
"Kamu adiknya?, kenapa tidak bilang ketika aku pergi ke istana, jadi aku gak perlu di tolak masuk waktu itu!" ucap Ferdy
"Ya maaf, kan waktu itu aku tidak sadar, setelah sadar aku baru tau bahwa kamu sudah pergi duluan" ucap Anne
"Iya, bener juga ya" ucap Ferdy.
Setelah itu Ferdy pun bangun dari tempat tidurnya dan mau keluar dari ruangan perawatan. Namun di tahan sama Anne karena Anne di percaya untuk menjaga Ferdy. Ferdy pun mencoba memohon karena mau melihat keadaan Alicia.
"Tolong Anne, aku mau melihat keadaan Alicia?" ucap Ferdy.
"Aku tidak bisa, karena dia butuh istirahat agar memulihkan lukanya dengan cepat" ucap Anne
"Berarti Alicia berhasil selamat?" ucap Ferdy
"Iya, dia berhasil dan untung saja lukanya tidak terlalu dalam, jadi masih bisa di sembuhkan, maka dari itu dia butuh banyak waktu istirahat" ucap Anne
Setelah itu Ferdy pun kembali ke kasurnya untuk beristirahat. Setelah berada di dalam kasur, Ferdy malah tertidur kembali. Keesokan harinya, terdengar suara orang yang berisik dari luar ruang perawatan. Ferdy pun merasa terganggu dan menjadi terbangun dari tidurnya. Ferdy pun berniat berteriak kepada orang yang ribut, "Woy, bisa diam gak, gue lagi tidur!!!" ucap Ferdy
__ADS_1
Setelah berteriak, Ferdy baru teringat bahwa Anne tidur di dekatnya semalem. Ferdy pun mulai panik karena ada yang membuka pintu ruang perawatannya. Ferdy lalu mengambil selimut dan menyembunyi keberadaan Anne di tempat tidurnya. Orang yang membuka pintu pun mulai menghampirinya. Ternyata yang menghampiri adalah Victoria yang sepertinya ingin tau dengan keadaan Ferdy.
"Selamat siang Ferdy", ucap Victoria sambil membawa bunga dan buah-buahan.
"Eh...selamat siang juga...", ucap Ferdy.
"Gimana keadaanmu, sudah baikkan?", tanya Victoria sambil tersenyum menatap Ferdy.
"Iya, sudah baik, terima kasih sudah menyembuhkanku", ucap Ferdy.
"Bukan apa-apa hanya bantal saja kok", ucap Ferdy.
Victoria pun terus menatap Ferdy laku mendekati Ferdy, ini membuat Ferdy keringat dingin, Victoria menjadi seperti detective yang ingin mengintrogasi tersangka. Victoria pun terus menekan Ferdy dengan pertanyaan yang mungkin akan menyudutkannya. Walaupun begitu, Ferdy tetap mengelak dan memberikan jawaban palsu tentang kasurnya.
"Baiklah kalo kamu gak mau mengaku, aku pergi ke luar saja", ucap Victoria lalu kembali keluar ruangan.
Setelah itu Ferdy bisa bernafas lega, lalu membuka selimutnya. Terlihatlah Anne yang sedang menatap Ferdy dengan mata melotot dan bibir cemberut.
__ADS_1
"Kamu suka dengan kakakku?" tanya Anne dengan serius.
Wajah Ferdy pun memerah dan bilang, "Gak kok, aku gak suka", ucap Ferdy sambil menyilangkan tangannya.
"Beneran?, Tapi kenapa wajahmu memerah seperti buah apel?" tanya Anne
Ferdy pun menatap kiri dan kanan lalu bilang, "Disini panas banget ya...", ucap Ferdy mengalihkan pembicaraan.
"Jangan bohong!, kalo begitu gimana kalo kamu, aku beri pilihan, kamu mau pilih aku atau kakak?" tanya Anne.
"Gimana ya?, aku gak ada niat memilih kalian berdua?", ucap Ferdy yang masih kebingungan.
Setelah itu kekesalan Anne pun memuncak karena melihat Ferdy yang sepertinya tidak bisa menentukan pilihannya. Anne pun berinisiatif untuk mencium Ferdy agar Ferdy lebih memilihnya. Anne pun menutup matanya sambil mendekati wajah Ferdy namun Ferdy pun bilang, "Anne kenapa wajahmu sangat dekat, kamu mau menciumku?" tanya Ferdy
Anne pun lalu membuka matanya dan berhenti mendekati Ferdy lalu Anne bilang, "Diam saja!, aku mau tau tentang perasaanmu?"
Bersambung
__ADS_1