
Summoner ini pun lalu berpindah tempat dengan bayangannya. Dia pun mendekati Ferdy yang sedang duduk namun di halang oleh pasukan.
"Tolong biarkan aku berbicara kepadanya?" ucap summoner ini
"Kau jangan mendekat, kau ingin membuatnya celaka kan?" ucap pasukan
"Tidak, aku menghilangkan semua bayangan disini" ucap summoner ini, semua bayangan yang banyak itu pun hilang.
Ferdy pun yang sedang duduk, mencoba membuka mata dan melihat apa yang terjadi. "Pasukan, ada apa di depan saya?" tanya Ferdy
"Ada summoner bayangan itu, dia mau mendekat tapi kami halangi" ucap salah satu pasukan
"Biarkan saja, dia sudah aku kalahkan, dan dia takkan bisa menyembuhkannya lagi" ucap Ferdy
Ferdy kemudian berdiri lalu membuka jalan dan melihat summoner itu. Summoner itu pun lalu mendekati Ferdy dan bilang. "Tolong kalahkan Raja Iblis, dia yang mengontrol kami!" ucap summoner itu
"Maksudmu mengontrol itu seperti apa?" tanya Ferdy
__ADS_1
"Dia memaksa kami untuk bergabung supaya putrinya bisa berjalan bebas di dunia ini, dia akan memusnahkan semua ras" ucap summoner ini
"Maksudmu, tujuannya hanya agar putrinya tidak di incar makanya dia akan memusnahkan ras lain, bukannya itu malah akan membuatnya semakin di incar?" tanya Ferdy
"Itu sudah aku bilang kepadanya, tapi Raja Iblis tetap memaksa karena dia pernah kehilangan orang yang di cintainya juga dan dia tidak mau kehilangan putri satu-satunya" ucap summoner yang mulai kesulitan bernafas akibat santet yang di berikan Ferdy
"Maafkan aku karena lakukan ini, aku tidak tau bahwa kamu orang yang baik" ucap Ferdy
"Tenang saja aku sejak awal juga memang berniat untuk bunuh diri, terima kasih telah mengabulkannya" ucap summoner itu
Setelah itu mata summoner itu pun terpejam lalu terjatuh ke tanah. Semua pasukan pun bersuka cita karena pemimpin pasukan raja iblis sudah terbunuh, namun tidak seperti Ferdy yang menangis akan kepergiannya karena Ferdy sudah membunuh orang yang salah. Ferdy merasa kekuatannya terlalu berbahaya karena tidak memandang bulu, semua orang bisa terkena mau orang baik ataupun yang jahat sekali pun.
Setelah lama perjalanan, Victoria pun sampai di pintu gerbang namun di depan pintu, Victoria melihat segerombol orang yang menunggu untuk masuk. Victoria pun mendekat dan bertanya, "Kalian kenapa masih di depan gerbang?" tanya Victoria
"Kami tidak bisa masuk karena pintu gerbangnya di tutup" ucap salah satu orang yang ada di rombongan itu
"Aneh, biasanya tidak seperti ini, sepertinya beneran ada penyusup yang masuk" ucap Victoria
__ADS_1
"Penyusup!, Kakak sepertinya kita mesti bergegas untuk masuk!" ucap perempuan di rombongan itu
"Kakak?, Siapa tadi yang berani panggil aku kakak?" tanya Victoria
Semua orang pun menunjuk ke arah perempuan berambut pendek itu. "Ini aku kak, masa lupa sama suara adik sendiri?" ucap perempuan itu sambil mendekat ke arah Victoria
"Anne Scarllet, ini beneran kamu?" tanya Victoria sambil memperhatikan tampilan Anne
"Iya dong, masa gak kenal sih ketika aku pakai tampilan berbeda?" ucap Anne
"Kamu menggunakan sihir gak penting itu kan yang bisa merubah warna?" tanya Victoria
"Ping pong, benar sekali, gimana bagus kan?" ucap Anne
"Iya, bagus, sebaiknya kita jangan berlama-lama disini, kita akan masuk ke dalam?" ucap Victoria
"Baiklah kak" ucap Anne
__ADS_1
Bersambung