Dunia Ku Yang Buruk

Dunia Ku Yang Buruk
Epsd 9


__ADS_3

'Secara batin dia terluka, secara emosi dia kacau, secara mental dia depresi, secara fisik dia tersenyum, keep strong my girl' -fatih


Fatih P.O.V


Pagi ini gue berangkat sama della, seperti biasa si kalo kita berangkat bareng dia selalu minta turunin di halte tempat yang waktu itu gue jadiin tempat janjian ama della. So della itu gadis manis yang bikin gue berkali-kali jatuh sama dia. Kali ini biar gua intro dulu siapa gue.


Gue, Muhammad Fatih Arrizki, anak pertama dari dua bersaudara. Punya adik cewe namanya chika. Nama bunda gua mila, dan nama ayah gue herman.


Gue sekarang kelas dua, lebih tepatnya XI IPA 1. Jabatan gue disekolah? Ketua osis, kapten basket, dan most wanted, penerus Kevin arsenio -kakak della- , bukan sombong si tapi emang itu kenyataannya heheh.


Gue juga punya temen seperjuangan yang deket banget sama gue namanya dika, erick sama haikal. Mereka juga sekelas sama gue. Mereka anak basket juga tapi mereka bukan salah satu anggota osis karna saat pencalonan mereka geleng-geleng.


Next nadine adella ulani atau della. Gadis yang menyandang status pacar gue hampir setahun. Dia manis, cantik, lembut dan penyayang, intinya jauh banget sama kembarannya, dilla yang agresif dan posesif banget. Dia orang yang tertutup kecuali sama orang terdekatnya, dia gadis yang susah banget ngasih kepercayaan nya ke orang baru. Sekali kalian buat dia kecewa, susah untuk mendapat maafnya. Della ngerti gue banget maka dari itu gue selalu stay sama dia. Dia gk pernah ngebosenin bagi gue. Dia orang yang gk pernah bikin orang janji buat gk ninggalin dia. Intinya dia segalanya buat gue.


Author P.O.V


Della berjalan santai di sekolahnya. Mata della terarah pada orang yang sedang mengekori kekasihnya, della hanya bisa tersenyum dan menunduk. Sepanjang perjalanan banyak bisik-bisik tentang dilla dan fatih.


'Najes tu cewe centil bat ****'


'Asik goals banget dah, yang satu cantik yang satu ganteng'


'Yawla fatih lu sama gue ajalah yak'


'Cocok gilak bener dah'


Della hanya terus melangkah tanpa memperdulikan bisikan tentang kembaran dan pacarnya. Jujur della cemburu tapi della selalu meyakinkan hatinya bahwa fatih hanya menyukai nya.


Tiba di depan kelas della melihat feli yang sedang ngobrol dengan nada -teman sekelas mereka- , feli melambaikan tangannya pada della, della hanya tersenyum menanggapi. Mood nya turun drastis pagi ini.


"Del tugas fisika udah?" feli bertanya ketika mereka tiba didalam kelas, della hanya nyengir menanggapi pertanyaan feli.


"Belum lah, sejak kapan gue mau ngerjain tugas sekolah? Heheh" feli hanya memutar bola mata nya malas


"Udah ah gue mau ke kantin yee, gue laper byeee" pamit della pada yang lain.


"Kuy ah gua ikut, mager ikut jam nya pa sapu ijuk" seru Bella seraya bangkit dan berjalan santai keluar kelas .


"Ih Bella, Della tunggu!" pekik feli, killa dan sindi bersamaan. Akhirnya mereka pergi bersama ke kantin sekolah. Teman sekelas mereka hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah ke lima bad girl tersebut. Mereka kembali mengerjakan tugas dari pak dika yang dipanggil sapu ijuk oleh Bella tadi. Mereka berlima memang memberi julukan sapu ijuk pada pak mandra karna rambutnya yang benar-benar keras, oke lupakan.


Della, Bella, killa, feli dan sindi melangkah menuju kantin untuk duduk syantik, mereka mulai memesan makanan dan duduk ditempat paling pojok. 1


Makanan yang mereka pesan tiba, mereka menikmatinya tanpa peduli dengan sekitar.


"permisi?"


Della dan temannya menengok. Ternyata yang menyapa mereka adalah fatih. Mereka meringis pelan melihat kedatangan fatih.


"Kak fatih, maaf-maaf aja nih, catet-catet aja ya kak, kita mau makan dulu" saut Bella pelan.


"Nah iya, tulis aja pokoknya," timpal sindi.


"Iya udah catet aja abis itu pergi dah, peduli setan lah point gue udah berapa banyak" kali ini killa yang berbicara.


Fatih hanya menghela nafasnya,


"Iya kalian gue catet, eh kamu del, kamu di panggil bu Dian di ruangannya"


Della yang mendengar nama bu Dian di sebut, ia langsung menjatuhkan sendoknya. 'Aduh mantep tante Dian lagi'


"Oh yaudah, eh bocah gue cabut dulu yeee, tih aku ke bk dulu" pamit della.


'Tok... Tok... Tok... '


"Ya, masuk" suara seseorang terdengar dari dalam, della mulai membuka pintu dan melangkah masuk. Tanpa permisi della langsung duduk begitu saja.


"Loh? Makin hilang ya sikap sopan santun kamu?" suara tantenya terdengar sinis, della hanya mendengus dan mencoba tidak peduli.


"To the point please"


"Kenapa kamu makin ke sini maki liar della? Apa kamu gk pernah diajarkan sopan santun oleh orangtua kamu?"


"Bacot," suara della terdengar dingin dan tatapan matanya menyendu. 10


"Astaga gk tau diri banget kamu ya! Saya laporin ke orang tua kamu ya." bentak tante Dian.


"Gausa bentak, saya bilang to the point aja, tante tuh cuma orang yang kebetulan kenal aja sama ortu aku,"


"Kamu!" tante berdiri, jari tangannya menunjuk kearah della.


"apa?" Della hanya menaikkan sebelah alisnya santai.


"Kamu saya skor tiga hari, dan keluar kamu dari ruangan saya."


"Ohh, yaudah, makasih tante udah baik banget ngasih aku liburan tiga hari, bay tante" 7


Della keluar dengan senyum bahagia, berbanding terbalik dengan hatinya. Ia melangkahkan kakinya menuju kelas. Di depan kelas della melihat sedang ada guru yang mengajar.


Tanpa salam, dan tanpa sapa della nyelonong masuk. Ia memasukkan perlengkapan sekolahnya yang berantakan di meja. Seolah tidak perduli dengan kelas yang sedang berlangsung, della kembali melangkahkan kakinya keluar kelas, teman-teman nya masih berada dikantin.


"Ekhm" suara deheman menghentikan langkah della. Ia berbalik dan menatap seorang guru yang tadi mengajar dikelasnya.


Raut wajahnya tenang dan tidak merasa bersalah. "Ada apa pa?"


"Kamu mau kemana? Kenapa kamu membawa tas? Kamu mau bolos lagi?" tanyanya dengan nada tegas.


"Engga kok pa, saya mah dikasih ijin sama tan- eh maksud saya guru bk" della yang tadi bersikap tenang kini bersikap sok polos, ia menampilkan nyengiran andalannya.


"Ijin?" tanyanya masih tidak percaya, della yang merasa jengah pun melengos pergi dari hadapan gurunya


Ia menuju kantin untuk berpamitan pada teman-teman nya, koridor terlihat sepi karna masih jam pelajaran. Tidak sengaja matanya bertemu dengan mata fatih, della menyunggingkan senyum manisnya, lalu tatapannya mengarah ke arah gadis disamping kekasihnya tersebut.


'Alah, pacar gue astaga' -batin della.


Bersikap tidak peduli della melenggang menuju kantin dengan mempercepat langkahnya.


Tiba dikantin matanya langsung mengedarkan pandangannya, mencari ke 4 cabe-cabean tercintanya.


"Oy cabe!" sapanya riang.


"Apa nyet?"


"Gua kena skor tiga hari heheh" della menunjukkan raut girangnya.

__ADS_1


"Lah enak, kok gue kaga sii aela" sahut killa.


"Iya **** enaaa, terus lu mau ngapain seminggu ini?" timpal sindi.


"Gatau gimana nanti aja, gue cabut ye," della pergi dengan mengibaskan rambutnya, membuat teman-teman nya mendengus geli.


Di parkiran della memasuki mobilnya dan mengeluarkan handphone nya. Dan ya, fatih sudah menelpon nya sebanyak 5 kali, ia langsung menelpon balik fatih.


Tepat di dering ke tiga fatih mengangkatnya.


'Halo?' della menyapa pertama kali.


'Wa'alaikumsalam, kenapa del?'


'Eiya lupa astagfirullah'


Jangan dibiasain ah, tadi gimana sama guru bk?' +


'Iya iya, gk diapa apain cuma dikasih liburan doang'


'Ck, bilang aja di skor, terus sekarang mau kemana?'


'Pulang ajalah, kangen rumah'


'Yakin?' dapat della dengar suara fatih berubah khawatir disana.


'Fatih tenang aja yak, lagian uang bulanan della juga udah abis'


Della berusaha menenangkan fatih.


'Yaudah hati-hati ya, nanti pulang sekolah fatih langsung ke apart della'


'Iya, udah ya, assalamu'alaikum'


'Wa'alaikumsalam'


Klik, sambungan telpon della dan fatih terputus. Della segera mengendarai mobilnya, kebetulan gerbang sekolahnya sedang tidak ada yang menjaga.


Della mengarahkan mobilnya menuju rumah orangtuanya, ia siap dengan masalah yang akan ia hadapi jika orangtua nya marah ketika melihatnya kembali menginjakkan kakinya dirumah ia besar tersebut. Ia sangat merindukan orangtuanya.


Tiba didepan gerbang rumahnya della menurunkan kaca mobilnya, ia menyapa satpam rumahnya, satpam tersebut sempat kebingungan, tapi della dengan mudah mengingatkan satpam tersebut.


Della turun dari mobilnya, ia melihat rumah yang sudah hampir beberapa tahun ini ia tinggalkan. Tidak ada yang berbeda, hanya beberapa tanaman saja yang berganti.


Ia melangkahkan kakinya menuju pintu belakang. Ia tahu orang tuanya sedang berada dirumah, jadi ia memutuskan agar bertemu dengan pembantunya terlebih dahulu.


"Bi iceuuuu" merasa berpanggil, bi iceu -pembantu dirumah orangtua della- menengok, dan sapu yang dipegangnya pun terjatuh.


"N-non d-della?" tanyanya tak percaya


"Iya bi" della mengedipkan matanya dan melangkah mendekat. Ia langsung merekuh wanita paruh baya tersebut


"Ini teh beneran non della?"


"Iya bibi astaga" della kembali meyakinkan bi iceu.


Bi iceu mengajak della duduk, ia membuatkan minuman untuk nyonya yang telah tumbuh besar. Tidak lama terdengar suara langkah yang perlahan mendekat


Della yang merasa terpanggil pun menengok, dan betapa terkejutnya ia melihat mamah nya sedang berdiri di hadapannya.


"M-mamah?" suara della terasa tercekat saat memanggil kata mamah.


"Mau apa kamu kesini huh?" mamah della bertanya dengan nada sinis.


Della hanya terdiam menatap wanita yang hampir beberapa tahun ini hanya ia lihat dalam sebuah foto usang saja.


Merasa tidak ada respon dari della, wanita tersebut menarik, ralat, menyeret della menuju ruang kerja suaminya, ia ingin meminta penjelasan pada della yang sudah lancang datang kerumahnya.


Tiba didepan ruang kerja, Tanpa mengetuk pintu, wanita itu langsung nyelonong masuk. Sang suami terlihat terkejut dengan kedatangan istri dan anak yang, ekhm mereka asingkan.


"Ada apa sih ma? Ketuk pintu dulu kan bisa" tegas papa della.


Della tetap diam. Diamnya kini makin menjadi. Ia menatap tak percaya dengan kedua orang yang berada didepannya, papah dan mamahnya.


Ia benar-benar rindu terhadap orang yang sudah membuatnya ada didunia.


"Jadi della, apa yang membuat kamu kesini? Kamu tahu kan kalo kamu sudah janji tidak akan menginjakkan kaki lagi ke rumah ini?" nada ayahnya terdengar dingin di telinga della.


Della mencelos, ia bergeming, tatapannya kosong dan ingatannya terlempar pada hari dimana ia diasingkan. Seakan tersadar, della yang tadi menunduk pun mengangkat kepalanya. Ia mulai menatap dalam mata papahnya, mata yang sama dengan mata indahnya.


"Maaf kalau della lancang, tapi p-papah, uang bulanan della habis" dan della juga kangen kalian . Della hanya mampu mengucapkan kelanjutannya dalam hati.


"Astaga della, ya sabarlah, lagian ini juga baru sehari lewat dari tanggal biasa kita kirim, boros banget sih kamu?!" bentak mamah della tak percaya.


Della menutup matanya, menahan sesak karna bentakan yang diberikan mamahnya.


"M-maaf tapi d-della emang bener-bener butuh" della semakin tergagap, ia ingin lari saja rasanya.


Della melihat ayahnya bangkit dan menghampiri nya.


"Ayah udah minta sekretaris ayah buat kirim uang ke kamu, tapi kamu tau kan didalam perjanjian itu, kalo kamu ngelanggar kamu bakal kena sanksi?" tanya ayah della. Della mengangguk membenarkan. "Ya, untuk sanksi, ayah gak akan kirim uang lagi ke kamu, jadi kamu harus berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup kamu sendiri, dan silahkan keluar dari rumah ini" 26


Setetes air mata jatuh dari mata della, della mengangguk samar dan berbalik. Della mulai meninggalkan rumahnya ini. Della memantapkan hatinya untuk benar-benar lepas dari keluarga ini.


Della mengendarai mobil dengan keadaan kacau, air matanya terus saja berjatuhan, wajahnya terlihat pucat dan menyedihkan. Tiba di apartemen, della memakirkan mobilnya asal dan mulai berlari menuju apartemen nya.


Diapartemen della langsung masuk kamar, ia menenggelamkan kepalanya di bawah bantal dan mulai menangis sekencang-kencangnya.


CERITANYA BERLANJUT DI BAWAH INI


Katakanlah della cengeng, tapi sungguh, della hanya butuh dimengerti, sekarang bagaimana? Ia saja masih duduk dibangku sekolah, lalu bagaimana caranya mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya?


Della terus menangis hingga tertidur.


Della terbangun karna merasa sesuatu yang basah dan lembab menempel dikeningnya. Ia meraba dan ingin menariknya, ketika ingin menarik lengannya di tahan oleh seseorang, della mengangkat kepalanya dan menatap kekasihnya.


Della masih belum bersuara hingga elusan dipipinya membuatnya sadar, della mulai tersenyum dan menatap fatih.


"kenapa? Kok bisa sampai demam?" fatih bertanya, della mulai bangkit untuk duduk dan menceritakan semuanya, fatih hanya menundukkan kepalanya mendengar cerita della


'Hati lu terbuat dari apa del?' -batin fatih.


Della selesai bercerita, fatih menarik della kedalam pelukannya, hangat, itulah yang ada dalam pikiran della.

__ADS_1


"Yaudah, sekarang makan terus minum obatnya ya? tadi pas kamu tidur aku beli obat ke apotik" tawar fatih pada della.


"Iyya"


Fatih bangkit untuk menuang bubur yang tadi ia beli sekalian membeli obat di apotik. Della tampak memperhatikan gerak gerik fatih yang terlihat menarik bagi della. Della menarik kedua ujung bibirnya dan tersenyum. +


Fatih kembali duduk dan menyuapi della, suasana cukup hening. Selesai menyuapi della, fatih mengambil obat dan menyodorkan nya pada della. Della menerima dan meminumnya. Sistem imun della memang lemah, jadi ia mudah sakit.


Handphone fatih tampak berbunyi. Fatih izin untuk mengangkat telpon dan della hanya mengangguk.


"Siapa tih?" tanya della pada fatih yang sudah kembali setelah mengangkat telpon.


"Bunda"


"Kenapa?" della kembali bertanya.


Fatih tampak menghela nafas dan menatap della,


"Maaf ya del, hari ini aku harus pulang cepet, bunda aku minta aku buat jagain chika soalnya bunda mau pergi sama ayah"


"Iya udah ga papa kali, oiya salam ya sama chika, bilang aku kangen gitu"


Merasa gemas fatih pun mengacak-acak rambut della.


"Iya bawel, aku pergi ya, assalamualaikum" pamit fatih.


"Yeu enak aja,yaudah , hati-hati ya, waalaikumsalam"


Fatih meninggalkan della, della menatap punggung fatih yang perlahan menjauh


'Makasih' kata della dalam hati.


'I'm not okay,


But i smile anyway'


โ˜โšกโ˜


Della terbangun, setelah fatih pergi tadi della sempat tertidur, kini matanya terarah pada jam yang terletak di dindingnya, jam tersebut menunjukkan pukul empat lima belas menit


'Astaga belum shalat ashar' della menepuk keningnya dan perlahan bangkit. Badannya sedikit oleng ketika berdiri, rasa pusing masih menyergapnya. 1


Della mengambil wudhu dan melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim. Selesai shalat della bangkit dan menuju balkon kamarnya untuk bersantai. Balkon dan rooftop, keduanya adalah tempat favorit bagi della.


Della mengambil handphone dan mulai membuka aplikasi chatting, tidak lupa ia menghidupkan sambungan datanya terlebih dahulu. Perlahan chat satu persatu mulai muncul, della membuka grup chatting bersama sahabatnya, grup tersebut sepertinya sudah berubah namanya menjadi 'anti tikung-tikung squad',, della hanya menggelengkan kepalanya maklum


Anti tikung-tikung squad


SindiSinday : oy gabut:(


Bellaa : ****** jomblo ๐Ÿ˜€


FeliciaAN : ku tersyindir


Bellaa : o aja ye kan ๐Ÿ˜


SindiSinday : bodo amat ya bel, bodo amat ๐Ÿ˜’


KillaKikan : /nyimak/


Bellaa : yeu killa, lu juga jomblo yak


KillaKikan : o aja sih, bahagia banget ngeledekin kita kita ****, mentang-mentang taken, ew.


SindiSinday : mantep


FeliciaAN : anjay erteh


Bellaa : heheh iye maap maap, btw ini yang di skor kemane?


SindiSinday : lagi beduaan kali ama ayangnya ๐Ÿ˜ช


KillaKikan : iya bisa jadi tuh wkwk


NaDella : i'm here sistah ๐Ÿ˜™


Bellaa : najes jijik **** ๐Ÿ˜ท


KillaKikan : by


FeliciaAN : ^


SindiSinday : ^


NaDella : yeu b aja dong, oy btw gua sakit lagi masa


FeliciaAN : serius?! Sakit apa lu ****? Perlu kita ke apart lu?


Bellaa : mi apah? Kita kesana ya?


SindiSinday : yang bener del? Harus kesana gk kita?


KillaKikan : why? Parah ngga delllll?


Ini yang della suka, para sahabatnya ini adalah tempat bersandar ternyaman bagi della. Sahabatnya sudah seperti keluarga baginya. Mereka sangat mengerti della.


NaDella : duh gausah kok, gua cuma demam biasa karna terlalu stress hehe


KillaKikan : kenapa lagi?


SindiSinday :


FeliciaAN : vidcall aja dell, cerita ama kita


Bellaa : iyadeh ayo cerita sama kita.


Sore itu, lewat panggilan video call della menceritakan bagaimana ia bisa sakit tapi tidak tentang keluarganya.


Bersambung...


____________________________________________________


Tanks Udhh Mampir Jan Lupa Like,Vote And Komennya Ya Biar Lebih Semangat Nyari Alur Cerita ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2