
Setelah menyelesaikan ritual mandinya lia pun bergegas menemui sang ibu,ia pun penasaran dengan apa yang akan di bicarakan oleh ibunya.
" Ibu mana yah "
"masih di dapur kayaknya,kenapa ?"
" gak papa yah tadi kata ibu ada yang mau di omongin ayah tau gak kira kira ibu mau ngomong apa sama lia"
" kamu mau di jodohin kali sama ibu" ayah zaki justru menggoda lia dengan menaik turunkan alisnya membuat sang putri makin cemberut.
" ayah ma gitu di tanya beneran malah di becandain"
" bahas apasih ini kok cemberut gitu putri ibu"
" itu bu ayah ngarang"
Lia berganti menatap sang ibu dengan tatapan waspada was was dengan ucapan ayahnya barusan sedangkan sang ayah justru menahan tawa melihat tingkah sang putri yang langsung percaya begitu saja dengan ucapannya.
"Ibu..." lia menoel noel lengan sang ibu membuat sang empunya heran.
__ADS_1
" kenapa sih kok aneh gitu"
" ibu lia gak mau di jodohin" sontak sang ibu heran dengan tingkah putrinya pasalnya tak ada pembahasan soal perjodohan ia pun menoleh pada sang suami yang sedang senyum senyum tak jelas.
" memangnya siapa sih yang mau jodohin kamu nak ?
" kata ayah.." lia pun melirik sang ayah dengan tatapan ciriga.
" Tadi kan ayah cuma bilang mungkin kamunya aja yang langsung percaya" ayah zaki pun langsung berdiri menuju teras.
" ayah ihh.."
" udah jelas kan ?"
" gini sayang kamu serius mau kerja ?"
" emang kenapa bu ?"
ibu amel menggeser duduknya mendekati sang putri agar lia tidak salah paham dengan pembahasan mereka.
__ADS_1
"ayah maunya kamu kuliah dulu nak pendidikan itu penting lagian kamu juga masih terlalu kecil untuk merantau sendirian sebagai orang tua kami takut melepas kamu sendirian tanpa pengawasan " ibu amel membuang nafas perlahan sebagai seorang ibu ia khawatir jika anak gadisnya harus jauh dari rumah lingkungan baru belum tentu bisa membuat sang putri nyaman belum lagi jika terjadi sesuatu kepada siapa ia harus meminta tolong.
" ibu jangan khawatir lia kan udah 18 tahun udah gede buk lia bisa kok jaga diri lia sendiri kalo ayah maunya lia kuliah dulu nanti lia pikirin lagi jujur lia cuma pengen liat dunia luar bu lia mau maju mau jadi orang sukses dengan usaha lia sendiri lia yakin lia bisa kok bu " ibu amel hanya bisa memeluk putrinya dengan haru lia memang memiliki sifat seperti ayahnya pendiriannya kuat dan yakin dengan apa yang telah dia putuskan.
" ya udah, makan yuk panggil adik sama ayah kamu gih "
"siap komandan"
setelah menyelesaikan acara makan malam yang di lengkapi dengan celotehan sang adik lia pun kembali ke kamar,jujur ia masih kepikiran dengan ucapan sang ibu barusan ia paham betul jika pendidikan itu penting tapi ia juga ingin menjadi seorang pengusaha impiannya hanya ingin bekerja mengumpulkan uang supaya ia bisa segera memulai impian memiliki toko untuk sang ibu.
"apa aku kuliah dulu aja ya"
"tapi kalo kuliah tar lulusnya masih lama gak kerja kerja"
"lagian kan kalo kuliah ribet makin pusing aku ntar kalo kerja kan langsung dapet uang"
" tau ah pusing besok tanya rani dulu deh "
setelah bermonolok dengan pikiranya sendiri lia pun mulai masuk ke alam mimpi berharap dapat solusi setelah perang batin yang ia alami.
__ADS_1
maaf ya partnya pendek pendek masih mikir keras soalnya.
see you...