Falling For The Real Sultan

Falling For The Real Sultan
Meninggalkan Verona


__ADS_3

Temaram langit senja mempercantik panorama pulau pribadi Morales. Setelah penyerangan Mansion utama Morales, Clooney memutuskan untuk menempati pulau yang sudah ia bangun satu Mansion besar yang sebenarnya ingin ia hadiahkan kepada istrinya. Wanita yang sangat menyukai pantai dan keindahannya. Namun istri Clooney meninggal sebelum pembangunan Mansion itu selesai. Minetti di vonis mengidap penyakit Alzheimer selama tiga tahun. Rasa bersalah karena tidak dapat mengingat suami dan juga anaknya membuat Minetti bunuh diri dengan meninggalkan sepucuk surat atas permintaan maafnya.


Clooney yang begitu mencintai Minetti selalu berbesar hati jika memang ingatan Minetti tak lagi mampu menampung kenangan kehidupan mereka sama sekali. Asalkan Minetti selalu berada disisinya itu sudah lebih dari cukup untuknya. Lalu mendapati Minetti terkapar setelah meminum pembersih kloset, kehidupan Clooney seakan berhenti. Ia tak lagi dapat menjalani kehidupan sebagaimana biasanya. Segala bisnis dan semua yang berhubungan dengan klan Morales dengan epik diurus oleh Danzel. Sampai ketika anaknya, Edgar Morales menyadarkannya bahwa dalam hidupnya masih ada seorang anak yang sangat membutuhkannya. Saat itulah Clooney memulai lembaran hidup baru. Kembali membentangkan sayapnya untuk membesarkan anaknya sebagai single parent.


Dan penyerangan malam itu kembali membuat Clooney gila karena harus merasakan pahitnya kehilangan dan perpisahan. Sudah bertahun-tahun lamanya Clooney hidup kesepian tanpa anak yang menjadi semangat hidupnya. Namun Clooney tak sepatah ketika berpisah dengan Minetti. Karena masih ada harapan untuk Clooney menemukan anaknya. Jika saja malam itu ia tidak lengah dan memperketat penjagaan mansionnya. Tentu ia serangan malam itu tidak akan pernah terjadi.


Flashback on


Sayup-sayup Clooney mendengar suara tetesan air. Matanya masih belum bisa melihat dengan jelas, namun ia merasakan dingin karena saat ini ia sedang terbaring dilantai yang lembab. Netranya mengerjap untuk membenarkan penglihatannya.


Jeruji besi kini memenuhi pandangannya. Tangannya lalu meraba sepatu bootsnya. Mencari semua senjatanya. Namun satupun tidak ia temukan.


"Sial! Dimana aku saat ini?"


Secepat mungkin ia memutar cincin yang terpasang pada jari manisnya.


"Sebaiknya kau cepat menggempur tempat ini Danzel"


Clooney menyeringai sinis lalu ia berkeliling ruang sempit yang menjadi tempat untuk mengurungnya saat ini. Mengamati setiap sisi bangunan ruang berjajar yang tersekat oleh jeruji-jeruji besi.


"Tempat ini masih lebih baik. Setidaknya lantai disini bukanlah tanah atau kotoran babi. Awas kalian! Aku berjanji akan mengurung kalian di tempat yang jauh lebih buruk dari ini"


Danzel terduduk di atas mobil tua. Mobil itu ia parkirkan di depan Minimarket yang terletak di tengah kota. Kedua tangannya saat ini tengah sibuk mengeluarkan pistol dari dalam sepatu bootsnya dengan mata yang masih awas mengintai setiap sudut lingkungan tersebut. Setelah habis menenggak sekaleng minuman soda ia beranjak melajukan mobilnya.


Marina Portopiccolo Sistiana menjadi tempat pemberhentian Danzel. Berkali-kali ia turun dan berkeliling untuk memastikan kedatangan Clooney. Namun sampai menjelang fajar Clooney tak kunjung menampakkan diri.


"Oke. Kita jalankan rencana B"


Danzel kembali melajukan mobilnya. Kali ini ia telah mengirimkan signal untuk semua anggota penting klan Morales agar segera berkumpul di markas darurat dengan cara menekan tombol merah pada gelang yang ia kenakan.

__ADS_1


"Apa yang terjadi? Dimana Clooney?"


Tanya Karl pada Danzel begitu sampai di markas darurat. Karl datang bersama beberapa ajudan dan orang kepercayaannya.


"Duduklah terlebih dahulu. Semuanya akan baik-baik saja. Percayalah. Kita tunggu sampai semuanya berkumpul"


Dengan raut datar Danzel berusaha menenangkan Karl yang tak lain adalah adik ipar dan juga sahabat baik Clooney.


"Tidak. Karena ini pasti menyangkut Danzel dan juga Edgar. Tidak mungkin kau mengirimkan Signal itu jika tidak ada sesuatu yang mengancam. Katakanlah apa yang terjadi?"


Danzel tak bergeming. Matanya kembali menatap layar panel di depannya. Menunggu Signal dari Clooney. Namun otaknya bekerja untuk menyusun rencana penyelamatan Clooney.


Setelah semua anggota klan datang, Danzel menceritakan penyerangan di Mansion utama Morales yang membuat Clooney dan Danzel tak berkutik.


"Apakah Clooney belum juga mengirimkan Signal keberadaannya?"


Demetrio mengangkat satu alisnya menatap Danzel. Demetrio Ancelotti Morales. Seorang Morales dari garis Ancelotti yang tak lain adalah adik angkat ayah Clooney. Sepupu Clooney yang saat ini telah menjadi CEO muda dan juga pemilik perusahaan batubara terbesar di dunia. Menyematkan nama Morales benar-benar membantu jika itu berurusan dengan bisnis.


Demetrio meraup kasar wajahnya. Pasalnya pergerakan Klan Morales akan menyempit jika sampai terjadi sesuatu dengan Clooney. Karena Clooney adalah pemimpin Klan yang merupakan pusat dari segala yang ada pada Klan Morales. Baik itu dalam urusan bisnis atau pemegang wilayah kekuasaan.


Selain itu Clooney adalah satu-satunya seorang Morales yang masih memiliki garis darah dengan Morales Balzaretti yang merupakan pembesar pertama Klan Morales yang memulai pergerakan mafia, ia tak lain adalah ayah dari Clooney Morales. Tentu Clooney menjadi satu-satunya yang memiliki pengaruh besar dalam Klan tersebut.


"Jose, Siapkan pasukan Morales untuk penyerangan. Jika Signal sampai, kita langsung bergerak ke lokasi tanpa membuang banyak waktu"


Pagi menjelang siang pasukan Morales sudah mengintai Markas Klan Albiol yang berada ditengah hutan. Demetrio dan Karl membayar jasa tikus. Dimana sebuah informasi tentang apapun bisa dibeli dengan mudahnya. dan mereka menggunakan jasa itu untuk memahami seluk-beluk wilayah Klan Albiol. Termasuk jeruji besi tempat Clooney di sekap.


"Lempar Granat disemua titik setelah aku memberikan aba-aba"


Jose Memberikan komando. Ia menunggu Clooney keluar. Karena beberapa menit lalu Danzel telah menyusup masuk setelah berhasil melumpuhkan beberapa penjaga yang bertugas di sekitar jeruji besi bawah tanah tempat Clooney disekap. Tentu tidak membutuhkan waktu lama untuk Danzel membawa Clooney keluar meski secara terang-terangan. Aksi Danzel mengundang Cesar keluar turun tangan sendiri untuk menangkap Clooney dengan membawa Mouser yang ditembakkan ke arah Danzel dan Clooney. Namun Danzel dan Clooney langsung melompat sejauh mungkin lalu meniarapkan tubuh mereka. Dengan cepat Danzel melempar sebuah granat kearah Cesar yang sukses membuat pemimpin Klan Albiol itu meregang nyawa.

__ADS_1


Pelemparan granat yang dilakukan Danzel adalah tanda yang diberikan untuk Jose agar segera memulai penyerangan.


"Lempar!!" Teriak Jose menginterupsi pasukan Morales. Sementara Karl dan Demetrio menyeringai senang.


"Kita berpesta Jose!!" Teriak Demetrio


"Nikmati pesta ini karena sudah sangat lama tidak berpesta seperti ini!!!" Sahut Karl


"Dasar Psikopat!! Ha ha ha!!" Jose bersorak masih dengan tatapan menghunus agar tembakannya tepat sasaran.


Setelah mendengar ledakan demi ledakan Clooney dan Danzel merayap kearah persembunyian Klan Morales, mengambil Mosin-Nagant dan granat untuk ikut serta berpesta melawan Klan Albiol yang telah dengan lancangnya menyerang mansion utama Morales. Terlebih berniat untuk mengambil alih wilayah kekuasaan Morales.


"Inilah akibatnya jika kalian membangunkan Macan tidur" Clooney menyeringai dengan tangan yang membabi buta melakukan penyerangan.


Dalam hitungan menit markas Klan Albiol sudah hangus dan rata dengan tanah akibat hujan granat dan tembakan yang dilakukan oleh Klan Morales. Semua penghuni terkapar tak bersisa.


Flashback off


"Bagaimana? Apakah sudah ada titik terang?"


Clooney menatap Danzel lekat. Tatapan yang menyiratkan suatu harapan besar yang berkali-kali tumbang atas kegagalannya dalam menemukan putranya.


__________________


Terimakasih karena sudah mampir membaca novel ini..


Kasih semangat otor buat nulis terus dong..


Caranya gampang. Tinggalkan saja jejak kalian di kolom komentar, tekan like, kasih hadiah, dan juga vote

__ADS_1


Kalian adalah semangat terbesar otor


Saranghae


__ADS_2