Falling For The Real Sultan

Falling For The Real Sultan
Akal Bulus


__ADS_3

BRAAAKK!!!!


Pintu ruang kerja Clooney Morales tumbang dengan diikuti mobil Offroad hitam yang hanya setengahnya saja berada di ambang pintu. Pintu besar dengan pengamanan canggih yang tidak bisa tumbang hanya dengan gebrakan Tubuh tentu membutuhkan tekanan yang kuat untuk menumbangkannya. Dari kaca mobil terlihat dua orang menyeringai lalu keluar menuruni mobil tersebut.


"Tidak kusangka ternyata semudah ini. Ku kira markas klan raksasa akan sangat sulit kita terobos"


Brace terkekeh dengan santai tangannya menenteng Mouser keatas bahu dengan siku tertekuk


"Ku kira pesta malam ini akan menyenangkan Matt. Sayangnya adrenalinku belum terpacu sampai sejauh ini"


Matt menyeringai sinis ketika kedua netra tajamnya menangkap bayang Clooney yang berdiri dengan kaki menyilang dan tangan bersedekap. Bokongnya tersandarkan pada pinggiran meja.


"Tanpa pengawalan. Tanpa senjata. Aku sedikit curiga brother"


Brace menyelidik. Ia memicingkan matanya menatap Clooney yang tersenyum puas.


"Apa yang kalian inginkan? Kalian tau? Pintu itu harganya jauh lebih mahal dari mobil yang kalian tumpangi. Jadi saya harap kalian mengganti rugi segala kerusakan yang kalian ciptakan di mansionku ini"


Kali ini Matt yang terbahak dengan kaki melangkah perlahan mendekati Clooney. Namun suara tawanya menggelegar dan terdengar menakutkan. Kedua matanya menghunus tajam pada Clooney.


"Sudah cukup berbasa-basinya Morales" Ucap Matt dengan tatapan tajam.


Clooney menyeringai masih dengan posisi yang sama meskipun dua Mouser mengarah kepadanya.


"Tanda tangani ini dan kamu akan kami bebaskan"


Matt meletakkan sebuah kertas bermaterai diatas meja kerja Clooney dengan tangan yang tidak memegang Mouser. Namu tawa Clooney membuat kening Matt mengernyit.


"Bunuh saja aku. Yang harus kalian tau. Kalian tidak akan pernah mendapatkan apa yang kalian inginkan dariku"


Clooney melanjutkan tawanya. Ia puas karena telah berhasil melarikan putranya bersama Danzel setelah tau mansionnya telah dikuasai klan Albiol.

__ADS_1


"Aku tidak pernah main-main Morales. Menurutlah maka semua akan mudah bagi kita semua. Aku mendapat apa yang ku mau dan kau bisa pergi dari sini dengan selamat"


Clooney mengangkat kedua bahunya


"Tembak saja aku. Lagipula aku tidak mempunyai keinginan untuk meninggalkan mansion yang dengan susah payah ku bangun ini. Tidak sampai aku mati"


Brace menggeram kesal mendengar jawaban Clooney. Bibirnya mengerucut dengan kedua bola mata keatas yang memjelaskan jika ia sedang memikirkan suatu hal.


"Ayolah, kau tau bukan mansion ini tujuan kita Cloon. Cukup berikan kekuasaan penuh atas klan Morales pada kita. Biarkan klan Morales menjadi satu kesekutuan dengan klan Albiol. Morales akan aman berada dibawah kendali Albiol cloon."


Clooney terbahak. Klan Albiol terlihat begitu tamak. Tidakkah mereka tau bagaimana perjuangan Clooney dan ayahnya mendirikan klan Morales hingga menjadi sebesar sekarang? Menyerahkan begitu saja?


"Dalam mimpimu!!"


DORRR DORRR


Matt dan Brace tumbang ketika Clooney melayangkan peluru dari kedua pistolnya tepat di bagian otak mereka dengan kedua tangannya.


Clooney menarik satu buku yang terjajar rapih pada rak besar yang kemudian bergeser memberikan ruang untuk Clooney menyelinap masuk kedalamnya. Setelah Clooney masuk rak tersebut otomatis menutup dan buku yang ditarik kembali masuk ke tatanan semula.


Clooney menapaki lorong yang berujung pada pintu besar yang kini terayun terbuka oleh tangannya. Ruangan yang penuh dengan senjata berapi dan ada beberapa rompi pengaman tubuh.


Beberapa pistol dengan cepat berpindah ke meja yang kemudian diisi peluru-peluru yang siap untuk senjata pertahanan dirinya. Rompi anti peluru segera dikenakannya. Ia lalu mengganti sepatunya dengan sepatu boots. Pistol-pistol yang telah siap diselipkan pada sepatunya. Masing-masing satu pistol. Lalu ia meraih dua Mosin-Nagant untuk masing-masing tangannya.


ZZZUUT


Lantai pojok ruangan bergerak naik lalu bergeser menampilkan undakan tangga menurun ketika Clooney menginjakkan kakinya pada sebuah keset besi.


Lantai segera tertutup kembali dengan sentuhan telapak tangan Clooney pada sebuah lukisan yang menempel pada dinding diujung tangga. Kembali Clooney menapaki sebuah lorong rahasia yang akan membawanya menjauh dari mansion Morales. Hingga sampai pada sebuah pintu besi berbentuk bulat Clooney mendekatkan mata kanannya disebuah panel yang menyala disebelah pintu bulat itu. Ajaib, pintu itu langsung terbuka, menyuguhkan sebuah basement yang terjajar lima motor trail dan tiga mobil Offroad dengan seri dan warna yang berbeda.


"Semoga kau benar-benar bisa ku percaya untuk menempatkan Edgar ditempat yang aman Danzel"

__ADS_1


Pintu basement terbuka otomatis ketika mobil yang dikendarai Clooney mendekat dan tertutup otomatis ketika mobil Clooney sudah melaju menjauh. Basement itu berada di tengah hutan yang tersembunyi di bawah gua yang sangat jauh dari mansion Morales. Tentu Clooney sudah bernafas lega. Namun ia tau Cesar tidak akan mudah menyerah. Untuk saat ini pertahanannya telah dibobol. Ia harus memulai dari awal memperbaiki semua pertahanan Morales. Ia tau mansion itu pasti akan berakhir menjadi lautan darah setelah Cesar menyadari kedua adiknya tumbang dengan mudah ditangan Clooney.


Ditengah jalan mobil Clooney terhenti karena sebuah truk besar tengah bertengger ditengah jalan. Diraihnya satu Mosin-Nagant untuk berjaga. Clooney memilih turun dan memeriksa keadaan. Semakin cepat ia menyingkirkan truk didepannya, semakin cepat peluangnya untuk ia berlayar jauh dari pulau ini.


Namun baru dua langkah kakinya menapak satu suntikan mendarat di urat nadi lehernya. Spontan Clooney berbalik badan dan mendapati Cesar menyeringai menatapnya. Ketika ia ingin melayangkan tinju, tiba-tiba pandangannya kabur.


Brug!


Tubuhnya kini tersungkur ke tanah dan pandangannya benar-benar gelap.


****************


Danzel mengerutkan keningnya melihat spion kaca. Ada sebuah mobil yang menguntitnya di belakang. Matanya kini menatap seorang balita tampan berusia tiga tahun yang kini tertidur pulas disamping kursi kemudi. Sengaja ia diberi obat tidur oleh Clooney agar tidak menyaksikan kejadian yang mungkin akan membuatnya ketakutan dan menimbulkan trauma dimasa depannya.


Jika seperti ini tidak akan aman jika berada di mansion Tuan Karl


Danzel melajukan mobilnya dan mencari sebuah Bar. Diambilnya tas rangsel besar yang sedari tadi telah bertengger di kursi belakang.


"Maafkan aku Tuan. Tapi ini demi keselamatanmu"


Edgar yang pulas dengan pengaruh obat tidur dimasukkannya pada tas yang telah terbuka. Ia harus berfikir cepat menentukan tempat yang aman untuk menyembunyikan tuannya.


Setelah memasuki Bar, Danzel langsung menarik seorang pria dan memberinya segepok uang.


Berselang beberapa menit Danzel nampak berjalan keluar dari Bar dengan menenteng tas besarnya. Perlahan ia melakukan mobilnya. Namun lajunya berubah menjadi sangat kencang ketika penguntit dibelakangnya bertambah. dan iti tidak berlangsung lama. Mobil Danzel berhasil dihadang salah satu mobil yang mengikutinya. Dengan sangat terpaksa mobil tersebut berhenti.


"Keluar!!"


Ancam salah satu pria berbadan besar yang memiliki wajah menyeramkan. Tangannya menodongkan pistol. Menurut tanpa protes mobil Danzel terbuka. Tapi tidak sesuai harapan. Yang keluar bukanlah Danzel melainkan pria dengan postur tubuh dan baju yang sama dengan Danzel.


Temaram cahaya yang terpancar dari mobil tua yang kini dikebdarai Danzel tampak begitu tentram. Ia telah bertukar baju dan mobil dengan pria yang telah dibayarnya. Setidaknya Danzel merasa aman mengendarai mobil tua itu. Ia tidak lagi membungkus Edgar dalam tas Ransel.

__ADS_1


Namun semua tempat Klan Morales sepertinya telah diawasi. Jadi ditempat inilah Danzel merasa jika Edgar akan aman. Panti asuhan kecil ditengah kota. Ya, tidak akan ada yang menyadari jika ada pewaris Morales berada di tempat menyedihkan ini. Danzel lalu menekan bel beberapa kali setelah meletakkan Edgar di kursi dan memasangkan cincin pada jari Edgar. Danzel segera beranjak dan pergi sebelum pintu panti itu terbuka. Meninggalkan Edgar yang dirasa sudah aman dalam lingkungan ini.


__ADS_2