Dunia Cermin

Dunia Cermin
Desa? [21 Part: 2 End]


__ADS_3

..."Kau tidak boleh melakukan hal seperti itu lagi, jika kau mati di sini maka kau akan mati juga di dunia nyata!"...


...Aku hanya bisa membiarkan 02 memarahi ku dengan mata berkaca-nya, sambil bertanya ke 03 kenapa mereka semua masih belum pergi ke makam yang ada di taman belakang. 03 kemudian menjelaskan tentang tanaman rambat dengan warna hijau segar yang tiba-tiba tumbuh pada jalur yang ada di taman, tanaman rambat ini menghalangi mereka untuk melanjutkan ke tujuan akhir mereka....


..."Apa kalian sudah mencoba memotong tanaman rambat ini?"...


...03 menjawab bahwa mereka sudah mencoba memotong tanaman rambat ini, tetapi setiap satu akar terpotong maka akan ada tiga lagi yang muncul untuk menggantikan-nya. Ini membuat ku berpikir sejenak dan tiba-tiba aku mengingat apa yang dikatakan oleh anak pemilik villa sebelum sampai di sini, setelah mencerna baik-baik perkataan dari anak pemilik villa seketika aku mengerti apa yang harus aku lakukan....


..."Keluarkan semua batu yang kalian miliki"...


...Walau semua peserta bingung dengan permintaan ku mereka tetap melakukan-nya, kemudian aku memegang ketiga batu itu secara bersamaan menuju tanaman rambat yang menghalangi jalan kami. Seketika tanaman rambat yang menutupi jalan seperti jaring terbelah seperti memberikan kami jalan, para peserta yang melihat ini terkejut dan tidak mengerti dengan apa saja yang baru terjadi....


..."Jadi ini maksud-nya, kami adalah keluarga jika kami ingin berjalan maka kami harus bersama"...


...Saat aku berkata seperti itu para peserta lain-nya melihat ku dengan aneh, sebelum 04 bertanya kenapa aku bisa mengetahui cara ini untuk membuka jalan....


..."Saat rintangan pertama berakhir aku akan menjelaskan semuanya kepada kalian, untuk sekarang kita harus fokus menyelesaikan rintangan ini dan keluar dari sini dengan nyawa kita semua"...


...Kemudian para peserta tidak bertanya apa-pun lagi terhadap ku, perjalan kami menuju makam dari pemilik villa dan keluarga-nya sangat mulus tanpa hambatan. Aku hampir menggira bahwa ketegangan yang sebelumnya hanyalah ilusi....

__ADS_1


..."01 dan 03 kalian pegang batu milik suami pemilik villa dan anak pemilik villa, aku akan memegang batu milik pemilik villa kita harus mengurangi resiko bila orang yang memegang semua batu akan di serang oleh pemilik villa dan kehilangan semua batu-batu ini"...


...01 dan 03 menerima batu ini tanpa bertanya, aku pun tersenyum saat melihat mereka tidak mempertanyakan permintaan sekali lagi....


..."Aku akan menaruh batu pemilik villa diatas batu nisan dengan ukiran buku, 01 kau taruh batu mu pada batu nisan dengan ukiran gandum dan 03 taruh punya mu pada batu nisan dengan gambar buku dengan bunga"...


...Kami semua sudah siap untuk menaruh batu-batu ini pada lokasi yang seharus-nya, tetapi mungkin karna perjalan kami ke tempat ini sangatlah mulus pada tahap terkahir kami mendapatkan hambatan. Tanpa peringatan sebuah tanaman rambat dengan warna hitam datang untuk merenggut batu yang ada pada tangan-ku tetapi dengan cepat aku menggengam batu ini, kemudian aku mengambil pisau yang ada di saku 01 untuk memotong tanaman rambat yang bergerak seperti ular ini. Setelah menyelesaikan masalah tanaman rambat, suara pemilik villa bisa terdengar dari belakang kami....


..."Para pengunjung kenapa kalian sangat sulit untuk saya cari? Para pengunjung yang terhormat kalian adalah energi yang akan terus membuat tempat terkutuk ini berada dalam keadaan neraka abadi, jadi PARA PENGUNJUNG TOLONGLAH MATI DISINI!"...


...Dari belakang pemilik villa muncul tanaman rambat yang bergerak seperti ular yang ingin mencekik kami semua, tetapi saat kami sudah siap untuk menghadapi tanaman rambat yang datang kearah kami sebuah cahaya putih muncul di depan kami. Cahaya ini seakan membuat bendungan untuk kami semua dan ditengah-tengah bendungan ini berdiri seorang anak yang melihat dengan sedih kearah pemilik villa, aku juga bisa melihat bahwa ada beberapa tanaman rambat dengan warna hijau segar yang sedang menahan tanaman rambat dengan warna hitam dari menyerang kami semua....


..."KENAPA KAU MELINDUNGI MEREKA! MEREKA SEMUA TELAH MENYAKITI MU! BERHENTI UNTUK KU SEKARANG JUGA JANGAN TARUH BATU ITU!"...


...Anak itu menahan sang pemilik villa yang terus mencoba menggapai kami, aku bisa melihat jika kami tidak menyelesaikan rintangan ini dengan secepat mungkin anak yang berdiri di depan kami akan menghilang. Dia dari awal sudah terlihat transparan tetapi kali ini di bisa terlihat kehilangan beberapa bagian tubuh-nya, mungkin karna menahan serangan dari pemilik villa....


...Aku menaruh batu terakhir pada makam milik pemilik villa dan kami semua sebagai peserta 'Dunia cermin' mendapatkan pesan bahwa rintangan pertama telah berakhir, kami melihat kepada satu sama lain mencari tahu dari ekspresi dari orang lain apakah semua ini adalah hal yang sesungguh-nya....


...[Selamat kepada semua peserta karna telah menyelesaikan rintangan pertama, Assist-tem sekarang akan membawa kalian semua kembali ke Box Of Redemption. Harap semua peserta bersabar dengan proses transfer kembali ini]...

__ADS_1


...Saat kami melihat kotak yang mengambang berisi dengan kata-kata keberhasilan kami, aku bisa merasakan bahwa semua peserta menghela-kan nafas lega. Aku kemudian melihat kearah sang pemilik villa yang sudah tidak memiliki kekuatan apapun, ia menangis dengan sedih dan mungkin sesuatu yang kita sebut 'Tuhan' kasihan kepada-nya jadi ia menurunkan hujan bagi seorang ibu yang kehilang anak beserta suami-nya pada desa yang penuh orang tak bermoral....


...Tetapi bayangan putih dari anak yang membantu kami tadi sekarang berdiri di samping pemilik villa, ia berlutut lalu memeluk pemilik villa dan pemilik villa terlihat kaget bercampur dengan ketidak percayaan saat melihat siapa yang memeluk-nya. Pemilik villa masih menangis tetapi kali ini tangisan-nya tidak terdengar sedih lagi, aku bisa melihat dia tersenyum dengan lega kepada anak yang ia kira telah tiada....


...Saat kami semua hampir terlelap dalam kegelapan yang akan membawa kami kembali, anak itu berbalik kepada-ku dan aku bisa melihat satu sosok lagi yang buram. Sosok ini memeluk pemilik villa dan juga anak pemilik villa, saat hampir kegelapan menelan ku secara utuh aku bisa mendengar anak itu berkata dengan lembut....


..."Terima kasih, aku akan memberikan mu ini dan aku harap kau bisa sampai kepada tujuan mu"...


...Keluarga yang berdiri di depan ku sekarang adalah keluaraga yang bahagia, itulah yang aku pikirkan sebelum semuanya menjadi gelap....


.......


.......


.......


...[Error data sistem dunia cermin mendeteksi hal abnormal---- melakukan konfirmasi ulang kepada staff tertinggi yang ada pada Box Of Redemption ---- Penerimaan data baru ---- data kembali normal --- mengirimkan kembali semua peserta ke Box Of Redemption]...


 

__ADS_1


Jangan lupa untuk Vote, Like, Komen, dan Share cerita ini agar author tetap bersemangat membuatnya!


__ADS_2