
Dengan menggunakan sepeda motor milik lia mereka bergegas menuju taman,sebenarnya rani berencana untuk menyatakan kembali perasaannya kepada panji ia bertekad untuk memperjelas semuanya jika mereka memang tidak mungkin untuk bersama ia akan mundur dan mencoba membuka hati untuk orang lain.
lia menengok sekeliling dengan perasaan bingung" katanya gak mau pacaran tapi kok ke taman sih ran ? "
rani ingin sekali menceritakan peraannya kepada lia tapi ia tau betul lia sangat minim pengetahuan tentang cinta lia bahkan hanya menyukai satu orang selama mereka sekolah bersama dan itu hanya secara diam diam tanpa berani mengatakan ataupun menunjukkan peraannya benar benar introvert bukan.
" tadi kita emang janjian disini " mereka mencari bangku kosong untuk menunggu karena ternyata mereka datang lebih dulu.
" jujur deh sebenernya kamu mau ngapain ? aku pulang aja ya gak enak soalnya "
" bentar doang aku cuma mau ngomong bentar kok sama panji kamu nanti tunggu sebelah sana aja kalo emang gak nyaman ikut ngobrol " rani menunjuk pohon besar tak jauh dari mereka duduk .
" ya udah deh iya "
tak berselang lama yang di tunggu akhirnya datang juga." maaf ya lama tadi ada urusan sebentar "
" aku kesana sebentar ya" lia beranjak menuju pohon besar sebelah kanannya.rani mengangkat jempol sebagai tanda setuju.
__ADS_1
" jadi ada apa nih kok tumben ngajakin ketemuan"dari gerak gerik rani sebenarnya panji bisa melihat maksud dan tujuan rani hanya saja ia ingin mendengarnya secara langsung dari mulut rani.
tak karuan perasaan rani sekarang tadinya tekadnya sudah bulat tapi setelah berhadapan langsung dengan panji nyalinya langsung menciut seketika.
" gimana ya ngomong nya aku jadi bingung " berulang kali ia memilin ujung bajunya karna gelisah.tanpa ia duga panji justru menarik dan menggenggam tangannya seketika tatapan mereka bertemu." aku tau kamu mau ngomong apa " tatapan mereka masih bertemu banyak pertanyaan dan kebingungan disana tapi keduanya mencoba untuk tetap tenang dan semuanya akan menjadi jelas.
" panji aku suka sama kamu " akhirnya satu kalimat meluncur begitu saja dari mulut rani dan sukses membuat panji bengong mendengarnya bagaimana tidak sejauh yang ia tau rani adalah gadis yang cukup kalem meskipun tidak sekalem lia tapi ia tetap tak menyangka rani berani untuk mengungkapkan perasaanya lebih dulu.
dengan wajah merah menahan malu rani memberanikan diri untuk menatap panji
" kenapa diem "panji masih bertahan dengan ekpresi santainya meskipun sebenarnya ia sudah ingin bersorak tapi takut akan membuat rani semakin malu
" ini mimpi bukan sih " ia berkedip berulang kali.
setelah suasana terasa canggung untuk beberapa saat mereka justru sibuk dengan pikiran masing masing.
" minum dulu " panji memberikan air mineran yang sengaja ia beli sebelum menemui gadis di sampingnya.
__ADS_1
rani pun menerima dengan perasaan yang masih campur aduk
" makasih " ucapnya kemudian
" jadi gimana ?"
" apanya ?"
" kita pacaran gitu " rani hanya mengangguk malu malu
" panji aku pulang dulu ya kasian lia pasti bete dari tadi di kacangin"
" perlu di anterin gak nih pacar "
"apasih malu tau bye..." rani beranjak menghampiri lia dengan senyum mengembang sungguh ia tak menyangka jika panji akan membalas perasaanya apalagi menjadikannya menjadi pacar .
" pulang yuk " rani menarik lia begitu saja membuat sang empunya keheranan pasalnya ia masih agak dongkol karna ternyata dirinya benar benar hanya di jadikan obat nyamuk tau gitu lebih baik ia di rumah rebahan sambil ngemil.sepanjang perjalanan rani masih bertahan dengan tingkah konyolnya yakni senyum senyum tak jelas membuat lia makin keheranan pasalnya ia benar benar tak mengetahui pembicaraan mereka berdua.
__ADS_1
see you...