Dunia Ku Yang Buruk

Dunia Ku Yang Buruk
Epsd 7


__ADS_3

'Right now,i just tired of getting false hope and being dissapointed all over again' +


Hari ini, chika -adik fatih- berulang tahun. Della yang diberitahukan akan ada pesta dirumah fatih pun sudah pasti akan datang. Dengan balutan dress simple della keluar dari mobilnya. Ia meraih ponselnya dan menghubungi fatih untuk mengabari bahwa ia sudah berada di depan rumah fatih.


'Hallo, assalamualaikum' sapa della.


'Waalaikumsalam, udah didepan del?'


'Udah nih tih'


'Yaudah aku ke depan ya'


'Iyaa, buruan'


Tut. Sambungan terputus. Della mengedarkan pandangannya, suasana rumah fatih sangat ramai malam ini. Banyak orang berlalu lalang memakai pakaian formal.


Tidak lama fatih terlihat berjalan menghampiri della. "Wah gila princess gue cantik banget." seru fatih saat melihat della.


"Apa sih tih, garing ah" della memukul pelan pundak fatih. Fatih meraih tangan della dan menyelipkan jarinya diantara jari tangan della. Pakaian mereka tampak serasi malam ini. Banyak pasang mata yang menatap mereka saat fatih dan della berjalan menuju tempat dimana chika berada.


Teman della dan fatih juga sudah berada di meja yang sama. Della hanya melambaikan tangannya dan tersenyum kecil. Bunda fatih yang menyadari kedatangan della tersenyum dan mendekati della. "Aduh cantiknya calon menantu bunda"


Della tampak malu-malu, "ah bunda bisa aja"


Bunda fatih menarik della dan membawa della bersamanya membuat wajah fatih muram seketika. 'Sabar tih sabar, ibu-ibu kan emang suka gitu' gerutu fatih dalam hati.


Fatih berjalan kearah della yang sedang mengobrol bersama chika dan bunda. Della tampak akrab dengan chika. Fatih memang pernah mengenalkan keduanya dan untungnya mereka memiliki kesukaan yang sama jadi mudah sekali berbaur.


"Selamat ulang tahun chika, wishnya yang terbaik aja buat kamu ya" ucap della, chika hanya menganggukan kepalanya dan memeluk della.


"Oiya chika, kadonya di kakak kamu ya"


"Yaelah kak segala bawa kado, padahal ngga juga gapapa kali, eh tapi makasih banyak loh kak" seru chika lalu melepas pelukan keduanya. "Yaudah kak, enjoy ya, aku mau samperin temen aku dulu."


Della mengangguk dan beralih ke fatih yang memasang wajah masamnya. "Kenapa siih? Ayo ah"


"Ayo kemana?"


"Alam baka. Ya ke temen-temen aku lah sayaaaang" pekik della.


Fatih hanya nyengir dan kembali menarik della. Teman-teman della tampak asik dengan makanan yang tersedia di meja.


"Woyyyy, dari tadi?" della bertanya setelah berhasil merebut kue dari tangan feli.


Feli menghela nafas, "Mba nya nanya sih boleh, tapi kue nya juga jangan dirampas gitu aja dong, itu masih banyak kali di meja" della hanya mengendikkan bahunya dan memakan kue yang tadi direbut. "Jawab pertanyaan gue dong"

__ADS_1


CERITANYA BERLANJUT DI BAWAH INI


"Iya del dari tadi, lo napa dah datengnya lama bener?"


"Macet, kaya gatau Jakarta aja lo bel"


"Eh iya sih"


Cukup lama mereka berbincang terkadang meja mereka juga menjadi pusat perhatian karna tawa melengking dari della dan teman-teman nya. Della melihat pergelangan tangannya, jam tangan yang digunakannya menunjukan pukul sepuluh lebih tiga puluh menit.


"Fatih"


"Hmm?"


"Aku pulang ya?" pamit della pada fatih .


Fatih melirik jam jam yang bertengger di tangannya. "Gk nginep aja del? Udah malem" peringat fatih pada della.


"Gapapa, aku mau pulang aja" ucap della seraya bangkit, teman-teman della juga tengah bersiap untuk pulang.


"Yaudah aku anter ya?" tawar fatih, della hanya menggeleng ringan.


"Jangan, kamu disini aja temenin chika. Lagian ayah kamu belum balik tugas kan?" fatih membenarkan kata-kata della, alhasil ia mengangguk dan hanya mengantar della sampai mobilnya.


"Gue duluan ya" della berpamitan pada teman-teman nya. Mereka mengacungkan jempolnya dan berseru agar della berhati-hati.


"Take care ya, kalo udah sampe kabarin"


Della tersenyum lalu menancap gas nya. Jalanan cukup lenggang, mungkin karna sudah tengah malam. Della tiba dengan selamat. Ia memarkirkan mobilnya dan naik menuju apartemen nya.


Della menaiki lift menuju apartemen nya. Didepan pintu della memasuki passwordnya. Ia masuk dan menyalakan lampu, ia melangkah menuju ruang tengah, di ruang tengah, langkah della terasa tertahan, ia mematung ditempat nya, nafasnya tercekat. +


"P-papah?" rasanya sulit bagi della untuk mengucapkan satu kata tersebut. Yang dipanggil papah oleh della hanya menatap della tajam dan meremehkan, sedangkan della hanya menunduk .


"Jadi gini kelakuan kamu selama tinggal di apartemen? Pulang malem? Keluyuran? ohh Bagus, mau jadi perempuan macem apa kamu? ******?"


Deg


Jantung della terasa berhenti mendengar kata-kata ayahnya, hatinya mencelos, dan satu tetes air mata jatuh dipipinya. Della yang tadinya menunduk kini mulai mendongak.


"Papah bilang aku apa? Apa alasan papah bilang aku ******? Terus bedanya aku sama dilla apa? Dilla juga sering keluyuran malem" bela della pada ayahnya.


"Gk usah bawa-bawa dilla, dilla itu anak baik-baik dan ayah tau itu" papah della menaiki nada suaranya.


"TERUS PAH TERUS, BELA AJA ANAK KESAYANGAN PAPA! AKU YANG ANAK DIBUANG KAYAK GINI BISA APA?!" della membentak ayahnya, percayalah itu hanya kata-kata refleks karna ia tidak terima dibanding-bandingkan.

__ADS_1


Plak


Satu tamparan berhasil mendarat dipipi della. "Jaga bicara kamu, yang papah bilang itu emang kenyataan, kamu harusnya berterima Kasih pada papah karna sudah baik membiayai hidup kamu" papah della berkata dingin dan meninggalkan apartemen della dengan membanting pintu.


Della meluruh ke lantai, air matanya berjatuhan teratur, ia menekuk lututnya dan menenggelamkan kepalanya di antara kedua lututnya.


'Della salah apa lagi? Della salah ngebela diri della sendiri? Iya della tau della emang selalu salah dimata kalian, tapi della juga punya perasaan, kenapa? kenapa kalian asingin della disini sendiri terus kalian malah jelekin della? Della gasuka dibilang ******, hati della sakit. Della harus pulang kemana? Kalian yang jadi tempat pulang kenapa harus jadi tempat yang della hindari untuk pulang?'


Della terus menangis, tubuhnya mulai meringkuk, bersatu dengan dinginnya lantai, ia terus menangis dan bertanya apa kesalahannya, hingga ia terlelap karna terlalu lelah menangis.


04.30


Della terbangun dengan nafas terengah, ia mimpi buruk lagi. Della memutuskan bangkit dari lantai, ternyata ia menangis sampai tertidur diruang tengah. Della berjalan ke dapur mengambil air minum. Mencoba menjernihkan fikirannya.


Ia menuju kamar mandi untuk cuci muka. Ia menatap pantulan dirinya yang cukup mengerikan, della keluar kamar mandi, mengambil handuk, dan es Batu lalu menuju ruang tengah untuk berbaring di sofa. Ia mengompres matanya yang bengkak. 15 menit kemudian della bangkit dan mandi. Selesai mandi ia bersiap sekolah, tidak lupa melaksanakan shalat subuh terlebih dahulu. Della menghidupkan handphone nya dan membuka aplikasi chat.


NaDella : tih, sorry lupa ngabarin semalem aku cape banget


ArFatih : oh syukurdeh, aku kira kenapa


NaDella : wkwk maaf ya sekali lagi


ArFatih : iyaiya gpp, mau aku jemput ngga?


NaDella : gausah, aku naik mobil aja


ArFatih : oh yaudah, hati-hati yaa ❤


Della tersenyum membaca balasan dari fatih. Ia tidak membalas pesan fatih dan bergegas keluar. Della berjalan menuju parkiran. Della mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia tiba disekolah pukul enam lima belas.


Della berjalan menuju kelasnya. Sekolah masih sepi saat ini. Della menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya perlahan, udara pagi memang masih segar disekolahnya.


Tiba didepan kelasnya, ia memasuki kelasnya dan duduk lalu mengeluarkan handphone nya. Waktu terus berjalan, sekarang sudah pukul tujuh lewat, sekolah sudah ramai dan bel sudah berbunyi, teman-teman della juga sudah datang. Jam pertama adalah pelajaran matematika, guru memasuki kelas,dan pelajaran pertama dimulai.


Saat dipertengahan pelajaran, pintu kelas yang tertutup diketuk, bu Tika -guru matematika- menghampiri pintu dan membukanya, ia tampak berbicara dengan seseorang yang mengetuk pintu tadi. Lalu menengok kearah della, membuat kening della mengerut samar. +


"Della" panggil bu Tika yang membuat teman sekelas della melihat ke della termasuk sahabat-sahabat nya


"Ya bu?" jawab della


"Dicari dilla anak X IPA 2 sama Kevin anak XII IPS 1"


Lah?


°°°

__ADS_1


Bersambung....


Tanks Udhh Mampir Jan Lupa Like,Vote And Komennya Ya Biar Lebih Semangat Nyari Alur Cerita 😍😍🙏


__ADS_2