
Malam menjelang membawa sunyi dan dinginnya hembusan angin malam membuat seorang gadis berulang kali menghirup coklat hangat yang sedari tadi ia genggam setelah pertemuannya dengan rani tak membuatnya lebih tenang justru semakin galau pasalnya sang sahabat justru membuatnya semakin bingung sungguh ia hanya ingin melihat dunia luar dan sedikit bisa membantu perekonomian keluarganya agar lebih mapan dan bisa membangun usaha sendiri.
" tring.." satu notifakasi masuk memberitahukan bahwa ia mendapat undangan interview, yah lia sudah beberapa kali mengirim lamaran di berapa perusahaan yang pastinya bukan di bagian perkatoran karena ia yang hanya tamatan SMA tak mungkin rasanya jika harus bersaing dengan gelar sarjana .
"Huff.." lia menghela nafas pelan dulu ia berfikir terbebas dari PR matematika adalah kebebasan yang hakiki nyatanya sekarang kehidupan dunia nyata yang baru saja ia mulai sudah membuatnya agak frustasi.
" Kak masuk gih di luar dingin loh " saat mengamati wajah sang anak ayah zaki paham betul kegelisahan anak sulungnya tidak seperti biasanya.
" bentar yah..lia masih butuh inspirasi " jawabnya sambil nyengir kuda.
" masih bingung ? " ayah zaki berfikir sejenak mungkin ini memang saatnya untuk memberikan kepercayaan penuh kepada sang putri bahwa kini ia bukan lagi anak kecil yang harus terus di awasi dari dekat dan sudah saatnya lia melihat dunia luar agar ia punya wawasan yang luas untuk bekal hidupnya kelak.
" kakak mau kerja dimana ?"
__ADS_1
lia mengengok dengan antusias dan agak bingung dengan pertanyaan ayah zaki dengan agak ragu ia pun menjawab perlahan.
" di kota k yah deket kok kakak udah dapet undangan interview barusan"
" gak jadi ikut rani ?" tanyanya kemudian.
" nggak yah kejauhan "
" ya udah ayah izinin tapi janji harus jaga diri baik baik jaga pergaulan jangan mudah percaya sama orang baru ". pesan tulus seorang ayah untuk bekal putrinya kelak.
" makasih ayah lia janji gak akan nakal lia juga bakalan sering pulang buat ceritain gimana hari hari lia disana lia bakalan ingat selalu pesen ayah lia janji yah " tak terasa air mata justru menetes tanpa permisi kini ia siap menjemput mimpi untuk menjadi orang sukses di kemudian hari.
" udah gak usah nangis ayah percaya anak ayah sekarang sudah dewasa sudah bisa menjaga diri "
__ADS_1
" makasih ayah "
hari hari berlalu begitu cepat tak terasa kini sudah saatnya lia berangkat untuk interview setelah drama yang lumayan menyita air mata antara ia dan ibu amel yang kekeh ingin sang anak untuk tinggal bersama tantenya disana tapi lia kekeh ingin mencari kos kosan dekat perusahaan agar ia tak lelah perjalanan hanya untuk pulang pergi yang menyita waktu.
jam menunjukkan pukul 8 pagi dan ayah zaki sudah siap dengan sepeda motornya setelah beberapa pertimbangan akhirnya ayah zaki sendiri yang akan mengantar lia ke kota k sekalian mencari kos kosan yang tadinya lia hanya ingin mengajak rani akirnya ia harus pasrah dengan keputusan mutlak sang ayah.
" lia berangkat dulu ya bu, ibu jaga kesehatan jangan capek capek maaf lia gak bisa bantu bantu ibu dulu " ibu amel hanya bisa memeluk erat sang anak tanpa bisa berkata kata entah mengapa ia merasa berat untuk melepas lia sendirian naluri seorang ibu yang tak ingin berjauhan walau hanya sebentar.
setelah menempuh perjalanan yang lumayan melelahkan akhirnya mereka sampai juga di tempat tujuan yakni perusahaan tempat lia bekerja nantinya tak lupa mencari tempat kos dengan akses tranportasi yang mudah agar lia tak repot saat pulang pergi untuk bekerja.
Saat dirasa tugasnya telah selesai memastikan semua kebutuhan lia nantinya sudah terpenuhi ayah zaki segera kembali ke rumah tak lupa ia berpesan kepada lia jika sewaktu waktu membutuhkan bantuan mendesak bisa datang kerumah tantenya karena sekarang mereka menjadi pengganti orang tua untuk lia disana.
"iya ayah lia ngrti kok ayah hati hati ya pulangnya " pelukan ayah zaki terurai di kecupnya kening sang anak dengan haru tak ingin semakin sesak ia pun segera tancap gas meninggalkan lia sendirian.
__ADS_1
Agak haru ya teman teman untuk part kali ini
see you....