
Pergi aja kalo itu emang yang terbaik.
Senin pagi. Pagi ini della sudah berada disekolahnya karena masa skorsing nya sudah berakhir. Seperti biasa, della dan sahabatnya kini tengah berada di kantin. Della tampak biasa saja, seolah kejadian beberapa hari yang lalu tidak ada artinya.
"Sin!" panggil killa
"Apaan?"
"Beli kuaci ama kacang gih, nih duitnya"
"Yeee ***** kok gue si, noh si della ada" dengus sindi.
"Hah ****** udah sana beli elah" kali ini Bella yang menyahut, della hanya terkekeh mendengarkan percakapan para sahabatnya, pandangan nya terarah pada felli yang sedari tadi hanya diam, sikapnya terlihat berbeda.
Mengabaikan killa, sindi, dan Bella, della mencoba berbicara pada felli. "Fel?"
"E-eh iya, kenapa del?"
"Lo yang kenapa kali, daritadi cuma diem aja, liat tuh anak-anak asik cekakak-cekikik ngetawain yang gk jelas"
"Oh, heheh. Cuma ada sedikit masalah kok del"
"Cerita aja fel, gua dengerin, atau lo mau ke tempat yang agak privasi?" della mencoba menawarkan diri untuk menjadi tempat curhat feli.
"Emm boleh deh del" feli menjawab seraya menyelipkan beberapa anak rambut yang terlepas dari ikatan.
"Yaudah, bentar ya, pamit dulu" feli hanya memberi anggukan pada della.
Della kembali beralih kepada killa, Bella, dan sindi.
"Eh bocah!" panggil della pada ketiga nya.
"Paan si del?" jawab killa terlihat tidak peduli karna sedang asik dengan kuaci yang sedang ia kupas.
"Ye tayi, ini gua ama felli cabut dulu ye, kalo lo pada masuk kelas gue ama dia belum dateng, ijinin ye, bay"
"Iya udah iya"
Rooftop.
Tempat yang della pilih adalah rooftop. Ia kini sedang duduk disebuah sofa bersama feli.
"Jadi kenapa fel?" della mulai bertanya, tatapan mata feli kosong matanya perlahan lahan mulai berair dan jatuhlah setetes air mata dari mata indahnya.
Della masih bungkam, ia menunggu feli berbicara, hingga menit ke sepuluh setelah keheningan yang cukup lama feli mulai bersuara.
"Gue harus pindah del"
Della terus diam, karna ia yakin feli masih akan melanjutkan ceritanya tanpa perlu dipancing.
"Orang tua gue tiba-tiba bilang gue harus pindah ke amrik del, gue, gue ga sanggup del astaga, gimana bisa gue harus ninggalin kalian disini del? Gue udah terlanjur bahagia disini, tapi di lain sisi gue berat del buat gk nurutin perintah orang tua gue, gimana pun mereka orang yang paling gue hormatin saat ini, terus gue harus gimana del?" feli menangis, emosinya meluruh begitu saja, beban yang ditampungnya terasa sedikit terangkat.
Della menarik feli kepelukannya, ia pun bingung harus bagaimana,ia ingin menahan feli tapi ia bukan siapa-siapa disini.
"Gue panggil anak-anak ya? Gaenak kita ngediskusiin ini berdua doang, nanti yang ada mereka salah faham" della bertanya pada feli.
"Iya."
Della mengambil handphone nya dan membuka aplikasi chatting.
Anti tikung-tikung squad
CERITANYA BERLANJUT DI BAWAH INI
NaDella : rooftop sekarang, gc gausa banyak bacod
Bellaa : otw
KillaKikan : ^^
SindiSinday : ^^^
Tidak lama, kelima sahabat itu sudah berkumpul dan duduk membentuk lingkaran dilantai, della sudah menceritakan apa yang terjadi pada feli, semuanya tampak menghembuskan nafasnya berat, sedangkan feli hanya mampu menunduk.
"Pergi fel kalo itu yang terbaik" itu suara killa, semua kini menatap killa meminta penjelasan, killa terlihat santai dan melanjutkan ucapannya.
"Pergi fel, selama itu baik untuk masa depan lo, kita sahabat-sahabat lo akan ikut bangga kalau lo berhasil disana, lo bisa kesini kapan pun karna kita akan selalu wellcome sama lo, lo di sana di jamin fel, bokap nyokap lo disana, setidaknya kalau lo disana lo gk akan haus Kasih sayang fel" setelah melanjutkan ucapannya killa mengalihkan pandangan nya dari keempat sahabatnya.
Semua membenarkan kata kata yang diucapkan killa, ya, setidaknya jika feli kesana akan lebih baik. +
"Pergi fel, tunjukin ke kita lo bisa" lanjut bella sambil tersenyum.
"Pergi fel, kita akan tetep nunggu lo disini" tambah sindi ikut tersenyum.
"Pergi fel, kita semua sayang sama lo" dan terakhir della, walau berat ke lima orang tersebut tersenyum lalu berpelukan bersama, tangis mereka pecah dan akhirnya feli yakin bahwa ia harus pergi demi kebaikannya.
"Udah-udah, jadi mellow gini, jadi kapan lp bakal berangkat fel?" tanya sindi sambil menghapus air mata nya.
"Lusa" jawab feli lesu.
"WHAT?!" teriak mereka bersamaan.
"Demi apa? Pokoknya hari ini kita bolos dan kita abisin waktu bareng-bareng!" ucap della dengan senyum devilnya.
"Nah iya setuju" timpal bella.
"Berangkat!"
"YAS PANTAI, YUHUUUUUUUUUUU"
Ya saat ini della dan para sahabatnya memutuskan untuk pergi ke pantai. Mereka sedang asik bermain volley dengan formasi 2 banding 2, sedangkan della hanya menonton. Raut mereka terlihat bahagia seolah-olah mereka tidak ingin berpisah.
"Eh, cari gelang samaan yuk? Buat kenang-kenangan" teriak della pada ke empat temannya.
Mereka perlahan mengakhiri permainan nya dan melangkah mendekati della.
"Kuy, cari kemana? Sekalian cari makan aja, laper"
"Iyatuh boleh"
"Yaudah yuk"
Mereka berjalan menuju pedagang gelang terdekat. Bella dan killa tampak antusias saat memilih beberapa macam gelang.
"Eh yang mana modelnya?" seru killa heboh.
__ADS_1
"Yang itu cakep, eh yang ini juga cakep" timpal bella.
"Yaudah yang itu aja tuh yang warna warni" sahut feli.
"Lah iya yang itu aja" final sindi.
Sedangkan della hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah ke empat sahabat nya 'Lagi, gue harus kehilangan orang yang gue sayang buat yang ke sekian kali' -batin della.
"Eh ini gelang nya gue bagi-bagi ya, ini punya gue, ini bella, ini sindi, ini feli dan ini elu del" killa tampak membagikan beberapa gelang yang mereka beli bersama tadi.
"Makasih kil, eh foto kuy gue mau update ig" ucap della.
"Ayok"
Mereka menyusun jari yang berbentuk peace menjadi Bintang.
Cekrek.
"**** pegel, mana coba liat?!"
"Berisik bener bacot lo, sabar dong"
"Hehe iya maaf"
"Ini nih, cakep pan?"
"Nah keren! Yaudah gece update, di ig lo ya del, heheh"
"Iye-iye bawel lo mah"
Na_Della
Syakil_kan : ugh โค
Sindi_nday : โค๐๐
Belarose_ : sayang juga ๐
Felic_an : ๐๐โค
Virgie.erick_ : pulang woy pulanggggg
Bis_dika : woy balik lu, sekolah-sekolah, bolos mulu lu semua ๐
Belarose_ : eh ada dika ๐งโค
Bis_dika : kenapa beb? ๐ Belarose_
Haters.co_ : alay ew
Nalikaaaaaa.A : goals banget kak
Nandhita_Ayu : alay ew(2)
00:11
Do you ever just feel like you need a break from your own thoughts? +
And i do.
ยฐยฐยฐ
Mereka kembali berpelukan ketika staf bandara mengumumkan bahwa jadwal keberangkatan feli akan dilakukan beberapa menit lagi. Feli dengan berat hati menyeret kopernya dan menuju ketempat boarding pass.
Feli kembali melambaikan tangan sampai akhirnya tubuhnya tidak terlihat lagi. Sedangkan della hanya menatap nanar kearah tempat feli menghilang.
'Semoga ini bukan pertemuan terakhir kita fel' -batin della
Setelah semuanya selesai della dan para sahabatnya memutuskan untuk ke cafe tempat biasa mereka nongkrong.
"Del, mau pesen apa?" tanya killa
"Strawberry cheesecake, sama cappuccino ice aja" ucap della
"Oh yaudah,mba, berarti ditambah strawberry cheesecake nya satu sama cappucino ice nya juga satu" killa kembali menyebutkan pesanan della pada pelayan yang mencatat pesanan mereka.
Pelayan tersebut menganggukan kepala lalu melangkah meninggalkan meja della dan sahabatnya untuk menyiapkan pesanan mereka.
"Eh, kira-kira feli nanti gimana ya? Ah pasti sepi kalau gk ada feli" sindi berucap lesu.
"Gaboleh gitu ah sin, ikhlasin aja, gimana pun itu kan demi kebaikan nya dia" sahut bella.
"Iya, lagian juga kan sekarang mah udah serba canggih, bisa video call juga kan? Yaudahlah yak, biarin aja" timpal killa.
Della sedang fokus dengan salah satu sosial media, matanya terfokus pada salah satu postingan dari lelaki yang menjabat sebagai kekasihnya.
Bis_dika : a en je a ye pak ketos gahol
Virgie.erick_ : wess jarinya ga nyante ****
NadineAdilla : ugh so damn handsome!
FatihLovers : duh gilak kak fatih ganteng bener
Syakil_kan : kapsyen buat siapa pak?๐
NadineAdilla : ya pasti buat gue lah, ya kan tih?
CERITANYA BERLANJUT DI BAWAH INI
Felic_an : ^ mual gua bacanya
Belarose_ : dear NadineAdilla betapa percaya dirinya dirimu HaHa
NadilErs : kakak-kakak kenapa sih sensi banget sama kak dilla?
NadinFatih : tau yak, orang udah pasti buat kak dilla itumah
NadineAdilla : tuh denger!
Felic_an : duh malu gua mah dilindungin fans wkwk
Bis_Dika : udah gausa berantem lu pada.
1 jam yang lalu +
__ADS_1
Della hanya tersenyum tidak peduli melihat perdebatan temannya dengan kembarannya di akun instagram milik fatih
Della memilih menikmati pesanannya dibanding ikut bergabung obrolan sahabat-sahabat nya yang tengah membahas tentang fashion.
Pesanannya memang sudah tiba beberapa menit yang lalu
"Eh del!" panggil bella tiba-tiba.
"Oit?" Sahut della.
"Tobat kuy?" tanya killa dengan nada jenaka.
"Ye si sarap, beneran mau tobat?" balas della.
"Ih jangan dulu dong, kita tobat kalo mau UN aja" timpal sindi.
"Lah goblog"
"Lah laknat lu *****"
"Ye dasar bocah gabut lo pada, serius, kenapa manggil?"
"Duh cie eneng della pengen di serius in" gurau sindi menggoda della.
"Aduh-aduh sini aku telponin ayang atihnya dulu" killa kini ikut-ikutan menggoda della, bagi mereka menggoda della adalah salah satu hal yang menyenangkan.
"Stres lo setan, yang bener napa" della mulai terlihat kesal, sedangkan ketiga sahabatnya hanya tertawa melihat della dengan wajah kesalnya.
"Hehe iya-iya, maksud Bella tadi itu, kita ntar malem mau ke club, ikut kagak?" killa berusaha menghentikan tawa dan membahas topik yang terlewatkan karna gurauan buatan mereka sendiri.
"Kagak ah, mending gue jalan ama fatih" ucap della sambil mengibaskan rambutnya.
"Ya allah aku yang jomblo harus gimana ya allah? Killa gk kuat" killa mulai mendramatisir suasana.
"Iya ya allah, sindi capek jadi pihak yang tersindir terus disini" sindi ikut-ikutan mendramatisir suasana seolah-olah mereka yang jomblo adalah pihak yang paling tersakiti disini.
Bella dan della hanya mendengus malas melihatnya.
"Idih najis, jijik anjay, lo pada alay bener si" bella menyuarakan batinnya.
"Lagian belagu banget sih lo pada, yang nembak hampir tiap minggu ae ditolak mulu" celetuk della.
"Lah si della yak, kan kagak ada yang cocok del, jadi gimana gitu, kan kasian cowonya juga kalo ntar cuma gua php in" balas killa tidak terima.
"Udah-udah ah, jadi lo gk mau ikut nih?" tanya sindi memastikan.
"Kagak lah"
Dan siang hingga sore tersebut mereka habiskan dengan celotehan penuh ketidak jelasan dan gurauan yang membuat mereka merasa dunia hanya milik mereka.
ยฐยฐยฐ
Malam ini della sedang merenung dibalkon apartemen nya, tatapannya kosong dan kelam, seolah tersimpan banyak luka dan kekecewaan didalamnya. Mata Indah itu sulit bersinar ketika ia merasa sendirian.
Batinnya terus berfikir, otaknya tak henti bekerja, ia lelah dan ia hanya ingin tidur nyenyak ketika malam hari.
Malam ini della memikirkan bagaimana caranya bertahan hidup dengan sisa tabungan yang mungkin hanya cukup untuk satu Bulan tersebut.
Entahlah della cukup lelah dengan semua ini, ia merindukan kehangatan dan kehadiran keluarga dalam hidupnya. Apakah tuhan akan berbaik hati dengan memberikan nya hidup tenang walau hanya tiga menit? Della harap seperti itu.
Della memang bukan tipe orang yang mudah membuang-buang uang, tapi ayolah, dia perempuan yang kebutuhan hidupnya cukup banyak, belum lagi untuk biaya sekolah.
Della belum menceritakan apa-apa pada sahabat dan kekasihnya. Della mengambil telpon genggamnya dan mulai mencari nomor seseorang untuk dihubungi.
'Ya, halo assalamualaikum, kenapa del?' sapa seseorang di seberang sana
'Waalaikumsalam sin, lo lagi dimana?'
Ternyata nomor yang dihubungi oleh della adalah nomor sindi
'Otewe kerumah killa nih, mau ke club heheh, btw kenapa telpon?'
'Gue cuma mau nanya, om lo punya cafe kan disekitaran apart gue?'
'Iya ada, kenapa?' tanya sindi cukup heran dengan pertanyaan della.
'Ada lowongan gk? Kali aja gitu gua bisa kerja disana'
'HA?! Lo SERIUS DEL?'
'Yaila berisik ******, jadi ada gk?'
'Em kurang tau sih, tapi ntar gue coba tanya, kalo ada gue bilangin ke lo'
'Nah oke sip, yaudah makasih ya, maaf udah ganggu, have fun lu disana, assalamualaikum'
'Iyak sip, waalaikumsalam'
Dan klik. Sambungan terputus. Della tersenyum nanar, berharap keputusan nya tidak salah untuk kali ini.
Della mulai beranjak dari balkon menuju kamarnya, tidak lupa ia mengunci pintu balkonnya terlebih dahulu. +
Ah della rindu pada kekasihnya saat ini, akhir-akhir ini fatih memang cukup sibuk karna sekolahnya akan berulang tahun yang ke 13 tahun.
NaDella : fatiiih
ArFatih : apa del? Kok belum tidur?
NaDella : kangen tau:( belum ngantuk hehe
ArFatih : cie kangen, duh di kangenin cecan nih gue
NaDella : yeee lebay lu mah, lagian sibuk banget ih, berasa diselingkuhin tau
ArFatih : eh enak aja, maaf ya della fatih gk niat sumpah
NaDella : iya gpp, della cuma bercanda kok hehe, eh fatih della ngantuk, della tidur ya, malem fatih ๐
ArFatih : iya nice dream ya, malem juga della โค
Setelah mengakhiri chatnya dengan fatih della menyimpan ponselnya dan mulai tertidur.
Bersambung......
____________________________________________________
__ADS_1
Tanks Udhh Mampir Jan Lupa Like,Vote And Komennya Ya Biar Lebih Semangat Nyari Alur Cerita ๐๐๐