
Disinilah lia sekarang setelah mempersiapkan diri semaksimal mungkin kini ia telah berdiri di depan gedung tempat ia akan menghabiskan waktunya untuk menghasilkan rupiah dari usahanya sendiri. dengan langkah mantap ia segera menghampiri pos satpam yang akan memberikan pengarahan selanjutnya. di luar dugaan ternyata tak hanya dirinya yang mengenakan seragam hitam putih bisa di pastikan ia tak akan gugup sendirian melainkan akan ada teman baru yang akan menjadi temannya berbagi cerita,ada sekitar 10 orang yang kini akan menghadap HRD setelah menjalani serangkaian tes yang menghabiskan waktu dan tenaga akhirnya mulai besok mereka sudah bisa datang untuk mulai bekerja dari ke 10 orang hanya 8 yang lolos dan semuanya masih belum berpengalaman.
"huf..." lia merebahkan diri di atas tempat tidur ia tak mengira jika interview membutuhkan waktu yang lumayan lama kerena terlalu lelah lia justru terlelap tanpa mengganti baju ataupun mandi terlebih dahulu.
" tok..tok..tok.." ketukan pintu menarik lia dari dunia mimpi . di depan sudah ada dino yang ingin mengajak lia keluar untuk mencari makan sesama anak kos sebisa mungkin mereka harus saling menjaga itulah prinsipnya.
" ada apa dino ?"
" dih...abis molor ya ?"
" iya nih..capek banget soalnya "
" cari makan yuk laper ni tidurnya lanjut nanti"
" iya deh bentar ya aku mau mandi dulu"
__ADS_1
" ok " sambil menunggu lia mandi dino pun duduk di kursi depan kamar lia,dino adalah teman baru lia yang kebetulan akan menjadi teman kerja sekaligus teman kos ia sama seperti lia anak perantauan yang ingin belajar hidup mandiri.
tak berselang lama lia keluar dengan penampilan yang lebih segar.
" yuk berangkat " keduanya berjalan beriringan layaknya orang pacaran,setelah beberapa saat mereka berhenti di tenda pinggir jalan yang lumayan rame.
" makan disini aja ya "
" terserah kamu aja yang penting kenyang"
di tempat lain ibu amel sedang mondar mandir menunggu kabar lia pasalnya ia sudah mewanti wanti lia agar segera menghungi rumah apabila telah selesai interview tapi hampir sampai jam 8 masih belum juga ada kabar ia pun jadi khawatir jika terjadi sesuatu dengan lia.
" duduk dulu bu mungkin lia kecapean trus tidur makanya belum sempet ngasih kabar " ayah zaki ikut pusing melihat sang istri mondar mandir sadari tadi.
" tapi yah ini kan udah malem ibu khawatir"
__ADS_1
" tenang bu, lia pasti baik baik aja baru juga sehari lia pergi ibu udah kelabakan kaya gini "
" ibu kan khawatir ayah"
" semuanya baik baik saja bu" setelah beberapa saat ibu amel pun memutuskan untuk tidur ia mencoba berfikir positif.
" lia kita besok pulang pergi barengan aja ya gak usah naik angkot" setelah selesai makan mereka bertukar cerita untuk lebih mengenal satu sama lain dan entah kenapa dino bisa dengan mudah menyentuh dunia lia pasalnya sebelumya lia sangat sulit untuk menerima orang baru apalagi sampai menceritakan banyak hal tentang dirinya ia sadar perlahan ia harus mampu untuk membuka diri dan menerima orang baru separti yang di ajarkan oleh ibunya dulu ibu amel selalu berkata gak papa cuma punya satu teman asalkan tulus sama kita dari pada banyak tapi ada maunya dan selama ini hanya rani teman yang ia anggap paling tulus tapi sekarang mereka telah memiliki jalanya masing masing dan ia harus bisa menjaga dirinya sendiri.
" iya deh lumayan ngirit ongkos" ucapnya sambil tertawa
" dasar maemunah" mengacak rambut lia menjadi kebiasaan baru dino entah kenapa ia seperti mempunyai adik baru yang harus di jaga menjadi anak tunggal membuatnya sering merasa kesepian apalagi ia hanya tinggal berdua dengan ibunya setelah sang ayah meninggal.
upnya agak lama kirain bakalan ada yang kangen nyatanya aku patah hati guys...
see you..
__ADS_1