
Pagi hari datang, Cenora membaca buku sambil bernyanyi. Walaupun nyanyian Cenora tidak sebagus itu, tetapi dia masih percaya diri untuk tetap menyanyikannya.
"Kapan aku bisa merasakan kebahagiaan~"
"Besok atau lusa? Atau tidak selamanya~"
"Bukankah hari ini kau akan pulang?" Tanya Leon yang tiba-tiba masuk ke kamar inap Cenora.
"Ah maaf...aku tidak mendengarkan mu, hari ini memang aku diperbolehkan untuk meninggalkan rumah sakit ini,"jawab Cenora sambil menutup buku yang ia baca.
"Sudah bersiap-siap?" Tanya Leon lalu duduk di kursi yang tersedia disebelah kasur Cenora.
"Tentu saja, tinggal menunggu cairan infus ini habis lalu aku diperbolehkan meninggalkan rumah sakit ini,"Jawab Cenora
"Aku akan mengantarmu."
"Ah..tidak usah, aku bisa pesan taksi online."
"Aku yang membawamu kemari dan aku juga harus mengembalikan mu ke rumahmu kembali."
"Oh baiklah kalau begitu."
Ruangan pun di penuhi oleh keheningan, Cenora kembali membaca buku dan Leon sibuk melihat handphonenya. Karena mata Cenora usil, dia diam-diam menatap Leon. Cenora berdecak kagum melihat Leon, Leon seperti orang blasteran. Setelah sekian lama Cenora memandangi Leon, Leon membalas lirikan Cenora dengan lirikannya, Cenora langsung gelagapan dan matanya kembali membaca buku.
Leon tersenyum melihat tingkah laku Cenora.
Ruangan kembali penuh dengan keheningan, tiba-tiba handphone Cenora bergetar menandakan ada notifikasi yang masuk Cenora sesegera mungkin membuka. handphonenya dan membaca pesannya, ternyata dari Lea.
Lea menanyakan kabar Cenora dan bagaimana kegiatannya saat di rumah sakit, makanan yang Cenora konsumsi dan masih banyak lagi. Lea tidak bisa menjemput Cenora karena, Lea sedang pulang ke rumah orang tuanya dan tidak sempat menjemput Cenora.
Lea yang tidak bisa menjemput Cenora berjanji akan mentraktir beberapa junk food kesukaan Cenora. Cenora sangat suka dengan semua makanan yang rasanya enak, mangkannya Cenora sangat gampang di sogok oleh makanan.
"Permisi, nona sudah diperbolehkan untuk meninggalkan ruangan karena infusnya sudah habis," ucap dokter
"Oh, terima kasih," ucap Cenora sambil menaruh bukunya di atas nakas rumah sakit
__ADS_1
Tanpa sepatah kata sama sekali, dokter tersebut mencabut jarum infus Cenora yang tertancap pada punggung tangannya.
"Terima kasih dok." Cenora membungkukkan badannya ke arah dokter itu.
Dan dokter itu meninggalkan ruangan Cenora sesegera mungkin.
"Kemari, aku antar kan," kata leon sambil menenteng tas Cenora yang berisi pakaian.
Leon mengantarkan Cenora pulang kerumahnya. Saat dalam perjalanan tak henti-hentinya Leon melirik kearah Cenora yang sedang memandangi langit, dalam benaknya mungkin dia sudah terlena dengan Cenora.
Mereka tiba di rumah Cenora, keadaan rumahnya sudah seperti rumah angker. Cenora berjalan masuk dan melihat sekeliling rumahnya, Leon yang melihatnya mengikuti kemana Cenora pergi.
Cenora pergi membersihkan rumah dan sisa darahnya yang sudah mengering, dibantu oleh Leon dan supirnya, sebenarnya Cenora sudah melarangnya tetapi Leon tetap bersikeras untuk membantu Cenora membersihkan rumah.
Saat rumah sudah dirasa bersih, mereka beristirahat di ruang tamu dan Cenora menghidangkan teh hangat.
"Lebih baik kau tinggal bersama denganku saja," ucap Leon lalu meneguk segelas teh hangat.
"Ah tidak usah, saya bisa tinggal sendirian," jawab Cenora.
"Kenapa anda memaksa?" Tanya Cenora kepada Leon.
"Sebenarnya rumah ini juga termasuk tagihan orang tua mu loh," jawab Leon.
"Hah? Berani sekali mereka, ini rumah ibuku," ucap Cenora kaget.
"Kenyataanya memang begitu," sahut Leon.
"Kalau begitu saya bisa tinggal di kos yang dekat dengan tempat saya bekerja." ucap Cenora sambil melihat ke arah jendela.
"Sudahlah, lebih baik kau tinggal denganku," paksa Leon.
"Kenapa?" Tanya Cenora.
"Karena aku mau," ucap Leon kembali meneguk teh hangatnya.
__ADS_1
"Saya merasa tidak enak dengan anda," sahut Cenora.
"Tentu saja saya tidak enak, kecuali kamu kanibal baru enak," ucap Leon sambil tersenyum.
"Hahahah anda lucu sekali, saya merasa aman di dekat anda," ucap Cenora sambil tersenyum.
"Kalau begitu, sudah memutuskan?" Tanya Leon.
"Baiklah, saat saya tinggal bersama anda, saya mohon untuk mengijinkan saya melakukan pekerjaan rumah," pinta Cenora kepada Leon.
"Lah, buat apa? Rumahku banyak pembantu," jawab Leon.
"Saya mohon," ucap Cenora yang masih memohon kepada Leon.
"Baiklah kalau begitu terserah dirimu saja," jawab Leon.
"Ah, anda memang baik harus sekali," ucap Cenora sambil menunjukkan jari jempolnya.
"Setelah ini kita berangkat ke rumah ku!" Perintah Leon.
"Sekarang? Bagaimana dengan sisa baju saya yang di lemari?" Tanya Cenora.
"Biarkan anak buah ku yang mengambilnya," jawab Leon sambil melirik supirnya yang berdiri disebelahnya.
"Oh baiklah, terima kasih," ucap Cenora.
***
Oh iya, kenapa Cenora bisa bawa tas? Karena Leon menyuruh anak buah perempuannya untuk mengambil pakaian Cenora sebelumnya.
-------------------------------------
Karena manusia tidak luput dari kesalahan, saya minta maaf jika ada typo, percakapannya aneh, kurang tanda baca dan lainnya.
Mohon untuk dimaafkan.
__ADS_1