Dunia Cermin

Dunia Cermin
Desa? [20]


__ADS_3

...Setelah selesai berkata seperti itu pemilik villa langsung mengerah-kan para mayat hidup yang ada bersama-nya untuk menyerang kami, tanpa pikir panjang aku langsung mempersiapkan senjata yang ada pada ku....


..."02 DAN 04 JAGA JARAK KALIAN DENGAN PARA MAYAT HIDUP ITU! 01 DAN 03 BANTU AKU UNTUK MENJATUHKAN MAYAT-MAYAT INI!"...


...Dengan cepat sabit yang ada di tangan-ku turun kearah mayat hidup yang mendekati grup kami, tetapi sebanyak apapun aku menjatuhkan mayat-mayat hidup yang berdatangan mereka seperti sebuah lalat yang tidak ada habisnya....


..."aku akan mencoba mengambil kalung yang ada di leher pemilik villa, aku juga akan mencoba menarik perhatian dari semua mayat hidup yang ingin pergi kearah kalian"...


...Sebelum aku bisa melakukan apa yang baru saja aku katakan, seseorang memegang tangan-ku untuk menahan diriku. Melihat kebelakang 01 bisa terlihat memegang tangan-ku dengan erat, ekspresi yang ada di mukanya terlihat gelap....


..."05! Apa kau gila?! Kau ingin pergi dan menghadapi semua mayat hidup ini? Mereka bisa menenggelamkan mu dengan kuantitas mereka!"...


...Aku mencoba melepaskan tangan ku dari 01 sambil terus mencoba menghadang mayat hidup yang terus berdatangan kearah kami semua, perkataan milik 01 tidak salah tetapi jika kami tidak melakukan hal drastis yang akan menunggu kami adalah akhir yang paling buruk. ...


..."Tapi kalau kita hanya terus bertahan seperti ini yang akan terjadi juga sama seperti kata-kata mu, kita akan tenggelam oleh banyaknya mayat-mayat hidup ini"...


...Tanpa berpikir panjang aku langsung mengiris lengan-ku untuk memancing para mayat hidup yang ada dengan bau darah. setelah memperhatikan para mayat hidup yang ada di desa ini selama 2 hari, aku mendapatkan kesimpulan bahwa selain dari suara yang keras, mayat hidup yang ada di sini akan beraksi dengan cepat saat mencium bau darah....


...Dengan cepat para mayat hidup yang bertebaran langsung bergerak kearah-ku, mereka bergerak seperti hewan buas yang telah mencium mangsa mereka. Pandangan ku sekarang hanya berisi dengan tubuh-tubuh yang terus berjatuhan, ini membuat-ku merasa Kembali kedalam masa dimana aku hanya alat yang dipakai untuk membunuh pada medan perang....

__ADS_1


...Tanpa melihat Kembali kearah para peserta lain aku yakin mereka sudah merasa takut, selama ini aku tidak ada satupun orang yang tidak takut kepada-ku saat aku bergerak sebagai mesin yang hanya bisa membunuh. Tetapi aku tidak peduli saat ini tujuan-ku adalah bergerak kearah pemilik villa untuk menggambil kalung miliknya dan memastikan para peserta lain bisa pergi dari tempat ini, kemungkinan kali ini aku akan mati di sini tapi hal ini tidak membuat-ku sedih melainkan aku merasa lega....


...Satu, dua, tiga,.... Semakin banyaknya tubuh yang berjatuhan maka semakin dekat aku dengan pemilik villa, tangan ku mulai sakit karena aksi memotong yang tidak ada henti-hentinya. Detik-detik yang aku lalui terasa lambat seperti seseorang dengan sengaja memencet tombol slow motion tetapi aku terus bergerak ke tujuan-ku, sekarang aku sudah berdiri di depan pemilik villa yang sudah tidak terlihat seperti manusia sambil mengatasi mayat hidup yang terus mencoba memakan ku....


...Tanpa pikir panjang aku bergerak secepat mungkin mengunakan sabit yang ada di tangan-ku sebagai lengan tambahan aku mencuri kalung yang ada di leher pemilik villa, kemudian aku melemparkan kalung itu dengan sekuat tenaga kearah para peserta lainnya....


..."KALIAN PERGI KE TAMAN BELAKANG SEKARANG JUGA! KEMUDIAN TARUH SEMUA BATU YANG ADA KEPADA MAKAM MILIK KELUARGA PEMILIK VILLA SESUAI DENGAN SIMBOL YANG ADA PADA BATU NISAN MEREKA! TINGGALKAN AKU DI SINI! AKU AKAN MENYUSUL KALIAN SETELAH MEMBERSIHKAN SEMUA MAYAT YANG ADA DISINI!"...


...Aku kemudian memfokuskan diri-ku untuk menghadang pemilik villa yang masih terkejut dengan apa yang baru saja terjadi, Jika ia mengejar para peserta lain sekarang maka mereka tidak akan smapai pada tempat yang mereka tuju dengan mudah....


...Aku bisa mendengar suara 02 dan juga suara peserta lain-nya aku yakin 01 tau hal yang terbaik sekarang adalah untuk secepat mungkin pergi dari sini untuk menyelesaikan rintangan pertama, mendengar teriakan 02 yang semakin jauh aku tersenyum walau aku tidak mengerti kenapa aku tersenyum....


...Pemilik villa bertanya dengan mata yang kosong tetapi dari nada yang ia pakai aku tau dia ingin tertawa, baginya mungkin apa yang aku lakukan hanyalah hal yang sia-sia. Tetapi selama ada kemungkinan kecil bagi para peserta lain untuk terus hidup aku merasa semua ini sangatlah berguna, walau akhirnya aku harus menyerahkan nyawa-ku di tempat ini....


...Melihat aku tidak akan merespon-nya pemilik villa kemudian mengangkat tangan-nya dan para mayat hidup yang tersisa maju kearah-ku seperti ombak, dengan darah yang terus mengalir dari tangan ku yang ter-iris aku tau situasi milik-ku tidak terlihat positif. Tapi aku harus bisa menhan pemilik villa di sini selama yang aku bisa, mau sebagaimana kuat-nya diri ku jika aku terus dikerumuni musuh dari semua arah dengan keadaan yang tidak sehat maka pada akhirnya aku hanya akan kalah....


...Clang!...


...Sabit yang aku gunakan terjatuh dari tangan-ku, tetapi aku masih bisa menjatuhkan mayat hidup yang berdatangan dengan cara mematahkan kaki dan tangan mereka agar mereka tidak memiliki mobilitas. Tetapi keadaan ini membuat ku tidak bisa menahan pemilik villa lebih lama, sebelum pemilik villa pergi untuk menyusul para peserta lainnya aku bisa melihat ia tersenyum sinis kearah-ku....

__ADS_1


...Aku hanyalah manusia biasa pada akhirnya, aku bisa merasakan beberapa bagian tubuh ku telah tercabik oleh serangan dari para mayat hidup yang terus berdatangan. Aku telah melakukan semua yang aku bisa untuk para peserta lainnya, selama ini aku hanya bisa mendengarkan perintah dari orang yang aku benci dan tidak bisa membantu orang yang ingin aku lindungi. ...


...Walau aku tidak bisa mengingat nama-ku karna 'Dunia Cermin' aku tidak merasakan apapun, aku hanya bisa berterima kasih kepada para staff 'Dunia Cermin' karna mereka tidak menghapus nama-nama kawan ku, sekarang sudah waktu-nya kau juga menyusul mereka untuk beristirahat....


...Dengan senyum aku menutup mata-ku, membiarkan semua mayat hidup yang datang untuk mencabik ku dan mengakhiri hidup-ku yang penuh kesalahan....


.......


.......


.......


.......


.......


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Jangan lupa untuk Vote, Like, Komen, dan Share cerita ini agar author tetap bersemangat membuatnya!

__ADS_1


__ADS_2