruk kelantai.dengan sigap lelaki itu menghampiri hurem dan membopongnya ke kamarnya, ia memanggil dokter khusus istana untuk segera memeriksa keadaan hurem sekarang


sedari tadi, saat dia membopong tubuh hurem yang lemah,ada beberapa mata yang memandangnya dari kejauhan.namun mereka tak gegabah dan mengambil langkah yang salah ,seperti menghampiri dan menanyakan berbagai macam pertanyaan yang berujung menghakimi dan menuduhnya yang tidak-tidak .kini mereka mengikuti langkahnya dari kejauhan dan terhenti saat dirinya memasuki kamar milik hurem.


Dikamar, tuan putri hurem sedang diperiksa oleh dokter -dokter handal istana.sedangkan diluar tampak lekaki yang sedang gelisah menunggu kabar tentang kondisi hurem saat ini, ia bingung harus berbuat apa, tanpa sadar kakinya melangkah tak menentu dengan pikirannya yang sedikit kalut ,memikirkan kondisi hurem sekarang.


tak lama kemudian, keluarga hurem tiba. mereka berpura pura tak mengerti dengan apa yang telah terjadi, ishaq menanyakan kronologi yang sebenarnya.pun ia menjawab semua nya dengan jelas, tersirat raut wajah aneh yang ditampakkan nya saat menceritakan kronologi yang terjadi. sang taja tau persis apa yang dirasakannya. hingga....

__ADS_1


"apa kau mencintai putri ku dube, kau terlihat begitu mengkhawatirkan keadaan nya"


bagai pisau yang menembus dadanya, penyataan itu seketika membuatnya bungkam dan mempertanyakan berbagai macam kebenaran yang dirasakannya. jika benar jawaban dari segala pertanyaan nya adalah


iya


apakah pantas aku yang rakyat jelata ini bersanding dengan mu sang putri raja


jika hati ini tak menentu


rasa ini menggebu


dan fikiran ini semakin sendu


izinkan ku rengkuh dan ku rindu


kenangan tentang ku dan dirimu

__ADS_1


el rumi


Di sisilain dikota.


nampak sosok gadis cantik, memfokuskan kameranya pada satu objek yang dibidiknya. tanpa sadar lelaki paruh baya menghampirinya seraya mengusap lembut kepalanya.saat gadis itu mengalihkan pandangannya ia mendapati sosok yang begitu membela setiap langkah nya selama ini,begitu ia sayangi dan berarti baginya


"kakek! kakek kok nggk istirahat didalem, disini udaranya dingin kek nggak baik buat kesehatan kakek,ichsana bawa masuk kakek ya"ujar ichasa lembut penuh perhatian


saat ichasana hendak mendorong kursi roda yang dikenakan kakeknya, kakeknya menahan tangan ichsana.beliau tersenyum mendapati gadis cantik yang selama ini ia bela,didik serta lindungi penuh kasih dan sayang, telah tumbuh menjadi sosok dewasa yang santun budi pekertinya. setelah kepergian belahan jiwa nya, istri tercintanya,rumahnya redup tanpa ada warna kasih dan sayang hingga kehadiran ichsana membawa perubahan baru dikehidupannya.


setelah pelepasan jabatan dan pelantikan ayah ichsana,sang kakek memutuskan untuk pergi dari kawasan istana dan memilih tinggal di mansion sederhana dipedesaan.ia ingin menghabiskan masa tuanya hanya ber 2 bersama sang istri.selang beberapa tahun dari kepindahan mereka, neneknya divonis mengidap penyakit kanker ovarium stadium lanjut, seketika hati kakek hancur mendengar nya,orang yang begitu ia cintai, orang yang selalu ada dibalik kesuksesannya, orang yang selalu ada disaat keadaannya, harus mengalami cobaan yang begitu beratnya. namun rasa cinta kakeknya pada sang nenek tak berubah sedikit pun. malah,beliau tambah mencintai neneknya. hingga suatu hari neneknya colabs dan menghembuskan nafas terakhirnya meninggalkan kakeknya dengan ribuan kenangan manis yang mereka miliki.hati kakeknya hancur,hatinya murung, tatapannya terlihat sendu tak ada senyum ramah yang menjadi ciri khasnya.


semua itu membuat hati kecil gadis yang usianya belum genap 5 tahun itu terkoyak, ia meronta memaksakan kehendaknya pada sang ayah agar mengizinkannya menemani dan tinggal bersama kakeknya yang hidup sendirian setelah kepergian neneknya. awalnya sang ayah tak menyetujuinya,namun karena pembelaan sang kakek, alhasil ayahnya mengalah akan egonya dan memperbolehkan nya untuk tinggal bersama kakeknya.


setelah kehadirannya kakeknya kembali bersemangat dan kembali menjadi pribadi yang dulu.


"aku begitu menyanyangi mu kakek"ujar ichsana memeluk kakeknya seraya mengecup pipinya.

__ADS_1


"dasar gadis manja,kakek juga sangat menyanyangi mu"


jawab sang kakek seraya membalas pelukan hangat cucunya


__ADS_2