Dunia Ku Yang Buruk

Dunia Ku Yang Buruk
epsd 1


__ADS_3

PROLOG ON


-Nadine Adella Ulani-


Oke, perkenalkan nama gue Nadine Adella Ulani. Anak ke 3 dari 3 bersaudara. Keluarga masih utuh kok. Gue sekolah di SMA HARAPAN BANGSA, kelas X ipa 1. Gue tinggal sendiri. Kenapa? Orang tua gue udah gapeduli lagi sama gue. Lebih tepatnya si gue dibuang, mungkin.


Gue punya kakak namanya Kevin arsenio, dia ama gue beda 2 tahun, dia kelas XII ips 1. Kenapa ips? Dia mau nerusin bisnis bokap soalnya. dia itu paket komplit lah kalo kata fansnya. Gua ama dia satu sekolah, tapi kita kek orang gak kenal. Bahkan dia sering ngeluarin kata kasar kalo gue coba ngomong ama dia.


Gue juga punya kembaran, nama dia ama gua cuma plesetan huruf vokalnya doang, kalo gue adella, kalo dia adilla, ya lebih tepatnya Nadine Adilla Ulani. Gue beda kelas ama dia, tapi kita sama sama ambil ipa. Cantik, feminin, dan ya dia mah bisa dibilang paket komplit juga si. Dia juga sama kayak kak Kevin, cuek banget kalo ketemu gue.


Papah? Ada kok, dia itu ketua yayasan yang berwibawa. Gue aja sering senyum-senyum miris gitu kalo liat dia lagi pidato pas upacara atau kalo lagi ada acara. Papah orang yang paling benci ama gue. Dia bahkan pernah nampar gue.


Mamah? Dia itu sosok yang gue kangenin banget, banget. Gue kangen sosok ke ibuannya. Dia itu lembut, penyayang sama penyabar. Tapi kalo sama gue, dia bisa berubah jadi monster yang paling gue takutin dan gue hindarin.


Satu lagi, doi. Gue punya juga dong. Dia Muhammad Fatih Arrizki a.k.a fatih. Ketua osis tersayang. Kalo dia mah udah ngga bias diraguin lah. Ketos, kapten basket, pinter, tajir, most wanted pula. Tapi ya gitu. Gue ama dia, ehmm backstreet. Alesannya? Dia gk mau gua dibenci lebih parah katanya, karna kembaran gue, si dilla juga suka ama dia.


Ngga ada yang sadar tentang keberadaan gue sebagai saudari kembar dilla. Gue berusaha sebisa mungkin supaya ngga ketahuan. Ngga mudah, gue harus nyembunyiin identitas asli sendiri, belum lagi muka kita yang cukup mirip.


jadi itulah hidup gue dalam sekilas.


PROLOG OFF


"Mamah, mah, jangan tinggalin della mah, della takut sendirian, della kenapa ditinggalin disini sendirian? mamah della takut" della berteriak memanggil mamahnya yg mulai menjauh.


"Mamah, papah, kakak, della takut disini, kenapa kalian tinggalin della sendiri? Ayo kembalii" della berteriak, menyadari apa yang ia lakukan hanya sia-sia, tubuhnya pun meluruh ke lantai yg dingin itu.


.


.

__ADS_1


'Kringgg... Kringgg... Kringg'


Della terbangun dengan nafas yang terengah, air mata dan keringat yang bercucuran.


"Haish mimpi itu lagi, ***** cape gue, sampai kapan ya tuhan?" della bergumam, ia mengambil kotak lama yang sering ia buka setiap mimpi buruk, ahh ia merindukan keluarga nya. Ia membuka kotaknya dan membaca kembali surat yang bahkan ia sudah sangat hafal. Setelah selesai membaca suratnya, ia mengalihkan pandangan nya pada dinding dan seketika...


"AISH ADUH ****** GUE KESIANGAN, KYAAAAAAAAA" della berteriak dengan sangat kencang dan bersiap-siap sekolah.


Selesai bersiap-siap della melahap sandwich yang dibuatnya sambil memakai sepatunya.


Setelah merasa semuanya siap dan tidak ada yang tertinggal, della segera berlari keluar dan segera menuju halte. sepertinya keberuntungan sedang berpihak kepadanya, bis datang tepat setelah ia menginjakan kaki nya di halte tersebut, dengan segera della menaiki bis tersebut. Della mencari tempat duduk dekat jendela, spot andalannya. Setelah dapat, ia duduk tapi tidak merasa tenang.


"Aduh gila, kena lagi dah gue ama tu ketos," della menggerutu dalam hatinya.


Setelah 15 menit berada dalam bis, della turun dihalte tepat diseberang sekolahnya. Della kembali melirik jam tangannya, ia menarik mengembungkan pipinya, ia tetap kesiangan.


"Oke della keep calm" della berusaha membuat dirinya tenang dan berjalan menuju gerbang yang sudah tertutup, disitu terdapat beberapa siswa yang kesiangan seperti della, jika sudah seperti ini della malas sekali, pasti ia akan kena hukum(lagi), tapi apa boleh buat.


'Serem *****' batin della berteriak.


Tetap dengan gaya santai nya della melangkah.


"Iya sabar, " della menyahuti.


Setelah sampai della pun ditanya alasannya, hingga menimbulkan perdebatan antara della dan fatih -ketos yang della sebut menyebalkan-


"Apa alasan kamu terlambat adella?" tanya fatih.


Della diam sejenak.

__ADS_1


"Adella?"


"Aah i-iya, iya maaf gue kesiangan gegara ngerjain tugas semalem" alasan della yang sepenuhnya jujur.


"Kenapa gak ngerjain siangnya? Atau kemarin-kemarin aja?"


Della menatap fatih dengan tatapan memohonnya.


"Gue sibuk gaada waktu, hidup gue gak cuma buat ngerjain tugas doing." Della menjawab acuh tak acuh.


"Della, lo tuh pelajar. Ya tugas lo pasti belajar, belajar, dan belajar lah. Lagi sesibuk apaan si lo hah?" tanya fatih menantang, della menggigit bibir bawahnya.


Bella -teman fatih dan della- yang mengerti keadaan della pun segera mendekati fatih. "udah tih. kasian della mending lo cepet-cepet Kasih hukuman ke dia" bisik Bella yang langsung diangguki fatih.


"Oke, lupain pertanyaan gue yang tadi, so sekarang gue hukum lo hormat ke tiang bendera di lapangan." fatih memberi hukuman pada della.


"Hah? Jangan dong, sumpah yang lain aja dah," della berbicara dengan mengecilkan volume suaranya pada kalimat terakhir agar fatih tidak mendengar nya.


"Ngga ada penolakan. Lakuin aja, gue liatin lo dari sini" tegas fatih.


"Ayolah tih jangan nyiksa gue astaga" della berusaha membujuk fatih.


"Apaan sih del Cuma hormat doang, alay banget si lo mah ah" ledek fatih, della yang terpancing pun segera berlari ke lapangan dan berteriak pada fatih.


"Oke gue buktiin gue ga alay, tapi siap-siap gotong gue ke uks yak" baiklah della siap menerima apapun yang terjadi, sedangkan fatih tetap santai dan tidak terlalu peduli dengan perkataan della.


Della menarik nafas dalam-dalam. Ia mengangkat tangannya untuk hormat, ia tidak berani mengangkat kepalanya karna panas matahari pagi yang sangat menyengat. Berdirinya della dilapangan mendapat perhatian dari beberapa siswa. Banyak yang berdecak atau menggeleng-gelengkan kepalanya karna sangat hapal dengan tabiat della. +


Lain dengan mereka, kini della tengah menahan pusing yang menderanya. Ia menoleh pada fatih, fatih masih ada disana, mengawasinya. Rasa pusing semakin menjadi, membuat tubuh della sedikit oleng. Della menurunkan tangannya dan memandang sekitar. Banyak siswa yang mulai mendekatinya, tapi della tak bisa mendengar apapun telinganya terasa berdengung dan pandangannya semakin samar. Hingga akhirnya mata della terpejam dengan sempurna.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2