Dunia Cermin

Dunia Cermin
Desa? [21 Part: 1]


__ADS_3

...Aku menunggu untuk rasa sakit datang tetapi detik demi detik berlalu dan tidak ada sama sekali tangan yang datang untuk merobek-ku, aku membuka mata milik ku dengan bingung dan melihat bahwa sebuah kubah transparan berdiri mengelilingi-ku. Kemudian sebuah kilat cahaya muncul dan membuat ku kehilangan pengelihatan ku untuk beberapa saat, saat pengelihatan ku Kembali aku bisa melihat para mayat hidup yang bergeletakan di lantai seperti boneka yang benang-nya telah terputus....


..."Aku meminta maaf untuk kelakuan ibu-ku, pengunjung dari luar apa kau masih ingat terhadap saya?"...


...Saat aku sedang mencoba mencerna apa saja yang baru terjadi seorang anak berdiri di depan-ku, wajah milik nya hampir sama seperti pemilik villa tetapi melihat bagaimana cara anak ini berpaikaian ia adalah anak laki-laki. Mengingat tentang anak kecil seketika aku langsung tau siapa anak yang ada di depan-ku ini....


..."Kau yang memperlihatkan mimpi tentang bagaimana desa ini jatuh dalam kutukan kepada-ku dan kau juga adalah anak dari pemilik villa"...


...Anak itu kemudian tersenyum dan mendekati-ku tetapi aku tidak yakin dengan apa yang ia inginkan jadi aku menjaga jarak ku dari-nya, dia tidak terlihat tersinggung saat melihat aku waspada terhadapnya....


..."Pengunjung dari luar apa kau masih ingat permintaan ku? Aku ingin kau mengakhiri kutukan yang tidak pernah berakhir pada desa ini, aku telah membantu mu dua kali jadi pengunjung dari luar aku harap kamu dapat membantu ku juga"...


...Aku melihatnya dengan mata yang penuh kecurigaan, jika dia bisa membuat semua mayat hidup ini jatuh seperti boneka tanpa benang kenapa ia tidak menghentikan pemilik villa sendirian....

__ADS_1


..."Kau bisa membersihkan semua mayat hidup ini dengan mudah kenapa jadi kenapa kau harus meminta bantuan-ku? Kemudian bukan-nya kau adalah anak dari pemilik villa? Jika kau meminta nya untuk berhenti mungkin ia akan mendengarkan-mu"...


...Dia melihat ku dengan muka yang ingin menjelaskan sesuatu yang sulit, aku menunggu jawaban dari-nya dengan muka tenang tetapi hati ku tidak bisa tenang karena aku khawatir dengan peserta yang lainnya....


..."Semua yang terjadi di tempat ini memiliki aturan-nya, jika kau pada hari pertama tidak menaruh bunga dan mendoakan aku bersama keluarga ku maka aku tidak akan pernah bisa membantu mu. Kutukan yang ditaruh pada desa ini memiliki aturan nya juga, yang dapat memberhentikan kutukan pada desa ini hanyalah orang yang tidak pernah terlibat dalam tragedi pada tahun itu. Kemudian karna ibu-ku telah mengulang kutukan ini ribuan kali.... Ia telah kehilangan dirinya, ia sekarang hanya memiliki kebencian terhadap semua benda yang ada"...


...Anak itu berkata dengan senyum yang terlihat terpaksa, jika yang ia katakan adalah hal yang sesungguhnya maka dia telah melihat ibu-nya terus menerus membunuh orang-orang yang datang ketempat ini dan melihat desa ini terus terjerumus dalam kutukan yang tak pernah usai....


...Ia kemudian melihat ku dengan mata yang berbinar setelah aku berkata seperti itu, dengan cepat tanpa aku bisa beraksi anak itu memegang tangan-ku dengan senyum....


..."Terima kasih! Terima kasih banyak! Kau dan para pengunjung lain tidak perlu khawatir kami akan membantu mu di saat yang tepat! Kemudian biar aku memberi mu satu petunjuk untuk memudahkan kalian, Kami adalah keluarga jika kami ingin berjalan maka kami harus bersama"...


...Setelah selesai memberitahukan apa yang ia perlukan kepada-ku, anak itu akhirnya menghilang seperti tidak pernah ada sama sekali....

__ADS_1


...***...


...Aku tidak perlu berjalan lama sebelum bertemu dengan para peserta lainnya, saat aku menjumpai mereka 02 langsung berlari kearah-ku dan menangis dengan kencang. Aku mencoba menenangkan 02 yang sedang menangis di lengan-ku, tetapi saat 02 melihat keadaan ku sekali lagi tangisan miliknya semakin kencang....


..."02 jangan menangis aku tida apa-apa, ini bukan darah-ku. Lihat ini semua darah dari mayat hidup yang terjatuh"...


...02 berhenti menangis tetapi mata miliknya tetap terlihat berkaca-kaca, ia terlihat ingin memukul ku tetapi juga takut memukul ku karna keadaan ku yang tidak terlihat bagus....


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Jangan lupa untuk Vote, Like, Komen, dan Share cerita ini agar author tetap bersemangat membuatnya!


p.s: aku bagi dua part untuk bab yang ini karna panjang sekali cerita-nya, tenang langsung bersamaan kok up nya :)

__ADS_1


__ADS_2