
" kringgggg....." alarm berbunyi tepat pukul 5 pagi membuat lia terjaga dan bergegas membersihkan diri. sejak semalam ia telah menyiapkan semua keperluan yang harus ia bawa dan kenakan hingga tepat pukul setengah 7 ia telah rapi dan siap untuk berangkat.
" dino mana sih katanya berangkat pagi tapi jam segini belum keliatan" gerutunya sambil berkali kali melihat jam yang ia kenakan. tak berselang lama dino pun muncul.
" maaf lama tadi mules soalnya " candanya sambil nyengir kuda padahal ia telat bangun karena semalam terlalu fokus maen game hingga lupa waktu.
" ya udah ayok berangkat takut telat masa iya hari pertama keterima kerja udah mau telat " lia masih saja ngomel karena kesal
" santai ya gak sampe 30 menit juga sampe gak bakalan macet juga kok" jam cowok emang beda lebih lambat kayaknya
" iya iya ayok dah siap ini"
" siap komandan " dan benar saja tak sampai 30 menit mereka telah sampai di depan gedung dengan tulisan SINAR TERANG yah itu adalah perusahaan tempat mereka bekerja nantinya. sampainya disana mereka pun langsung bergabung dengan karyawan lain meskipun banyak yang meremehkan tapi lia tetap pada prinsipnya bahwa ia tak akan menyerah sebelum mencoba, dari nasehat sang ayah ia yakin jika yang terpenting dalam bekerja adalah kedisiplinan dan kejujuran tapi tetap saja lingkungan yang nyaman juga sangat mendukung karena itu menyangkut mood dalam bekerja.
seteleh seharian menghabiskan waktu dengan pekerjaan yang sangat melelahkan akhkirnya tibalah saatnya untuk pulang rasanya tak sabar ingin segera mengguyur badan dengan air dingin.
__ADS_1
" lia kesini sebentar" ucap salah satu karyawan
" iya mbak " berjalan dengan perasaan campur aduk
" ini ambil buat kamu " menyerahkan kotak makanan kepada lia
" ini apa mbak "
" ambil aja buat makan malam nanti,mbak pulang dulu ya udah di tungguin suami "
" woy...ngelamun aja sih " dino menepuk pundak lia pelan.
" ngagetin aja sih "
" gimana kerjanya ? sayang ya kita gak satu bagian " dino berharap mereka satu bagian supaya tetap bisa menjaga lia.
__ADS_1
" kalo satu bagian yang ada akunya bosen ketemunya sama kamu terus " lia tertawa terbahak
" ini bocah ngeselin amat " dino yang merasa kesal sekaligus gemas reflek mencubit kedua pipi lia membuatnya seketika cemberut
" kalo mau pacaran jangan disini neng " tegur salah satu satpam
" gak pacaran kok pak, serius " sanggahnya dengan cepat sementara dino justru merasa lucu
" udah yuk pulang "
setibanya di kosan lia segera membersihkan diri badannya yang berasa lelah sekaligus lengket terasa segar kembali saat air dingin menyentuh kulit setelah mandi ia berencana menelfon sang ibu bisa di bayangkan omelan panjang yang akan ia dengar nanti karena lalai memberi kabar dan benar saja hampir satu jam obrolan mereka hanya seputar nasehat ibu amel yang mengingatkan ini itu .
sebelum tidur lia membuka aplikasi sosmetnya melihat postingan teman sekolah yang sekarang telah banyak berubah kelihatanya mereka telah berhasil barbaur dengan dunia luar tak di sangka ia melihat postingan kakak kelas yang dulu sempat ia taksir yang ternyata bekerja di kota yang sama dengannya. meskipun begitu lia tetaplah lia ia masih minder jika harus bertemu dengan cinta semasa sekolahnya apalagi untuk mengejar cinta pertamanya tersebut.
see you ....guys sepertinya aku kurang inspirasi
__ADS_1