
Zephyr berjalan ke arah ruang bawah tanah yang memang sudah ia buat khusus untuk mantannya tersayang~, saat itu Zephyr berpikir, "bukan kah membuat hadiah sepesial yang sangat besar akan membuat Mantan ku akan kegirangan?."
Zephyr terus berjalan sembari menggumamkan sesuatu "Hihihi.. aku tidak sabar untuk mendengar tawa nya yang sangat indah nanti Ahhh~." Zephyr tersenyum tipis sampai tak mungkin ada orang yang akan menyadari senyumannya.
Saat ini Zephyr sedang berada di ruangan yang sangat gelap, tapi kegelaan itu tak berselang lama karna Zephyr menyalakan cahaya dari lampu 5 Wat, tak terang juga tak gelap itulah gambaran dari ruangannya di sana juga tercium bau darah yang sangat menyengat.
Terlihat di tengah ruangan ada sosok yang sangat Zephyr kenali. Duduk di kursi dengan kedua tangan dikunci di sisi kiri dan kanan, serta kedua kaki juga di Kunci. wajah dan sorot mata dari sosok yang dikenal Zephyr sangat ketakutan, keringat dingin bercururan di sekujur tubuhnya.
"Ze-Zephyr, le-lepaskan kan a-aku." Ucap wanita itu dengan tubuh yang sudah bergetar hebat.
"Kenapa? melepaskan mu? hahaha... Biarkan aku menjelaskan dulu." Ucap Hanza dengan tertawa kencang sambil memegang dagu Wanita itu.
"Apa kamu tau? Aku sangat tersiksa ketika kau menghianatiku? dan saat ini! lihatlah! aku akan mengembalikan kesakitan itu berkali lipat dari yang kurasakan saat itu!" Ucap Hanza berteriak Sembari merentangkan kedua tanganya.
Adel, wanita itu adalah Adel. Saat mendengar ucapan Zephyr Adel sudah tak bisa lagi mengendalikan tubuhnya, takut. Sangat Takut, Menyesal. Sangat Menyesal, apa yang dirasakan Adel saat ini membuat Jiwa nya ingin keluar dari raga kotor itu.
Zephyr menepuk tanganya beberapa kali, dan muncul Sebas yang membawa nampan, bisa dilihat nampan itu dari luar seperti nampan pada umumnya. Tapi saat dibuka, diatas nampan itu nampak pisau kecil, gunting, belati, pisau bedah yang bisanya ada di Rumah sakit.
"Hahahaha..." Zephyr tertawa menikmati reksi Adel yang sudah kehilangan kendali, ia menjerit sekuat-sekuat nya saat melihat Zephyr yang memegang Pisau bedah dengan sangat elegan.
"Mantan ku tersayang~ kita lakukan Oprasi kecil dulu!." Ucap Zephyr layaknya Masokis yang sedang menikmati Wajah Mantannya yang akan disiksa.
"Ja-jangan! to-tolong jangan! ma-maaf kan a-aku!." Ucap Adel sangat ketakutan saat Zephyr mendekat ke tempatnya.
"Hihihi... mari kita lihat, apakah dedek bayinya sudah tumbuh!." Ucap Zephyr dan langsung merobek pakaian Adel.
"Hiks... ja-jangn, ku-kumohon!." Adel langsung menangis ngeri saat perutnya sudah di sentuh Pisau Bedah.
Sayat*
Darah Mengalir*
"Arggghhhh! Sakit! Tolong Jangan! Zep-Zephyr maaf kan aku!" Teriak Adel sembari memberontak dan itu malah membuat Pisau bedah di tangan Zephyr menancap lebih dalam ke perutnya.
__ADS_1
"Arrgghhhh!" Teriak Adel.
"Aduhhhh... kamu ini, sudah tau kalau ini itu masih oprasi, malah gerak-gerk gitu." Ucap Zephyr dan memulai lagi membedah Perut Adel.
Zephyr Menyayat Perut Adel hingga Organ dal*m nya terlihat, us*s, lambung, jeroannya pun ikut keluar. Yang pasti Zephyr saat ini menarik Us*s Adel dan teriakan merdu terdengar di telinganya.
"Yaaaa! seperti itu! bernyanyi lah lebih keras!!" Ucap Zephyr sambil memotong Us*s Adel
"Arrgghhh!" Adel berteriak keras, dan itu malah membuat Zephyr bersemangat.
Disisi lain, saat ini Sebas melihat Tuanya dengan Brutal menyiksa Perempuan di kursi itu. Ia berfikir. Tuannya seperti menikmati. Batin Sebas dan melihat ke telapak tangannya sendiri.
"Sudah sangat lama aku tidak membunuh." Guman Sebas.
Zephyr berhenti, lalu ia teringat jika ia sekarang ini ingin melihat Bayi yang ada di perut Adel. Berpikir sejenak ia juga ingat, bukankah Adel baru Hamil beberpa Hari yang lalu? Zephyr langsung meratapi kebodohanya. Mana ada Janin di Perut Adel!.
"Ahhhh... bodohnya aku! bukankah kalau begitu aku sudah gagal untuk melihat Bayi Nya."' Ucap Zephyr melihat muka Adel yang sudah pucat pasi.
"Sebas, apa dia bisa bertahan beberapa bulan lagi?." Zephyr bertanya ke Sebas yang dari tadi ada di belakangnya dengan memegang nampan.
"Ahhhhh.... biarlah, kalau begitu seadanya saja." Ucap Zephyr sambil membuka Mulut Adel.
Crat*
Putus*
Zephyr menarik Lidah Adel dan mengirisnya langsung, Adel berteriak kencang. Dengan teriakan Adel yang merdu itu Zephyr menikmatinya sembari menyiksa tub*h Adel terus menerus. Memang sudah sifatnya manusaia ketika Darah terlalu banyak keluar dari Tubuh, ia akan pingsan.
Tetapi Zephyr tidak membiarkan Adel pingsan, Zephyr terus menerus Menyiksa Adel. Dari Memotong Kup*ng, Jari-jemari, Put*ng susu, Klit*ri, Bahkan Ma*a Adel dilepas oleh Zephyr, hanya satu yang di lepas. Satu Ma*a yang saat ini berada di tangan Zephyr langsung la makan dengan lahap nya, Zephyr memakan Ma*a itu layaknya memakan Cemilan yang biasanya ia makan di pinggir jalanan.
"Hihihi.... Kenapa ia tidak berteriak lagi?." Zephyr menampari Pipi Adel dengan keras.
Pak*
__ADS_1
Pak*
"Bangun! oi bangun!" Ucap Zephyr dengan emosi yang melonjak-lonjak, Zephyr terus menampari Pipi Adel.
"Tuan, sepertinya ia sudah mati." Ucap Sebas sembari melihat kondosi Adel yang sangat mengenaskan.
"Huhhh! mati?! yang benar saja?!." Ucap Zephyr berteriak dan memukul kepala Adel dengan sangat Keras.
Bang*
Pyar*
Kepala Adel pecah dan pecahan Ke*anya berhamburan dimana-mana.
"Sebas bersihkan itu dan buang tubuhnya di Kandang Buaya." Ucap Zephyr lalu pergi dari Ruangan itu.
"Baik Tuan." Balas Sebas dan mulai mengerjakan tugasnya.
Zephyr tidak langsung naik ke atas, ia membersihkan dulu Tubuhnya yang penuh Lumuran Dar*h itu di kamar mandi. Setelah bersih, Zehyr langsung berjalan ke Lantai 4 dimana lantai 4 itu adalah kamar Zephyr dan Adiknya. Kejadian saat Luna tidur di kamar Zephyr membuat Lina cemburu, jadi ia juga ikut-ikutan adik nya tidur di kamar Zephyr.
Untungnya Ranjang Zephyr besar, jadi ia tidak perlu khawatir berhempit-hempitan nanti dengan kedua adiknya. Zephyr masuk ke kamar dan mendapati Lina, Luna sedang bermain dengan bonekanya.
"Bukan kah kalian sudah besar? tapi kenapa masih bermain boneka?." Zephyr bertanya kepeda mereka berdua.
"Hump, yang pentingkan seru." Ucap Luna. Luna lebih berani ketika berbicara, dulunya ia sangat pendiam dan sekarang sangat aktif layaknya orang yang lagi kesambet.
"Hahhhhh... terserah kalian lah." Ucap Zephyr menutup kembali pintu kamar, dan berjalan menuju Kamar Gaming nya.
Setelah masuk, Zephyr langsung duduk di kursi dan melihat layar Monitor yang dari tadi belum di matikan.
"Enaknya nagapain ya? Buka Layar Biru? Atau Buka peduli Kucing?. Ahhhhh... Main Game Hent*i dulu biar rileks otakku." Ucap Zephyr dan membuka File yang berisikan Game Hent*i.
Memang Zephyr itu punya kebiasaan terpendam, sudah dulunya ia itu kang Coly. Kang Bo*ep, Kang Kucing Ping, dan apa saja yang berkaitan dengan tutorial pembuatan Anak. la menyembunyikan fakta itu dari seluruh Orang yang pernah ia temui, teman, Sahabat, Keluarga, Pacar yang sekarang jadi mantan dan yang sekarang lagi sudah ma*i.
__ADS_1
Wajah Tampan nan mempesona, sifat kalem, berwibawa, tapi la nya sangat mesum. Bukankah Zephyr sama saja dengan..
Pesan: Terserah kalian mau menyebutnya apa!.