Fall In Love Sama Kaka Mafia Ku

Fall In Love Sama Kaka Mafia Ku
bab 32 # kaka yang ngeyel


__ADS_3

" ka luka kaka semakin banyak mengeluarkan darah " kata Lia sambil mengemudikan mobil


" jangan pedulikan kaka Li kita harus bisa lari dari kejaran mereka " jawab Leo yang melihat musuh masih mengejar mereka di belakang


Lia segera mengebut, Lia terus berlari dari kejaran mereka ,dengan lincah Lia mengendarai mobil yang dia bawa sehingga membuat Lia bisa nengecoh para musuh ahir nya ,Lia terhindar dari kejaran para musuh, Lia menghentikan mobil nya di tempat yang sedikit sepi


lalu Lia memeriksa tangan Leo yang terkena peluruh, Lia mengambil sal yang ada di leher nya lalu mengikat kan nya pada luka di tangan Leo agar darah dari luka Leo berhenti mengalir


" aku harus segera membawa kaka ke klinik terdekat agar peluruh dari tangan kaka bisa segera di keluarkan " kata Lia setelah mengikatkan sal nya di luka Leo


" tidak usah Li kaka akan mengeluarkan nya sendiri ,kita cari tempat yang lebih aman " jawab Leo


" tapi ka " kata Lia


" kita tidak punya banyak waktu Li segera cari tempat yang lebih aman " jawab Leo sambil menahan rasa sakit nya


Lia segera menjalan kan mobil nya, setelah sedikit berjalan, Lia melihat penginapan kecil di depan nya, Lia berhenti di penginapan itu, lalu Lia membawa turun Leo di sana


" permisi apa masih ada kamar kosong " tanya Lia pada resepsionis setelah masuk ke dalam penginapan itu


" masih nona, anda mau sewa berapa kamar?? " tanya sang resepsionis


" satu " jawab Lia


" untuk pasangan ,atow sendiri ??" tanya orang resepsionis, karna Lia kesana sendiri sedangkan Leo menunggu duduk di kursi depan


Lia bingung mau jawab apa ahir nya Lia menjawab


" untuk pasangan "


" baik ini konci dan nomer kamar anda nona" kata orang resepsionis

__ADS_1


" terimakasih, apa saya boleh minta kotak obat berisikan perban kapas dan betadin " pinta Lia


" boleh " jawab orang resepsionis


" terimakasih dan tolong antarkan itu ke kamar saya " kata Lia


" baik nona " jawab orang resepsionis


Lalu Lia menghampiri Leo yang sedang duduk menunggu nya


" ayo ka kita harus segera mengobati luka kaka " kata Lia sambil menggandeng tangan Leo, dan membawa Leo berjalan menuju kamar yang Lia sewa


" kita harus memberitau daddy ka " kata Lia sambil berjalan


" emmm " jawab Leo


" malam ini kaka harus pergi ke markas daddy " lanjut Leo


" luka kaka tidak parah Li " jawab Leo sambil duduk di atas kasur


" kaka bilang luka ini tidak parah, apa kaka bebar~benar tidak merasakan sakit " kata Lia sedikit kesal pada Leo, sambil membantu Leo membuka kemeja nya ,agar Leo bisa mengeluarkan peluruh yang ada di tngan nya


" kenapa kamu marah begitu Li " bukan nya menjawab Leo malah bertanya pada Lia, karna melihat wajah Lia yang menunjukan rasa kesal nya pada Leo, Lia kesal pada Leo karna dari tadi Leo bilang kalo dia tidak apa~apa dan luka nya tidak parah, padahal sudah jelas luka di tangan nya tidak berhenti mengeluarkan darah sampai Lia membalut luka itu dengan sal yang dia pakai


" kenapa kaka hanya mempedulikan aku sampai kaka tidak mempedulikan diri kaka sendiri, sudah jelas kaka terluka tapi kaka cuma bilang kaka tidak apa~apa Li, luka kaka tidak parah Li, sudah jelas kaka butuh perawatan tapi kaka juga tidak mau di bawa ke rumah sakit atow klinik, bagaimana aku akan tega mengeluarkan peluruh ini dari tangan kaka " kata Lia sedikit berteriak pada Leo ,seraya marah menahan sesak di dada nya karna melihat Leo terluka hanya demi melindungi diri nya, sedangkan dia tidak tega melihat Leo orang yang dia cintai terluka karna nya


kini Lia sudah membuka kemeja yang Leo kenakan


" hey Li sini " kata Leo sambil mengambil tangan Lia, lalu membawa Lia ke dalam pelukan nya


" kenapa kamu bisa semarah ini melihat kaka terluka, kaka seorang pria Li, kaka bisa menahan seribu rasa sakit demi melindungi orang yang penting dalam hidup kaka, dan salah satu orang yang penting dalam hidup kaka adalah kamu, sekarang kamu dan daddy lah orang~orang yang harus kaka lindungi, jadi kamu jangan kawatir dan jangan pernah merasa bersalah pada kaka, sudah sewajar nya sang kaka melindungi adik nya " kata Leo menenangkan Lia di dalam pelukan nya sambil mengelus elus punggung Lia

__ADS_1


bibir dan hati Leo tidak sama, dia tidak mungkin jujur kepada Lia kalo dia punya perasaan terhadap adik angkat nya sendiri, jadi Leo berbohong kalo dia harus melindungi adik nya, bukan melindungi orang yang dia cintai


sungguh hati Leo benar~benar di landa bingung, antara dendam dan cinta


" aku cuma tidak bisa melihat kaka terluka gara~gara aku ka, aku takut kehilangan kaka gara~gara kaka harus melindungi aku, cukup aku kehilangan momy , aku tidak ingin kehilangan daddy dan kaka dalam hidup ku " jawab Lia berbohong pada Leo, karna perasaan Lia dan Leo sama tidak mungkin dia jujur kalo dia takut kehilanhan orang yang dia cintai bukan kehilangan kaka yang melindungi nya, Lia juga tidak tega melihat orang yang dia cintai terluka seperti ini, itu sangat menyakiti hati Lia


" kaka akan baik~baik saja Li kamu harus bisa tenang karna mulai saat ini kita akan sering menghadapi situasi seperti ini, musuh daddy tidak hanya satu Li, orang yang ingin menjatuhkan daddy ada di mana~mana, apalagi sekarang mereka pasti sudah melihat di media kalo kamu anak dari Andreas cehyun yang selama ini di kabar kan sudah meninggal,masih hidup, pasti sekarang akan banyak musuh daddy yang mengincar kamu, untuk menjatuhkan daddy lewat kamu, wajah kamu sudah mereka lihat di media, akan mudah buat mereka mengenali kamu " kata Leo


" sekarang kaka akan mulai mengeluarkan peluruh nya, kamu bisa bantu kaka " lanjut Leo sambil mrngeluarkan pisow belati dari balik baju nya, lalu Leo mulai menusukan pisow itu ke tangan yang terkena peluruh


Lia yang tidak tega melihat Leo kesakitan saat mengeluarkan peluruh dari tangan nya, Lia memalingkan wajah tidak melihat ke arah Leo ,setelah Leo berhasil mengeluarkan peluruh itu dari tangan nya, Lia segera membersihkan darah yang mengalir dari luka di tangan Leo,setelah membersihkan luka nya Lia lanjut menyiramkan betadin ke luka Leo, setelah itu Lia membungkus luka itu dengan perban yang Lia pesan dari pegawai penginapan tadi


" sudah selesai , lebih baik kaka istirahat dulu " kata Lia


" tidak bisa Li kaka harus menemui daddy di markas " jawab Leo


" aku yang akan bicara pada daddy kalo kaka tidak bisa menemui daddy sekarang " kata Lia sedikit emosi karna Leo memaksakan dirinya ingin pergi dalam keadaan tangan yang terluka


" tidak bisa Li kaka harus menemui daddy sekarang juga " jawab Leo karna Leo tidak ingin menunda lagi


Lia tidak bisa menghentikan Leo ,karna belum juga Lia selesai bicara ,Leo mangambil henpon nya untuk menghubungi anak buah nya, agar mereka menjemput Lia dan Leo di penginapan itu, karna Leo butuh pengawal yang banyak untuk jaga~jaga supaya kejadian tadi tidak terulang lagi


" ka apa kaka sama sekali tidak akan mendengar kan ku " kata Lia marah


" sory Li kaka tidak bisa menunda lagi, anak buah kaka sudah menunggu di luar kita harus segera pergi dari sini " jawab Leo sambil berjalan menarik tangan Lia membawa Lia keluar dari kamar yang mereka sewa tadi


mau tidak mau Lia nengikuti Leo yang nenarik nya, Leo berjalan keluar hanya bertelanjang dada, karna Leo tidak memakai kemeja nya lagi, Leo menyuruh anak buah nya membawakan baju ganti untuk nya


" kaka akan antar kamu pulang ke mension dulu setelah itu kaka akan langsung menyusul daddy ke markas" kata Leo pada Lia setelah berada dalam mobil yang di kendarai anak buah nya


Lia tidak menjawab karna dia sudah terlanjur marah pada Leo yang tidak mau mendengar kan nya sama sekali, tapi Leo juga tidak punya pilihan lain, Leo juga tidak ingin mengecewakan Lia, tapi di sisi lain Leo harus segera mendapatkan posisi Andreas agar dia bisa lebih berkuasa, setelah Leo mendapatkan posisi Andreas maka Leo akan lebih berkuasa dan semua akan tunduk pada nya, jadi tidak akan sulit untuk Leo melindungi Lia dari serangan para musuh, dengan banyak nya anak buah yang Leo miliki

__ADS_1


__ADS_2