
*flashback on
universitas syrn
salah satu universitas ternama dikota b*
nampak seorang gadis yang gugup menanti keputusan akhir dari sang panitia,dalam babak penyisihan akhir kompetisi yang ia ikuti .
sebulan yang lalu ia mengikuti karantina, proses penyisihan peserta kompetisi yang mewakili kampus dalam ajang bergensi tersebut.tak tanggung-tanggung hadiah yang akan di tujukan pada pemenang kompetisi adalah promosi bakat serta galeri besar dr para sponsor.
__ADS_1
kompetisi ini menjadi buah bibir masyarakat yang paham betul akan seni. seperti halnya seni fotografi. dalam kompetisi tersebut banyak perwakilan negara yang menjadi delegasi peserta untuk mengharumkan nama tanah airnya.
begitu juga gadis yang kini begitu girang mendengar keputusan akhir panitia yang menyeleksi beberapa peserta untuk mengikuti ajang tersebut. namanya terpanggil untuk menjadi delegasi peserta dalam kompetisi tersebut.
sungguh rasa syukur tak henti hentinya ia panjatkan pada sang robbi yang menakdirkan suatu kebahagiaan yang tiada tara ini.namun dibalik semua keberhasilan nya kini ia merasa kesepian karena jauh dari keluarganya, baginya semua ini adalah cobaan dari rintangan yang harus ia lalui dalan menggapai kesuksesannya. ia tersenyum teduh,tersirat rasa yang tak mampu ia jabarkan.
tak lama kemudian ponselnya bergetar tertera nama grand father dilayar ponselnya, segera ia mengangkat panggilan tersebut.
"alhamdulillah kek ichsana terpilih, setelah ini ichsana akan segera pulang, tunggu ichsana ya kek"
"iya sayang kakek akan menunggumu"
setelah memutuskan panggilan dari ponselnya, ichsana bergegas kembali ke apartemen yang ditempatinya bersama sang kakek. benar saja setelah ichsana memutuskan untuk lanjut ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. mereka lebih memilih menetap dikota B dengan sepetak apartemen dan meninggalkan mansion yang selama ini mereka tinggali. setelah tiba di apartemen ichsana masuk dan menceritakan semua kabar baiknya kepada sang kakek.
__ADS_1
selang tak lama dari perbincangan mereka, terdengar pintu apartemen diketuk.ichsana meminta tolong suster untuk membukakan pintu apartemennya. saat pintu terbuka,begitu terkejutnya ichsana saat mendapati sosok laki-laki yang begitu terhormat di kampus nya. seorang pemilik kampus sekaligus merangkap sebagai dosen pembimbing nya, kini khusus bertamu ke apatemennya. ada apa gerangan yang membuat coach EL itu sapaannya berkunjung ke apartemen .saat ichsana mempersilakan dosennya masuk, El mengatakan niatannya berkunjung ke apartemen nya. dengan pernyataan khusus,ia bangga atas prestasi yang diraih ichsana dan secara tidak langsung mengharumkan nama kampus yang didirikannya. maka dari itu El berencana turun tangan sendiri dalam mendampingi serta membimbing ichsana secara eklusif,demi memenangkan kompetisi ini.
"bagaimana ichsana?apa anda keberatan dengan niatan saya? jika iya saya juga tidak memaksa ,hanya saja saya menawarkan bantuan semampu yang saya bisa"
"oh tidak coach,saya sama sekali tidak keberatan,malahan saya sangat terkesan dengan penawaran anda, bagaimana tidak seorang yang begitu terhormat seperti anda,rela merakyat demi mendampingi mahasiswi seperti saya"
"jangan terlalu berlebihan dalam memuji ichsana,tapi untuk pujiannya barusan saya sangat berterima kasih. ok besok pagi saya tunggu anda dibandara, kita akan berangkat bersama ke lokasi kompetisi, saya harap sebulan ke depan kita mampu menjadi partner terbaik dan kompak dalam memenangkan kompetisi ini. maaf pak, ichsana saya harus segera kembali, ada beberapa hal penting yang harus saya urusi. sekian saya mohon pamit ,salam"
"salam.... " ujar ichsana dan sang kakek bersamaan
keterpukauannya pada setiap pernyataan yang terlontar dari lisan sang coach membuatnya bengong tak terarah. rasa senang yang begitu sangat membuatnya merasa begitu terhormat.
"coach El kau membuatku seketika terjebak dalam persona mu.
__ADS_1