Dynami

Dynami
01


__ADS_3

Di sebuah cafe kecil di kota Lantana, seorang gadis berumur 24 bernama Cenora Carmine bekerja sebagai pramusaji di cafe yang memiliki nama "Stella". Dia berjalan ke sana kemari untuk mencatat pesanan para pelanggan dan mengantarkan pesanan pelanggan yang sudah disiapkan.


"Cenora, antarkan pesanan ini pada meja bernomor 5." Athen yang seorang koki andalan cafe Stella menyodorkan pesanan salah satu pelanggan dari bilik dapur.


"Baiklah." tanpa berbicara panjang lebar Cenora langsung mengambilnya dengan hati-hati.


Cenora adalah seorang gadis yang berumur 23 tahun, dia lahir di keluarga cukup berada di kota Lantana. Dia lahir dari pasangan suami istri yang bernama Grey Adon dan Sarah Carmine. Cenora dan keluarganya hidup dengan kebahagiaan sebelum, kecelakaan terjadi dan merenggut nyawa ibu Cenora. Ibunya meninggalkan Cenora saat berumur 10 tahun, ayahnya menikah kembali dengan perempuan bernama Athila yang merupakan teman bisnisnya.


Hidup mereka berjalan dengan bahagia akan tetapi, saat Cenora menginjakkan umur ke 15 tahun kehidupan mereka berubah seketika. Ibu tirinya yang setiap hari memanjakan Cenora tiba-tiba saja memperlakukan Cenora dengan sangat buruk.


Ayah kandung dan ibu tirinya melakukan kekerasan kepada Cenora seperti memukul dengan sapu , hal ini dilakukan oleh mereka tanpa ada alasan yang jelas.


Cenora yang ketakutan tidak berani bercerita kepada orang lain dan memilih untuk memendam masalahnya sendirian.


Cenora pernah dengan tidak sengaja mendengar percakapan ayah dan ibu tirinya, bahwa Cenora bukanlah anak dari Sarah dan Grey. Grey mengatakan jika waktu itu, dia meninggalkan Sarah sendirian di rumah selama 2 Minggu dan 2 hari setelah kepulangannya Sarah mengandung.


Cenora tetap sabar dan menerima perlakuan mereka kepadanya. Biaya kehidupan Cenora dicukupi kecuali biaya kuliahnya. Mereka berdua tidak mau membayar biaya kuliah Cenora karena mereka mengganggap saat besar nanti Cenora akan menikah dan menghabiskan waktu di dalam rumah dengan pekerjaan rumah tangga.


Pekerjaan rumah selalu diselesaikan oleh Cenora sendirian, ayah dan ibu tirinya memang menyuruh Cenora untuk membersihkan rumah sepanjang hari. Ayah dan ibu tirinya memberi makan Cenora hanya pada malam hari, dengan alasan bahwa seorang ibu rela tidak makan demi kebahagiaan anak-anaknya suatu hari nanti.


Cenora yang memiliki tekat untuk berkuliah, memberanikan dirinya untuk melamar pekerjaan di cafe Stella. Cenora akhirnya berteman baik dengan Lea yaitu seorang pramusaji di cafe Stella. Lea adalah seseorang yang sangat dipercaya oleh Cenora untuk teman curhatnya. Lea Michelle sendiri merupakan gadis yang berumur 22 tahun dan sedang berkuliah di Universitas Yves.


Waktu yang telah menunjukkan pukul 10 malam, Cenora bersama dengan pegawai yang lain memutuskan untuk membersihkan cafe dan beristirahat di salah satu meja.

__ADS_1


"Baik, terima kasih untuk tenaga dan kerja keras kalian hari ini." seseorang perempuan berjalan masuk ke dalam cafe.


"Bu Anna, tumben sekali ibu ke cafe." panggil Athen dengan sopan.


Anna Vermilion adalah pemilik cafe Stella, sifatnya yang baik hati membuatnya dijuluki "flower heart". Selain menjadi pemilik cafe Stella, Anna juga menjual beberapa pakaian secara online.


"Stok baju untuk dijual sudah habis, saya keluar untuk memesannya kembali dan mengunjungi kalian." senyumannya yang bagaikan bunga melati terpampang dengan jelas.


"Tidak salah kita menjulukinya dengan julukan itu," Lea menyenggol pundak Cenora dengan tersenyum-senyum


"Baiklah, ini adalah upah kalian selama beberapa hari ini." Anna menyodorkan 5 amplop yang berisi uang


Athen sang koki andalan, Felix seorang barista tampan, Gin seorang pramusaji tampan, Lea pramusaji blonde, dan Cenora pramusaji lincah, menggapai amplop mereka satu persatu.


"Benar. Dulu saya, Lea, dan Denim merupakan pegawai ibu yang pertama," kata Cenora dengan tatapan mata bingung.


"Benar. Saya, Cenora, dan Denim juga melamar pekerjaan secara bersama. Bu Anna yang bingung langsung menerima kami dengan lapang dada," jawab Lea dengan nada yang lembut.


"Benar, dahulu cafe ini hanya menjual berbagai macam kopi saja. Denim sebagai barista, Lea sebagai pramusaji yang dulu sering sekali menangis saat memegang baki karena takut tumpah, dan Cenora pramusaji dan tukang bersih-bersih saat cafe mulai kotor." Anna menundukkan kepalanya.


"Maaf, kalau boleh tahu kenapa orang yang namanya "Denim" itu harus meninggalkan cafe Stella?" Gin mengatakan dengan menyimpan amplop pemberian Anna ke dalam sakunya.


"Benar, bagaimana nasib barista sebelum diriku itu?" Felix bertanya tanya dengan semangatnya.

__ADS_1


"Benar, bagaimana nasib pria itu?" Athen menopang dagunya yang mungkin sudah terasa berat baginya.


Gin, Felix, dan Athen adalah mahasiswa dari Universitas Lumiere. Mereka bertiga sama-sama berumur 21 tahun. Mereka bertiga melamar pekerjaan di cafe Stella secara bersama-sama, sama seperti Lea, Denim, dan Cenora.


"Dia mengundurkan diri karena." kata kata Anna terpotong karena tiba-tiba pemadaman listrik di daerah cafe.


"Siapa yang memutus sambungan di sekitar daerah ini?" Felix berlari keluar untuk memastikan.


"Benar orang seperti apa dia?"Athen menyusul Felix.


"Tunggu sebentar aku juga ingin melihatnya," Gin berlari menyusul Felix dan Athen.


Lea dan Anna terdiam, Cenora mengambil handphonenya di dalam saku celananya dan menyalakan senter lewat handphonenya.


"Jangan sampai Felix, Gin, dan Athen mengetahuinya. Kita hanya mengenalkan Denim dan tidak mengatakan latar belakang keluarganya dan alasan dia meninggalkan tempat ini," Anna berbisik-bisik ditelinga Cenora dan Lea.


"Baiklah," Cenora dan Lea spontan menjawabnya.


-------------------------------------


Karena manusia tidak luput dari kesalahan, saya minta maaf jika ada typo, percakapannya aneh, kurang tanda baca dan lainnya.


Mohon untuk dimaafkan.

__ADS_1


__ADS_2