
Nyatanya aku memang lelah. Lelah akan semua sandiwara yang terjadi dalam hidupku.
-della
°°°
Hari kedua della dirawat. Banyak hal yang berubah dengan cepat setelah kevin meminta maaf pada della. Kevin benar-benar menepati kata-katanya untuk memulai semuanya dari awal. Perubahan sikap kevin yang drastis membuat della cukup senang. Setidaknya untuk saat ini tameng dan alasan hidupnya telah bertambah.
"Kak itu coklat aku ih" seruan della yang meminta coklatnya dikembalikan mengisi keheningan ruang rawatnya.
"Apaan sih, jangan banyak-banyak makan coklat. Nanti sakit gigi"
"Dih emang gue bocah"
"Iya lo emang bocah" seru kevin semangat sambil mengacak lembut rambut della.
"Kak ya allah jangan diacak mulu atuh, ini rambut gue udah berantakan banget karna ngga keramas-keramas. Makin buluk dah" della cemberut. Demi komuk della yang ucul, kevin langsung menjawil hidung della dengan gemas.
"Nanti gue ajak ke salon. Terus kita shopping-shopping deh kalo lo udah sembuh, gimana? Deal?"
"DEAL" kevin semakin tersenyum ditempat. Ah sudah lama rasanya tidak bercanda seperti ini dengan della. Ia merasa sesuatu yang kosong telah kembali terisi saat ini. Rasanya menenangkan.
"Eh rame banget sih?" kevin dan della yang hanya berdua pun menengok ke arah sumber suara berasal. Della dengan cepat tersenyum sumringah dan mengangguk.
"Iya bunda. Ini kak kevin mau ngajak aku nge date kalo udah sehat. Hehe"
'Bunda?' Kevin sempat mengernyit kecil, ia bingung dengan panggilan della kepada seorang dokter cantik tersebut. Lain hal nya dengan mila yang sudah mengetahui perihal kevin adalah kakaknya della. Ia ikut merasakan kebahagiaan yang della alami sekarang.
"Yaudah, bunda periksa dulu ya sayang" setelah della mengangguk, mila dengan cekatan mendekat dan memeriksakan keadaan della. Tidak butuh waktu lama, mila akhirnya selesai memeriksa della. Ia mengatakan kondisi della cukup baik saat ini. Setelah itu ia berpamitan pada della karna harus memeriksa pasien lainnya.
Saat mila sudah keluar, gantian kevin yang mendekat.
"Siapa del? Kok manggilnya bunda?"
"Eh iya kak, itu bundanya fatih. Ya udah aku anggap bunda aku sendiri sih. Dia baik kak, lembut juga kayak sikap mamah sama ke ke kakak dan dilla."
Kevin tersentuh ditempatnya, ia baru menyadari bahwa bidadari kecilnya benar-benar tersiksa tanpa kehadiran mereka selama ini. Dilihatnya raut sendu della walaupun senyum masih tercetak jelas dibibir pucatnya. Kilasan-kilasan kejadian saat ia mencaci maki dan bahkan... Menampar della, menjadi pukulan telak bagi seorang kevin.
Dielusnya pelan pipi della yang pernah terkena tamparan oleh lengan sialannya ini. Air matanya menetes begitu saja. Penyesalan itu begitu menyiksanya dengan nyata. Della yang mengerti kakaknya sedang merasa menyesal pun semakin tersenyum dan digenggam lengan kakaknya yang berada dipipinya. Ia memejamkan tangannya, menikmati genggaman hangat yang selalu ia rindukan.
"Maafin kakak ya del, maaf banget. Gue gatau lagi gimana caranya supaya lo maafin gue. Pukul gue del, tampar gue aja sekalian. Kasih tau gue caranya nebus kesalahan gue ke lo."
"Eh kakak gaboleh ngomong gitu. Della udah maafin kok. Tapi gini deh, daripada della pukul atau tampar. Mending kakak nepatin syarat aku? Mau ngga?" kevin dengan cepat mengangguk dan menerima usul della.
"Kakak jadi kakak yang baik untuk aku, sering jalan dan anter jemput aku setiap hari. Gimana?"
"Beres" dengan sekali hentakan della sudah berada dalam rengkuhan hangat kevin. Bekali-kali della merasa bersyukur karna setidaknya tuhan masih berbaik hati padanya untuk mengembalikan sikap kakaknya. Kevin pun menciumi bau yang sudah lama ia rindukan. Bau coklat. Bau menenangkan yang akan selalu menjadi favorit nya. Bau della yang khas dari kecil.
"Sayang banget gue ama lo del, ya ampuuuuuuuuuun"
°°°
Rifki tersenyum senang dari luar. Dilihatnya binar wajah della yang menunjukkan bahwa ia senang. Rifki melihatnya. Melihat sikap kevin yang lembut dan semakin perhatian pada della.
Ia mengetuk pintu dan masuk perlahan. Pemandangan yang pertama dilihatnya adalah della yang menyambutnya dengan senyuman hangat dan kevin yang sedang memainkan ponselnya.
"Bang ikii" seru della yang membuat fokus kevin teralih pada tempat dimana rifki berdiri. Ia langsung bangkit dan memberi tos ala laki-laki.
"Hallo bang"
__ADS_1
"udah ah awas gue mau ke della" rifki beralih ke arah ranjang rawat yang della tempati. Sedangkan kevin memutar bola matanya lalu kembali fokus pada ponselnya.
Rifki mengusap rambut della dan mengecup kening della perlahan.
"Ya allah berkah banget hidup gue. Udah deket cogan semua, sikapnya juga bikin meleleh, subhanallah" Perkataan della membuat kevin dan rifki mendengus ditempat.
"Iya del iya. Btw gimana keadaan lo?"
"Kata dokter mila udah mendingan kok"
"Yaila yang meriksa camer cuy"
Della hanya menunjukkan cengirannya dan ia baru ingat bahwa sudah cukup lama tidak memegang ponselnya. Ia menoleh kearah kakak laki-lakinya.
"Eh kak, hape gue mana?" 1
"Oh itu ada di tas tempat pakaian. Minta ambilin bang iki aja tuh." pandangan della langsung beralih ke rifki kembali, rifki yang mengerti pun bergegas mengambil ponsel della.
"Nih del" ucap rifki sambil menyodorkan ponsel della yang berada di lengannya.
"Makasih bang" rifki hanya mengangguk dan ikut duduk disamping kevin. Della langsung menghidupkan ponselnya dan menyambungkan sambungan data. Satu persatu notif mulai memasuki ponsel della. Della harus menunggu notif-notif itu masuk agar tidak mengganggu nantinya. Setelah dirasa notif berkurang. Ia membuka aplikasi chattingnya dan melihat beberapa pesan dari grup kelas dan grup teman-teman nya.
Ciway ❤
FeliciaAN mengubah nama grup menjadi Ciway ❤
'Ya allah ini nama grup ganti-ganti mulu' -batin della.
Dua hari yang lalu.
FeliciaAN : udah ah nama grupnya jangan diganti-ganti lagi.
Bellaa : siap neng siap.
KillaKikan : iya fel iya. Btw^
FeliciaAN : baik kok. Kalian gimana? Disini banyak cogan cuy. Ntaps dah wkwk
KillaKikan : lah enak.
Bellaa : ntar gue kesana dah.
Kemarin.
FeliciaAN : woy.
FeliciaAN : p.
SindiSinday : ngapa fel?
Bellaa :
FeliciaAN : kenapa gaada yang bilang tentang kondisi della? 😭😭
KillaKikan : et et tau darimana lo?
FeliciaAN : kalian jahat:''' masa gua kudu *** dari orang lain:'''
Bellaa : typo lo fel, mengalihkan fokusku wkwk
__ADS_1
FeliciaAN : eh serius 😭
SindiSinday : tenang fel. Alhamdulillah nya Della udah sadar kok. Jan panik say 😙
FeliciaAN : syukurlah :' btw della nya kemana yaaa?
KillaKikan : lagi gamegang hape kali 😁
Bellaa : nah iya tuh.
Hari ini.
NaDella : yooooo spadaaaaa~
FeliciaAN : AAAAA DELLA, MISS YOU SO BAD :'
NaDella : duh yang tinggal di luar mah udah pinter bahasa inggrisnya wkwk
KillaKikan : gimana keadaan lu del?
FeliciaAN : of course wkwk. Nah iya del gimana keadaan lo? Kok jahat sih ga ngasih tau:'
NaDella : kata bundanya fatih udah mendingan kok. Iyaa:' maaf ya feli. Dadakan banget soalnya:'
Bellaa : syukurlah. Btw yang meriksa camer coyyy wkwk
FeliciaAN : yayaya it's okee. Baguslah cepet sembuh ya. Gua mau pergi dulu bayyyy.
SindiSinday : iya udah sana enyah lo.
KillaKikan : iya udah sana enyah lo.
Bellaa : iya udah sana enyah lo.
NaDella : iya udah sana enyah lo.
FeliciaAN : dih jahat:'>
Read. Della hanya membacanya saja.
Ia kembali membuka aplikasi-aplikasi lainnya. Tiba-tiba pesan masuk kembali. Bukan dari grupnya. Tapi dari.. Fatih.
ArFatih : della😔
NaDella : apa mas?
ArFatih : dih situ pikir saya ikan mas:'>
NaDella : yaude ngape?
ArFatih : kangen 😅
NaDella : cupcupcup kesini aja. Cuma ada bang rifki sama kak kevin.
ArFatih : OTW!
ArFatih : mau dibawain apa?
NaDella : coklat yang banyak. Coklat kemarin dimakanin kak kevin.
__ADS_1
ArFatih : oke sayang ❤
Bersambung....